Catatan sejarah baru

Rabu, 29 April 2009

29 catatan dari sahabat
Hari ini, tanggal 29 April 2009 adalah hari yang bersejarah bagi warga Kota Madiun. Karena pada hari ini ada acara Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota yang baru yang telah memenangkan Pilwakot pada tanggal 23 Oktober 2008 yang lalu. Direncanakan, Gubernur Jawa Timur, Bapak Sukarwo, akan hadir untuk melantik Walikota dan Wakil Walikota yang baru periode 2009-2014 : Bambang Irianto - Sugeng Rismiyanto.

Acara pelantikan diagendakan akan dilaksanakan di Gedung Graha Bhakti Praja yang berada tepat di depan Balaikota Madiun. Untuk menyambut hari yang penting itu, persiapan telah dilaksanakan selama beberapa hari. Bahkan, Balaikota pun ikut berbenah. Balaikota sekarang semakin cantik dan semarak dengan lampu hias, bangku dan bunga-bunga di sepanjang beranda Balaikota.

Sementara untuk pengamanan, mulai kemarin sudah banyak barikade yang disiapkan di sekitar Balaikota dan Gedung Graha Bhakti Praja. Untuk mengantisipasi gangguan dan guna kelancaran pelaksaan pelantikan itu, Polresta Madiun menerjunkan kekuatan penuh. Mereka terdiri dari personel Polresta Madiun, tim Brimob Polda Jatim, dan bantuan dari jajaran polres sekitar.

Kemarin pagi, sudah diadakan gelar pengamanan yang (kabarnya) diikuti oleh 906 personil kepolisian. Rencananya personil kepolisian itu akan ditempatkan dalam 5 ring pengamanan. Mulai dari ring pertama yang ditempatkan di gedung tempat pelantikan yakni Graha Bhakti Praja, di luar gedung, dan seterusnya. Bahkan, pengamanan di pintu masuk kota juga diperketat dengan melibatkan jajaran polsek.

Dan hari ini mulai , jam 06.00 di Jalan Pahlawan Madiun "disterilkan". Hanya yang bertugas dan yang diundang saja yang bisa masuk. Baru setelah acara pelantikan selesai, kurang lebih jam 12.00 Jalan Pahlawan akan kembali dibuka untuk umum.

Mulai hari ini Kota Madiun akan dipimpin oleh Walikota dan Wakil Walikota yang baru. Sebagaimana umumnya, pemerintahan yang baru pasti akan membawa perubahan. Apapun perubahan itu, diharapkan dapat membawa Kota Madiun dan warga Kota Madiun ke arah yang lebih baik. Amin. Tak lupa terima kasih atas kepemimpinan Bapak Walikota dan Wakil Walikota sebelumnya (Kokok Raya - Gandhi Yoeninta).

Untuk tambahan informasi, dalam sejarahnya Kotapraja madiun berdiri berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 20 Juni 1918 dengan landasan Staatsblad Tahun 1918 Nomor 326. Sehingga wilayah itu dikepalai oleh seorang Burgemeester yang pertama dijabat oleh Ir.M.K. Ingenlijf (yang semula menjabat asisten residen Madiun). Sedangkan lembaga dan jabatan Walikota Madiun baru diadakan 10 tahun kemudian dengan dikeluarkan staatsblad nomor 14 tahun 1928.

Perlu diketahui pula bahwa mulai pembentukannya pada tahun 1918, Gemeente Madiun sebenarnya belum ada burgemeesternya sebab masih dirangkap oleh Asisten Residen merangkap Voorsitter ialah Ir. W.M. Ingenlijf. Setelah tahun 1927 baru mulailah diisi burgemeester, yang urutannya sebagai berikut :

1. Mr. K.A. Schotman
2. Boerstra
3. Mr. Van Dijik + Loco Burgemeester : Ali Sastroamidjoyo
4. Dr. Mr. R.M. Soebroto
5. Mr. R. Soesanto Tirtoprodjo
6. Soedibyo
7. R. Poerbo Sisworo
8. Soepardi
9. R. Mochamad 1948 dari Siliwangi
10. R.M. Soedino
11. R. Singgih
12. R. Moentoro
13. R. Moestadjab
14. R. Roelan Wongsokoesoemo
15. R. Soepardi
16. Soemadi
17. Joebagyo
18. Pd. Walikota R. Roekito, BA
19. Drs. Iman Soenardji (1968-1974)
20. Achmad Dawaki, BA (1974-1979)
21. Drs. Marsoedi (1979-1989)
22. Drs. Masdra M. Jasin (1989-1994)
23. Drs. Bambang Pamoedjo (1994-1999)
24. Drs. H. Achmad Ali (1999-2004)
25. Kokok Raya, SH, M.Hum (2004-2009)

Kisah Tukang Cukur

25 catatan dari sahabat
Sudah lama aku gak berkunjung ke tempat mas Isdaryanto. Dan ketika aku tadi mampir ke tempatnya, aku menemukan sebuah kisah hikmah yang sangat inspiratif. Maka atas anjurannya di akhir postingannya, aku meneruskan kisah hikmah ini pada teman-teman yang lain. Dengan sedikit editan dan sedikit tambahan catatanku, semoga lebih memudahkan untuk memahaminya. Semoga kisah ini bermanfaat ya ??

***

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau Tuhan itu ada”.

“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.

“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan, cukup untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada”.

Setelah diam sesaat seolah memberi kesempatan pada si konsumen untuk mengerti apa maksudnya, si tukang cukur melanjutkan, “Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada. Mengapa ada yang sakit? Mengapa ada anak-anak terlantar? Mengapa ada yang hidupnya susah? "

Masih dengan menggebu-gebu si tukang cukur melanjutkan kata-katanya, "Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.


Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen segera kembali ke tempat tukang cukur tadi dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini tidak ada tukang cukur....!”

Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : ”Kamu kok bisa bilang begitu?”.

“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!” jawab si tukang cukur.

