Hidup memang harus dijalani dengan penuh semangat bila ingin bisa meraih semua mimpi. Namun yang aku rasakan, terkadang saat hambatan dan kesulitan datang, seringkali putus asa melunturkan semangat yang ada. Apalagi saat hati sedang mengharu biru..., semangat rasanya terbang entah kemana. Bahkan kadang, untuk bermimpi pun sudah tak sanggup. 
Itu makanya aku sangat tercambuk dan malu hati saat membaca Tetralogi Laskar Pelangi. Tokoh-tokohnya (Ikal, Lintang dan Arai) benar-benar membuatku merasa malu mudah patah semangat.
Membaca kisah mereka yang selalu penuh semangat dalam memperjuangkan cita-cita membuatku jadi ikut termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Aku iri dengan keberanian Ikal dan kawan-kawannya dalam merajut mimpi.
Aku makin salut dengan upaya keras mereka dalam meraih mimpi.
Aku tak perduli dengan anggapan beberapa orang bahwa tokoh Lintang dan Arai adalah fiktif belaka. Nyata ataupun tidak, cerita yang disampaikan oleh Andrea Hirata berhasil membuatku lebih bersemangat saat menghadapi hambatan dan kesulitan yang ada. Sekaligus mengajariku untuk tidak takut merajut mimpi.

Itu makanya aku sangat tercambuk dan malu hati saat membaca Tetralogi Laskar Pelangi. Tokoh-tokohnya (Ikal, Lintang dan Arai) benar-benar membuatku merasa malu mudah patah semangat.
Membaca kisah mereka yang selalu penuh semangat dalam memperjuangkan cita-cita membuatku jadi ikut termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Aku iri dengan keberanian Ikal dan kawan-kawannya dalam merajut mimpi.
Aku makin salut dengan upaya keras mereka dalam meraih mimpi.Aku tak perduli dengan anggapan beberapa orang bahwa tokoh Lintang dan Arai adalah fiktif belaka. Nyata ataupun tidak, cerita yang disampaikan oleh Andrea Hirata berhasil membuatku lebih bersemangat saat menghadapi hambatan dan kesulitan yang ada. Sekaligus mengajariku untuk tidak takut merajut mimpi.
, tapi akan lebih bagus lagi jika aku menata layoutnya agar lebih rapi lagi. 
Tapi..., aku lantas kebingungan. Yang mana ya yang dianggapnya kurang rapi ?? Bagaimana ya menatanya agar lebih rapi ??
Aku lantas meminta pendapatnya bagaimana agar layout blog aku lebih rapi, karena terus terang aku selama ini memang tidak terlalu memperhatikan hal-hal seperti itu. Tapi aku bilang juga pada temanku itu bahwa aku mau dibantu untuk mengatur layoutnya tapi aku gak mau kalau disuruh ganti template. Aku sudah suka banget sama templateku itu soalnya. 
Terus lanjutnya lagi, memang tidak semua orang perduli dengan layout/tampilan seperti itu. *gubraaak*
Jawabku sih singkat saja : kelihatan aku banget ya ?!? Dan temanku dengan segera menyetujuinya !! (Halah.....) Oke, selama ini aku memang tidak fokus dengan layout blogku. Selama ini fokusku adalah ... aku bisa menulis dan mempunyai tempat yang nyaman untuk nulis. Aku lebih fokus pada apa yang aku tulis.
Aku sudah merasa senang sekali bisa menyalurkan apa yang ada di pikirku dan di hatiku.
Aku lebih sibuk untuk membekali diriku dengan hal-hal yang aku anggap lebih penting dan perlu. (memang penting dan perlu beda ya ?) *garuk-garuk kepala kebingungan sendiri*
Aku tetap berusaha tampil senyaman mungkin agar orang lain pun nyaman berhubungan denganku dan tidak terganggu dengan penampilanku. Tapi ya itu..., aku tidak berusaha untuk tampil yang lebih menarik lagi. Lebih jelasnya, aku tidak pinter dandan dan aku gak paham mode. Nah... jelas kan ??
Siapa tahu blogku bisa makin tampil cantik tanpa harus merubah "karakternya". Ada yang punya ide ?? 

Kabarnya, sampai hari ini (26 Pebruari 2009) beberapa warga masih terjebak banjir dan menunggu bantuan.
Seorang warga mengatakan bahwa akhir Januari 2009 yang lalu juga terjadi banjir, tapi tidak separah banjir kali ini.
Hal itu tentu saja mengganggu pengguna jalan. Hal itu selalu terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Madiun. Entah mengapa. Mungkin karena saluran air yang tersumbat atau terlalu kecil. Atau ... entahlah aku tidak terlalu paham masalah teknis seperti itu.


Bukan hanya sampah organik, tapi sampah non organik pun mereka masukkan ke dalam sungai. Mungkin, bagi mereka, kalau sampah dimasukkan ke dalam sungai maka arus air akan segera membawa sampah itu "pergi". 





Tapi, kalau aku membaca Majalah Jawabaya, masih banyak kata yang aku tanyakan dulu artinya pada orangtuaku ataupun pada mertuaku
*sembunyi karena malu*
Kedekatan Shasa dengan Majalah Jayabaya bermula saat Shasa masih kecil. Dulu, orangtuaku suka sekali mengirimkan foto-foto Shasa ke majalah itu. Karena memang di Majalah Jayabaya mempunyai rubrik yang memuat foto anak-anak usia balita. 
ke Majalah Jayabaya. Kebetulan, Jayabaya juga punya rubrik "Calon Pengarang" yang memang ditujukan bagi anak-anak Sekolah Dasar yang ingin belajar mengarang dalam Bahasa Jawa.