“Tidak !” elak si konsumen.

“Tukang cukur itu tidak ada! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana“, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!” sanggah si tukang cukur.

“Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri. Kenapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?” jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok ...!! Saya sangat setuju...!” kata si konsumen. "Itulah point utamanya ! Sama dengan Tuhan."

“Maksud kamu bagaimana?” tanya si tukang cukur tidak mengerti.

Dengan tersenyum si konsumen menjelaskan, "Sebenarnya Tuhan itu ada! Tapi apa yang terjadi sekarang ini? Mengapa orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya..? Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong !!!! Dalam hati dia berkata, “Benar juga apa katanya. Kenapa aku tidak mau datang kepada Tuhan-ku, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”

Jika anda berpikir Tuhan ada, sampaikan cerita ini kepada orang lain... Semoga kita selalu diberi kebaikan dan kebahagiaan hidup ini. Amin...

***

Catatanku :
Kalau manusia hanya mengandalkan panca indranya untuk mengakui keberadaan Tuhan, maka akan menyebabkan keraguan dan perkiraan yang menyesatkan tentang keberadaan Tuhan. Karena keberadaan Tuhan tidak dapat dipahami oleh panca indra manusia, tidak terlihat, tidak teraba, tidak terdengar dan tidak tercium.

Sebaliknya kalau manusia mengenal Tuhan melalui keimanan dan akal pikirannya, maka ada banyak hal di dunia ini untuk menyadari keberadaan Tuhan. Melalui, akal, pikiran, ilmu dan hatinya, maka manusia akan mampu mengenal Tuhan melalui ciptaan dan tanda-tanda kebesaran Tuhan.

Sesungguhnya, sedemikian jelasnya tanda-tanda eksistensi Tuhan dalam berbagai fenomena kehidupan.

Menembus perbedaan

Selasa, 28 April 2009

22 catatan dari sahabat
Manusia hidup dalam perbedaan. Perbedaan yang berasal dari dalam diri dan dari luar dirinya. Perbedaan dari dalam diri adalah perbedaan yang berasal dari kepribadian atau karakter seseorang. Ada orang yang pemarah, ada yang pendiam, ada yang aktif, ada yang kreatif, dan masih banyak karakter lainnya.

Sudut pandang dan pola pikir tiap-tiap orang juga berbeda. Idealisme masing-masing orang juga tidak sama. Prinsip yang dipegang antara orang yang satu dengan yang lain juga tidak sama. Perbedaan itu biasanya berasal dari pengalaman hidup yang diperoleh. Karena pengalaman hidup yang diperoleh masing-masing orang berbeda, maka terbentuklah karakter dan pribadi yang berbeda-beda pula.

Sementara perbedaan dari luar disebabkan oleh hal-hal di luar kepribadian manusia, seperti misalnya daerah tempat tinggal, bahasa pergaulan, adat istiadat dan sebagainya. Orang Indonesia yang tinggal dan hidup Indonesia, akan hidup dalam budaya dan adat Indonesia, pun menggunakan bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari. Hal tersebut berlaku juga bagi bangsa lain.

Namun..., manusia sebagai makhluk sosial telah menembus perbedaan itu. Melalui pergaulan dan pertemanan, segala macam perbedaan sudah tidak berarti lagi. Apalagi dengan hadirnya internet, perbedaan itu makin tipis terasa. Internet bahkan mampu menembus perbedaan ruang dan waktu. Bahkan, pertemanan dengan orang yang belum pernah dikenal secara langsung pun bisa terjadi lewat internet.

Semenjak aku terjun di dunia blog, hal itu sangat aku rasakan. Tak terasa aku telah menjalin pertemanan dan persahabatan dengan orang-orang yang sama sekali belum pernah aku kenal dan aku temui secara langsung dalam dunia nyata. Bahkan, yang menakjubkan aku bisa punya teman dari negara lain yang bahkan bahasanya pun tidak bisa sepenuhnya aku pahami. Pertemanan yang terjalin hanya dari saling mengunjungi blog masing-masing.

Aku makin menyadari telah berhasil menembus perbedaan itu ketika menerima dua pesan singkat yang ditinggalkan dua orang teman dalam shoutmix-ku :

  • buwel siang mbak reni...ada award dirumahku...mampir ya... (2009-04-26 3:27 PM)
  • kirana Dpersilakan amik award 'hati berwarna-warni' dari blog Kirana, ok! Why? Becoz u have coloured my life!" (2009-04-28 9:00 AM)
Aku mendapatkan bingkisan dari 2 orang teman yang selama ini belum pernah aku temui secara langsung. Bingkisan dalam bentuk award. Siapa yang akan menolak menerimanya ? Buwel si orang Tegal ini pun belum pernah aku temui secara langsung. Namun pertemanan yang terjalin di antara kami bisa berjalan dengan indah. Bahkan, buwel pun mendukung Shasa.

Sementara pertemananku dengan Kirana selama ini lebih banyak lewat saling mengunjungi blog masing-masing. Meskipun, aku juga kurang bisa memahami bahasa yang dipakai oleh Kirana yang orang Kuching, Sarawak, Malaysia ini toh pertemanan kami terus berlanjut sampai sekarang.

Sementara waktu aku berkunjung ke tempat mas Yudie aku mendapatkan bingkisan pula. Bingkisan yang juga berupa award. Pertemananku dengan mas Yudie juga berawal dari blog. Sama seperti Buwel juga, mas Yudie juga mendukung Shasa. Mas Yudie yang kerja di Bogor ini ternyata juga orang Jawa, dan sama sepertiku, mas Yudie juga mempunyai hari istimewa (hari ulang tahun) pada bulan April.

Inilah award yang aku terima dari 3 orang teman yang sangat baik hati itu :

Award dari Buwel

Award dari Kirana

Award dari mas Yudie

Keempat award itu aku peruntukkan bagi pemilik blog :
Buah Pikiran Ihsan
Vespa Style Never Last
Kucing bunted
S. Bahri's Blog
Just Me, My Self and I
Rahasia Hati
Baca Buku Fanda
Rumah Islami
Hendra Sipayung
Jejak Langkahku

Setelah beberapa hari aku tidak sempat mengunjungi sobat-sobatku, semoga aja bingkisan ini dapat sebagai pengganti kehadiranku. Oya, bagi teman-2 yang sudah memiliki sebagian dari award di atas, silahkan mengambil award yang belum dimiliki ya ?? OK..., that's all.


Bicara tentang pekerjaan

Senin, 27 April 2009

22 catatan dari sahabat
Beberapa hari ini pekerjaan di kantorku sangatlah padat. Selain banyak, pekerjaan yang harus diselesaikan itu menuntut untuk dikerjakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Hehehe, kayak bunyi teks Proklamasi aja yach ??

Sebagai konsekuensinya, agar pekerjaanku itu dapat selesai tepat waktu, maka aku harus kerja lembur !! So, selama beberapa hari ini aku lembur terus di kantor, sehingga gak sempat untuk posting di blog *gubraaak* (ya ampuunnn, sempat-sempatnya mikirin postingan di blog ya...?!?!)

Untuk pekerjaanku kali ini aku bekerja dengan tim yang agak berbeda dari biasanya. Dulu aku sudah punya tim yang cukup solid..., tapi setelah ada perombakan organisasi maka tim kerjaku juga kena rombak. Tak semuanya orang baru, masih ada juga orang-orang lama yang sebelumnya sudah bekerja satu tim denganku. Untuk perubahan ini, aku perlu menyesuaikan diri agar semua pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

Untuk anggota tim yang tergolong orang lama, aku sudah hafal dengan gaya kerja mereka masing-masing. Dan, dalam tim yang baru ini aku perlu untuk mengenali gaya kerja anggota tim yang baru. Ternyata, bekerja dalam tim yang berbeda-beda telah mengajariku banyak hal.

Pertama, kepandaian seseorang tidak menjamin kualitas yang lebih baik. Anggota tim-ku yang baru telah membuktikan hal itu. Dia adalah lulusan Perguruan Tinggi Negeri yang terkenal. Hasil IP-nya juga bagus, tapi ternyata kualitas kerjanya standar saja. Penyebabnya adalah, dia cenderung menyepelekan pekerjaan sehingga dia tak merasa perlu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya. Didukung pula oleh kebiasaannya yang suka lupa atas pekerjaannya.

Kedua, kecintaan pada pekerjaan sangat berpengaruh dalam kualitas pekerjaan. Aku punya teman yang sangat mencintai pekerjaannya. Terdorong rasa cintanya, maka dia selalu berusaha untuk bekerja dengan sepenuh hati. Dalam bekerja dia juga tidak perhitungan, sehingga kalaupun dalam menyelesaikan pekerjaannya dituntut waktu yang lebih banyak maka tak segan-segan dia untuk kerja lembur.

Ketiga, rasa tanggung jawab yang besar sangat dominan pengaruhnya dalam kualitas kerja. Ada salah seorang anggota timku yang kurang memiliki rasa tanggung jawab dalam bekerja. Walaupun pekerjaan yang harus diselesaikan banyak, tapi dia tidak terpacu untuk segera menyelesaikannya. Dia seringkali melimpahkan tanggung jawabnya pada orang lain.

Keempat, pekerjaan yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan penuh rasa syukur adalah kunci keberhasilan. Karena bekerja dengan rasa syukur dan tulus ikhlas, maka dia tak mau repot memikirkan hal lain selain pekerjaannya. Baginya, kerja adalah ibadah.

Dalam anggota tim-ku yang baru, aku menemukan semua tipe di atas. Ada seorang anggota tim yang sangat bertanggungjawab terhadap tugasnya. Dia juga bekerja dengan sungguh-sungguh. Sehingga, pekerjaannya selama ini tergolong cepat selesai dan (yang paling penting) adalah.... benar.

Saat ini, itulah yang dapat aku catat di sini. Aku merasa ngantuk dan capek sekali. Aku mau tidur dulu ya.... Jumpa lagi besok yaaa.... Oh ya, maaf aku belum sempat nengok sobat-sobat blogger nih. Maafin ya.....

Penolakan

Sabtu, 25 April 2009

31 catatan dari sahabat
Apa yang akan kita rasakan apabila niat baik kita tidak ditanggapi dengan baik ? Apa yang kita pikirkan kalau kebaikan kita ditolak ? Apa yang akan kita lakukan kalau pemberian kita tidak diterima ?

Adalah manusiawi sekali kalau muncul rasa kecewa apabila kejadian di atas terjadi pada kita. Adalah manusiawi sekali kalau kita tak mau menerima penolakan atas kebaikan kita. Namun, apakah penolakan yang pernah kita alami tersebut membuat kita jera berbuat baik ? Haruskah rasa kecewa itu membuat kita enggan berbuat baik lagi ?

Menurutku, kita tak perlu mengingkari rasa kecewa yang muncul di hati karena penolakan yang kita alami. Percayalah, rasa kecewa memang sangat manusiawi. Namun, kita tak layak memelihara rasa kecewa itu. Tak seharusnya kebaikan kita berhenti saat tersandung oleh penolakan.

Kalau kita berpikir positif penolakan itu akan terlihat berbeda. Mungkin ada banyak alasan apabila seseorang belum bisa menerima kebaikan kita. Misalnya, baginya pemberian kita dinilainya berlebihan, sehingga dia merasa tak layak menerimanya. Atau karena sudah terlalu banyak kebaikan yang kita berikan padanya, sehingga dia tak ingin berhutang budi lebih banyak lagi. Bisa juga, dia merasa sungkan karena merasa tak sanggup membalas kebaikan kita.

Kalau ternyata penyebab penolakannya sebagaimana tersebut di atas, haruskah kita kecewa ? Tapi bagaimana kalau penolakan itu dikarenakan dia tak suka dengan apa yang kita berikan ? Kalau begini kejadiannya, ya kita harus menerima dengan lapang dada. Tapi bukan lantas kita tak bisa berbuat baik lagi bukan ? Karena, ada banyak orang di luar sana yang akan menerima niat baik kita. Ada banyak orang di luar sana yang akan menanggapi kebaikan kita dengan suka cita.

Kita tak seharusnya kehilangan ladang tempat kita menanam kebaikan. Ada banyak cara untuk menebar kebaikan. Jadi, kalaupun ternyata segala macam usaha kita untuk berbuat baik pada siapa saja tak mendapat tanggapan, setidaknya kita harus yakin akan satu hal. Niat baik kita (walaupun belum diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata) sudah mendapatkan pahala dari-Nya. Jadi... tetap semangat untuk berbuat baik ya ?

Karena aku mengerti bahwa penolakan bagi seseorang akan diterima dengan rasa kecewa, maka aku dengan tangan terbuka akan menerima kabaikan dari orang-orang di sekitarku. Aku setulus hati menyambut kebaikan yang ditujukan padaku. Aku menerima dengan senang hati pemberian mereka untukku.

Niat baik datang dari mbak Fanda dan mbak Fanny. Mbak Fanda dan mbak Fanny telah dengan senang hati berbagi bahagia denganku. Mereka berdua dengan tulus memberikan padaku kebahagiaan pula. Kebahagiaan itu dalam bentuk award.

Terima kasih tak terhingga untuk mbak Fanda dan mbak Fanny. Kebetulan award dari keduanya aku terima dalam waktu yang bersamaan.Dan, kebetulan juga award yang mereka berikan padaku adalah award yang sama. Award yang sangat indah dari mbak Fanda dan mbak Fanny itu adalah seperti di bawah ini :


Award cantik dari mbak Fanda dan mbak Fanny

Karena aku juga ingin menanam kebaikan pula, maka aku dengan senang hati berniat berbagi bahagia ini dengan sahabat blogger yang lain. Aku dengan tulus berniat meneruskan award ini kepada :
Semoga niat baik ini tidak disalahartikan. Semoga niat baik ini juga dapat diterima dengan baik. Semoga....

Terima kasih sahabat

Kamis, 23 April 2009

30 catatan dari sahabat
Terima kasih sahabat, atas perhatian, dukungan, penerimaan dan rasa sayangnya selama ini. Hal itu dapat aku rasakan lewat komentar-komentar atas apapun postinganku selama ini. Bahkan komentar tulus untuk postinganku yang tak penting sekalipun hehehe. Aku juga dapat merasakannya lewat pesan-pesan singkat yang ditinggalkan di shoutmix-ku. Terima kasih sahabat...

Dan tentu saja, lewat pemberian yang tak akan sanggup untuk aku tolak. Hadiah award yang bertubi-tubi datang padaku menunjukkan besarnya perhatian padaku. Alhamdulillah..., keberadaanku di sini dapat diterima dengan tangan terbuka oleh sahabat-sahabat semua. Bahkan, ada pula seorang sahabat yang tidak diduga memberikan hadiah domain gratis padaku dalam jangka waktu 1 tahun.... Benar-benar tak kusangka, betapa baiknya sahabat-sahabatku di dunia maya ini.

Dan kini sekali lagi, aku menerima tanda persahabatan itu. Kali ini datang dari Mbak Uke yang berupa award berikut dengan PR-nya. Award yang bertuliskan "Your Blog is My Inspiration" ini belum pernah aku terima sebelumnya. Inilah award itu.



Sebenarnya award itu disertai dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Buatlah daftar 10 hal dan kebiasaan (buruk) yang tidak disukai, namun apabila merasa terdapat lebih dari 10 hal/kebiasaan buruk yang tidak disukai maka silahkan ditulis semuanya.
  2. Sebutkan juga alasan mengapa Anda tidak menyukai hal-hal/kebiasaan-kebiasaan (buruk) tersebut.
  3. Setelah selesai membuat daftar dan penjelasan seperti yang tertera pada poin 1 & 2, maka silahkan men-tag 10 blogger lainnya.
Nah, karena aku sudah pernah mencatatkan tentang 10 hal yang tidak aku suka, makanya aku tak akan mencatatnya lagi di sini. Jadi selanjutnya, aku tinggal melaksanakan syarat yang ketiga, yaitu men-tag 10 blogger lainnya.

Oke deh, daftar di bawah ini adalah sahabat-sahabat blogger yang kebagian menerima award plus PR-nya dariku. Mereka adalah ....
Award ini sampai ke tanganku memang telah melalui perjalanan yang panjang, sebagaimana telah dijelaskan oleh Sibaho. Dan kini, award itu kuteruskan kembali kepada sahabat blogger dengan niat tulus persahabatan. Akan sangat menyenangkan bila dapat diterima dengan senang hati karena akupun memberikannya dengan senyum lebar dan hati yang berbunga-bunga.

Tapi..., aku sangat maklum bila ada yang tidak bisa menerimanya dengan alasan-alasan tertentu. It's OK.... Namun (kata lain dari tetapi nih hehehe), aku sih berharapnya award itu dapat diterima selayaknya pemberian seorang sahabat dan bukannya ditolak... (hehehe, maksa juga judulnya).

Akhir kata...., terima kasih sahabat untuk keramahan di dunia maya ini. Salam persahabatan.

Hari Istimewa

Rabu, 22 April 2009

26 catatan dari sahabat
Hari ini adalah hari yang istimewa bagiku. Bertepatan dengan diperingatinya Hari Bumi, aku merayakan ulang tahunku !! Yup..., hari ini adalah hari kelahiranku !!

Walaupun aku tidak merayakan hari ulang tahunku secara khusus, tapi aku sangat menikmati hari ini. Ucapan selamat ulang tahun dan doa aku terima bertubi-tubi. Dari suami, anak, orangtua, mertua, saudara, sahabat dan teman-teman dekat. Baik secara langsung, maupun lewat telepon, sms, facebook ataupun lewat shoutmix di blogku.

Indahnya hari ini.... !! Aku merasakan kasih sayang dan perhatian tulus dari orang-orang di sekitarku yang mengasihiku. Alhamdulillah.... Doa-doa yang mereka kirimkan buatku sungguh membahagiakanku. Segala hal yang terbaik adalah harapan mereka agar mampu kuraih dalam hidupku. Amin.....

Dan, di hari yang istimewa ini aku menerima kejutan istimewa. Kejutan ini datang dari Dwi Susilowati. Dia adalah salah seorang teman kostku dulu, di Karang Malang, Yogyakarta. Dia mengirimiku foto kenangan saat aku wisuda dulu, via facebook.

Sungguh aku tidak menyangka, dia menyimpan foto wisudaku itu. Padahal sudah lama sekali... Aku wisuda tahun 1995. Itu berarti sudah kurang lebih 14 tahun yang lalu !! Dan, foto itu masih tersimpan dengan baik. Terima kasih Dwi.... Oh ya, inilah foto yang dikirimkan Dwi padaku lewat facebook....



Melihat foto wisudaku itu..., aku jadi sangat merindukan teman-teman kost-ku dulu. Sayang sekali, dalam foto wisudaku itu penghuni kost-ku tidak dalam "formasi lengkap". Karena ada juga teman kostku yang wisuda bersamaan denganku, dan ada juga teman kostku yang terpaksa pulang kampung karena orang tuanya meninggal.

Aduuuh..., aku jadi ingin sekali tahu bagaimana kabar mereka semua. Sayang sekali, setelah selesai kuliah, kami kehilangan jejak satu sama lain. Kami putus kontak. Dan sejauh ini penelusuranku lewat facebook baru bisa menghubungkanku dengan salah seorang dari mereka, yaitu Dwi Susilowati.

Mungkin suatu saat nanti aku dapat bertemu lagi dengan teman-teman kost-ku dulu *berdoa dalam hati*. Anyway..., aku sangat menikmati hari ini. Begitu banyak bahagia dan cinta yang aku terima hari ini. Ada pula kejutan indah yan aku terima. Alhamdulillah......

Takdir seorang Kartini

Selasa, 21 April 2009

29 catatan dari sahabat
Mengapa Bangsa Indonesia pada tanggal 21 April merayakan Hari Kartini ? Hal tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. Dalam masa pemerintahan Presiden Soekarno saat itu, Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Selain itu hari lahir Kartini, tanggal 21 April, diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Pemerintah memandang bahwa jasa Kartini sangat besar bagi bangsa Indonesia. Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi, pejuang pergerakan wanita dan pejuang pembebasan pikiran bagi bangsa Indonesia. Kartini adalah seorang yang sangat peka dengan persoalan yang dihadapi pada jamannya. Kartini juga seorang pemikir yang sangat modern untuk kemajuan bangsanya.


Kiprah Kartini tidak terbatas pada tahap pemikiran semata. Kartini juga telah mencoba mewujudkannya dalam karya nyata (walau belum banyak). Kartini memperjuangkan berdirinya sekolah wanita di beberapa kota di Jawa. Sekolah-sekolah itu diberi nama "Sekolah Kartini".

Sayangnya, kecerdasan dan keingingan kuat Kartini untuk maju dan berkembang tidak dapat diwujudkannya. Kerasnya jerat adat dan aturan pada saat itu membelenggu langkah Kartini. Kartini tidak diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Kartini hanya diberi pendidikan sampai tamat Sekolah Dasar (umur 12 tahun). Sementara sesudahnya, Kartini harus berusaha sendiri dengan berbagai cara dalam meraih ilmu dan pengetahuan.

Kartini, dengan usahanya sendiri, berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Negeri Belanda. Tapi, lagi-lagi langkah Kartini terhenti karena larangan dari orang tuanya. Namun, jiwa nasionalis Kartini tidak merelakan apabila kesempatan untuk memperbaiki nasib bangsa tersebut lepas begitu saja. Maka, Kartini mengalihkan beasiswa itu kepada seorang pemuda Sumatra. Pemuda yang beruntung itu adalah Agus Salim.

Pikiran-pikiran Kartini yang sangat jauh ke depan, kritis, cemerlang, modern dan sarat dengan pembaruan itu dapat diketahui melalui surat-surat Kartini yang telah banyak dibukukan. Sayangnya..., pikiran-pikiran Kartini tidaklah diikuti oleh takdirnya. Takdir Kartini tidaklah secemerlang pemikirannya.

Kartini yang memperjuangkan emansipasi dan kemajuan bagi kaum wanita itu, ternyata harus menyerah pada adat yang melarang anak-anak perempuan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Kartini juga menyerah pada rasa cinta dan hormatnya pada orang tuanya, sehingga menerima perjodohan untuk dinikahi oleh seorang bupati Rembang sebagai istri keempat .

Walaupun suaminya mendukung Kartini dalam mendirikan sekolah-sekolahnya, tapi Kartini tidak diberi waktu lebih banyak untuk mewujudkannya. Kartini harus menyerah pada takdirnya, karena di usianya yang ke-25 dia meninggal dunia sewaktu melahirkan anak pertamanya. Takdir yang harus menghentikan segala pemikiran dan tindakannya untuk kemajuan bangsanya, khususnya kaum wanita.

Ternyata..., takdir Kartini tidak berhenti sampai kematiannya saja. Setelah Pemerintah menetapkan hari lahirnya diperingati sebagai Hari Besar, ternyata muncul pro dan kontra.

Bagi pihak yang kontra, mereka mempermasalahkan mengapa Kartini "diistimewakan". Padahal masih banyak pahlawan kemerdekaan wanita lainnya, tetapi mengapa hanya Kartini saja yang hari lahirnya ditetapkan sebagai Hari Besar. Selain itu mereka juga menganggap bahwa "perjuangan" Kartini tidak seberapa karena hanya berlokasi di Rembang dan Jepara saja. Selain itu, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata menghadapi penjajah sebagaimana Pahlawan Kemerdekaan lainnya.

Sementara bagi mereka yang mendukung, menganggap bahwa penetapan hari lahir Kartini sebagai Hari Besar sudah selayaknya. Mereka menganggap bahwa walaupun "perjuangan" Kartini lebih banyak berkisar pada tataran konsep, tapi pemikiran Kartini sangat jauh ke depan, bersifat pembaruan dan berskala nasional. Bagaimanapun, ide-ide Kartini menjadi inspirasi bagi pemikir lainnya.

Bagaimanapun, setelah sekian lama, apa yang diperjuangkan oleh Kartini belum semuanya terwujud. Masih banyak anak-anak perempuan dan wanita yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan kaum pria. Masih banyak kaum wanita yang terpuruk dalam keterbelakangan. Masih banyak wanita Indonesia yang hidup dalam tekanan, menjadi obyek eksploitasi, dan mengalami ketidaksetaraan gender. Bahkan..., seringkali tersiar berita wanita-wanita yang menjadi korban "kekerasan dalam rumah tangga".

Rasanya..., masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan impian dan cita-cita Kartini. Impian untuk menjadikan kaum wanita lebih berdaya dan mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga dan bangsanya....

Bagaimanapun, bagiku, perjuangan Kartini memberikan banyak motivasi bagiku. Kartini telah menunjukkan bahwa diperlukan semangat pantang menyerah untuk meraih impian meskipun jalan yang dilalui sangat terjal dan berliku.

Kehabisan Kata-kata....

Senin, 20 April 2009

28 catatan dari sahabat
Entah aku harus berkata apa lagi kali ini..... Aku telah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan rasa senangku. Karena sebelum ini aku sudah berulang kali meluapkan perasaan senangku lewat kata-kata.

Rasa senang yang kembali aku dapatkan dari 2 orang sobat blogger yang menitipkan pesannya lewat shotmix-ku. Bunyi pesannya sebagai berikut :

Adrianz "The Spirit AWARD buat bunda,,dr q,,link :love:" (2009-04-19 12:35 PM)
Uke poet "mbak... mampir ke blog ku yah... hehe kasih award lagi nih..." (2009-04-19 2:36 PM)

Ternyata award lagi untukku. Kali ini award datang dari adrianz dan mbak Uke. Aku senang karena lagi-lagi aku mendapatkan kesempatan untuk menerima tanda persahabatan dari sahabat blogger. Walau kemarin baru saja dapat parcel award dan bingkisan award sebagai pelipur kecewa.

Sudah seringkali aku cerita tentang award sejak awal bulan Maret yang lalu. Kupikir pada akhir bulan Maret musim award di jagad blogsphere sudah berakhir. Ternyata sampai hari ini masih ada award, sobat.

Tak kusangka saat aku menerima award pertamaku akan diikuti dengan award-award berikutnya. Bahkan saat award kelima aku terima, aku rasanya hampir tak percaya karena award bertubi-tubi datang padaku.

Ternyata apa yang aku alami belakangan ini sangat mengasyikkan. Aku jadi semakin merasakan bahwa ngeblog itu enak. Lewat blog aku bisa berbagi cerita dan pengalaman, aku juga bisa berbagi bahagia dan award buat para sahabat juga para pengikutku. Pokoknya..., asyik deh.

Oh ya, sekarang aku mau bagi-bagi award yang aku terima dari adrianz (Award4Shared ~ The Spirit Award) dan mbak Uke (Marie Antoinette Award). Kedua award yang keren-keren itu tidak meninggalkan PR buatku. Hanya ada pesan dari Adrianz bahwa hendaknya award itu direkomendasikan kepada sobat-2 yang lain dengan niat untuk turut berbagi semangat "The Spirit Award" dan agar lebih semangat lagi dalam berkreasi.



So, kedua award yang keren-keren ini akan aku bagikan kepada (kali ini khusus untuk kaum wanita biar serasi dengan award Marie Antoinette) : raini munti, mbak fanda, bunda sarah, bunda medani, mbak maya, mbak kuyus, mbak ajeng, mbak Sri, mbak Sinta, mbak Uke, mbak Tisti, mbak Loly, dan Shasa imutz. (*catatan : bagi yang sudah punya Marie Antoinette Award tinggal ambil The Spirit Award).

Semoga yang mampir ke blog-ku ini tak mules membaca cerita tentang award terus ya ?? Maaf, karena aku sangat menghargai pemberian sahabat blogger, maka award-award itu tetap akan aku pajang. Mohon pemaklumannya....
Benar-benar habis sudah kata-kataku... Ok..., that's all for now... Byeee...

Semifinal OSK 2009

Minggu, 19 April 2009

15 catatan dari sahabat
Akhirnya, saat semifinal Olimpiade Sains Kuark (2009) datang juga. Sabtu, tanggal 18 April 2009 babak semifinal OSK 2009 dilaksanakan serempak se-Indonesia. Setelah sebelumnya dilaksanakan babak penyisihan dilaksanakan pada tanggal 7 Pebruari 2009 yang lalu.

Menurut panitia pelaksana OSK 2009 di Madiun, untuk tahun 2009 ini Madiun berhasil meloloskan lebih dari 60% pesertanya ke babak semifinal !! Dan "prestasi" itu bisa dikatakan adalah yang terbaik. Dari kurang lebih 1100-an peserta yang mengikuti babak penyisihan di Madiun, yang bisa mengikuti babak semifinal di Madiun ada kurang lebih 600-an peserta...!! Seperti sebelumnya, peserta OSK 2009 di Madiun datang dari Kota/Kabupaten Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Magetan, Kab. Ponorogo dan Kab. Pacitan.

Parcel Award

25 catatan dari sahabat
Kabar bahagia kembali menyapaku. Aku lagi-lagi dapat award yang indah. Kali ini 3 award dari 3 sahabat sekaligus. Seneng ?? Tentu saja.... !! Mendapatkan perhatian dari sahabat memang menyenangkan bukan ??

Tiga buah award yang aku terima itu dari : buwel, mbak Sinta dan notnine. Sebenarnya award dari buewl dan notnine sudah pernah aku dapatkan. Tapi gak masalah, karena aku mendapatkannya dari sahabat yang berbeda, maka tetap aja aku pajang disini. Sementara award dari mbak Sinta belum pernah aku dapatkan.

Dan karena aku bahagia banget hari ini, maka award ini akan aku bagi-bagikan kepada teman-temanku. Semoga saja yang menerima award ini sama senangnya seperti diriku saat menerimanya. Oh ya, inilah award-award yang aku dapatkan itu :


Award dari Buwel di atas aku bagikan kembali pada : Notnine, Mbak Dhe, Attayaya, mas Aries dan Mbak Li.


Award dari Mbak Sinta di atas aku bagikan kembali pada : Mas Erik, Bang Budiawan, mbak Kuyus, mbak Fanny dan Shasa Imutz.


Award dari Notnine di atas aku bagikan kembali pada : Mbak Sinta, Buwel, Anak Nelayan, Marianus, Bunda Yulia dan Mbak Narti.

Nah, sudah terbagi semuanya awardnya. Sekarang waktunya untuk blogwalking dan menyapa sahabat-sahabat yang lain. Ayo ikutan...

Mencoba Kuis

Sabtu, 18 April 2009

13 catatan dari sahabat
Banyak hal aku dapatkan dari Shoutmix-ku. PR dan award seringkali aku "temukan" dari pesan sahabat yang ditinggalkan di shoutmix-ku. Sekarang... aku menemukan hal baru dari Shoutmix-ku yang berbeda dari biasanya... yaitu kuis !!

Sejujurnya aku tidak suka dengan aneka macam kuis. Kalau juice aku suka (lho.. tidak nyambung yach ?! ). Karena tidak suka kuis, makanya request dari teman-teman di Facebook agar aku ikutan macam-macam kuis sampai sekarang belum aku terima. Maaf ya teman-teman...

Kali ini aku dapat tantangan untuk mengerjakan sebuah kuis dari mbak Fanda. Sebenarnya kuis-nya gampang banget. Tentang segala hal yang pernah terjadi dalam hidupku. Sudah disediakan 150 pernyataan tentang aneka macam hal/kegiatan. Untuk hal/kegiatan yang pernah aku lakukan, aku hanya tinggal menebali kalimatnya saja. It's so simple...

Sayangnya, 150 pernyataan itu semua masih dalam bahasa Inggris. Hyaa.... Padahal kemampuan bahasa Inggrisku ya cuma segitu-gitu aja. So, kalau aku mengerjakan kuis ini maka aku harus "kerja keras" dulu deh. Hahaha.

Setelah aku baca ke-150 pernyataan itu, ternyata mayoritas belum pernah aku alami atau aku lakukan !! Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari hasil kuis yang aku kerjakan seperi di bawah ini.

01. Bought everyone in the bar/cafe a drink/food
02. Swam with dolphins
03. Climbed a mountain (walau tidak pernah sampai ke puncak hehehe)

04. Taken a Ferrari for a test drive
05. Been inside the Great Pyramid
06. Held a tarantula
07. Taken a candle light dinner with someone
08. Said "I love you" and meant it
09. Hugged a tree
10. Bungee jumped
11. Visited Paris
12. Watched a lightning storm at sea
13. Stayed up all night long and saw the sun rise
14. Seen the Northern Lights
15. Gone to a huge sports game
16. Walked the stairs to the top of the leaning Tower of Pisa
17. Grown and eaten your own vegetables
18. Touched the snow
19. Slept under the stars
20. Changed a baby's diaper
21. Taken a trip in a hot air balloon
22. Watched a meteor shower>
23. Gotten celebration with champagne
24. Given more than you can afford to charity
25. Looked up at the night sky through a telescope
26. Had an uncontrollable giggling fit at the worst possible moment
27. Had a food fight
28. Bet on a winning horse
29. Asked a stranger out
30. Had a snowball fight
31. Screamed as loudly as you possibly can
32. Held a lamb
33. Seen a total eclipse
34. Ridden a roller coaster
35. Made a goal in a football game or a slampdunk in a basketball game
36. Danced like a fool and didn't care who was looking
37. Adopted an accent for an entire day
38. Actually felt happy about your life, even for just a moment
39. Had two hard drives for your computer
40. Visited all islands in Indonesia
41. Taken care of someone who was drunk
42. Had amazing friends
43. Danced with a stranger in a foreign country
44. Watched whales
45. Stolen a sign
46. Taken a backpack trip
47. Taken a road-trip
48. Gone rock climbing
49. Taken a midnight walk on the beach
50. Gone sky diving
51. Visited Ireland
52. Been heartbroken longer than you were actually in love
53. In a restaurant, sat at a stranger's table and had a meal with them
54. Visited Japan
55. Milked a cow
56. Alphabetized your CDs
57. Pretended to be a superhero
58. Sung karaoke
59. Lounged around in bed all day
60. Played touch football
61. Gone scuba diving
62. Kissed in the rain
63. Played in the mud
64. Played in the rain
65. Gone to a drive-in theatre
66. Visited the Great Wall of China
67. Started a business
68. Fallen in love and not had your heart broken
69. Toured ancient sites
70. Taken a martial arts class
71. Played DVD/video for more than 6 hours straight< 72. Gotten married
73. Been in a movie
74. Crashed a party
75. Gotten divorced
76. Gone without food for 5 days
77. Made cookies from scratch
78. Won first prize in a costume contest
79. Ridden a gondola in Venice
80. Gotten a tattoo temporarry or not
81. Rafted the Snake River
82. Been on a television news program as an "expert"
83. Gotten flowers from someone for no reason
84. Performed on stage
85. Been to Las Vegas
86. Recorded music
87. Eaten shark
88. Kissed on the first date
89. Gone to Thailand
90. Bought a house
91. Been in a combat zone

92. Buried one/both of your parents
93. Been on a cruise ship
94. Spoken more than one language
95. Performed in Rocky Horror
96. Raised children
97. Followed your favorite band/singer on tour
98. Passed out cold (Pingsan)
99. Taken an exotic bicycle tour in a foreign country
100. Picked up and moved to another city to just start over
101. Walked the Golden Gate Bridge
102. Sang loudly in the car, and didn't stop when you knew someone was looking
103. Had plastic surgery< 104. Survived an accident that you shouldn't have survived
105. Wrote articles for a large publication
106. Lost over 100 pounds
107. Held someone while they were having a flashback
108. Piloted an airplane
109. Touched a stingray (lebah)
110. Broken someone's heart
111. Helped an animal give birth
112. Won money on a TV game show< 113. Broken a bone 114. Gone on a photo safari 115. Had a facial part pierced other than your ears 116. Fired a rifle, shotgun, or pistol 117. Eaten mushrooms that were gathered in the wild 118. Ridden a horse
119. Had major surgery
120. Had a snake as a pet
121. Hiked to the bottom of the Grand Canyon
122. Slept for 30 hours in a 48 hour period
123. Visited more foreign countries than Indonesian cities< 124. Visited all 7 continents 125. Taken a canoe trip that lasted more than 2 days 126. Eaten kangaroo meat 127. Eaten sushi 128. Had your picture in the newspaper
129. Changed someone's mind about something you care deeply about
130. Gone back to school
131. Parasailed
132. Touched a cockroach
133. Eaten fried green tomatoes
134. Read The Iliad and The Odyssey
135. Selected one "important" author/book who you missed in school days, and read
136. Killed and prepared an animal for eating
137. Skipped your school reunions
138. Communicated with someone without sharing a common spoken language
139. Been elected to public office
140. Written your own computer language
141. Thought to yourself that you're living your dream< 142. Had to put someone you love into hospital care 143. Built your own PC from parts 144. Sold your own artwork to someone who didn't know you 145. Had a booth at a fair 146. Dyed your hair 147. Been a DJ 148. Shaved your head 149. Caused a car accident 150. Saved someone's life Selesai sudah aku mengerjakan kuis itu. Tentu saja sebatas kemampuanku dalam memahaminya hahaha. Tentu saja aku harus mengingat-ingat dulu kejadian-kejadian yang pernah aku alami dalam hidupku. Ya hitung-hitung untuk refreshing lah... Bagi yang mau ikutan, boleh juga kok mengerjakan kuis itu. Buruan...

Tanda persahabatan itu....

Jumat, 17 April 2009

26 catatan dari sahabat
Memiliki banyak sahabat memang menyenangkan sekali. Kehangatan persahabatan dapat dirasakan lewat kasih sayang, perhatian dan keperdulian dari sahabat. Saling berbagi, saling memberi, akan sangat kental terasa dalam sebuah persahabatan. Murni dan tulus..., tanpa tendensi apa pun juga.

Hari ini, aku kembali menerima tanda persahabatan yang tulus dari salah seorang sahabat. Dalam shoutmix-ku, dia meninggalkan pesan singkatnya : aries2 : Selamat pagi mbak Reni..Cuma mo ksh kbr, Mbak dpt award lagi tuh,2 sekaligus...silakan diambil yah...:)
(2009-04-16 7:51 AM)


Dapat 2 buah award sekaligus sebagai tanda persahabatan... tentu saja sangat menyenangkan !! Alhamdulillah..., maka tanpa membuang waktu lagi, aku langsung berkunjung ke tempat mas aries. Dan ternyata ada 2 buah award yang keren sudah terpajang di sana. Terima kasih banyak ya, mas. Aku seneng sekali.... Lebih senang lagi karena untuk ambil award itu tak perlu mengerjakan PR hehehe. *segera mengangkut 2 buah award yang keren itu.*

Kedua award yang keren itu diterima mas aries dari 2 orang teman blogger internasionalnya. Award biru didapatnya dari mymeryl (Pilipina) . Sementara award pink didapatnya dari jssyjessieca (Malaysia). Dan, aku beruntung mendapatkannya dari mas Aries.

Inilah kedua award sebagai tanda persahabatan dari sahabat untukku....





Seperti biasa aku akan berbagi award ini kepada sobat-sobat yang lain. Dan, sebagai tanda persahabatan, kali ini aku ingin membagikan award ini pada :

1. Mbak Laisya (Laisya and Her World)
2. Mbak Tisti Rabbani (Tisti Rabbani)
3. Ian (Lost Pengiun)
4. Mbak Loly (bundoshop)
5. Vicky Laurentina (georgetterox)
6. Ebeeth mproot (stories of philosophys)
7. Kuyus is Cute (Rahasia Hati)
8. Shasa imutz (Jejak Langkahku)

Oke..., kiranya sudah semua aku sampaikan dan aku bagikan. Selamat bagi yang menerima award. Semoga awardnya bisa mempererat persahabatan kita dan membuat kita lebih sering lagi berbagi. Salam persahabatan....

Etika dan Tata Krama (Part III)

Kamis, 16 April 2009

9 catatan dari sahabat
Kalau sebelumnya aku sudah cerita tentang etika dan tata krama part I dan part II, kini kembali lagi aku akan cerita tentang etika dan tata krama. Mungkin ini adalah cerita penutupnya (karena kalau kebanyakan takut yang baca jadi bosan hehehe).

Melanjutkan cerita sebelumnya, ternyata kembali orang tuaku dihadapkan pada masalah etika dan tata krama ini. Ceritanya, rombongan yang dulu datang menginap di rumah orang tuaku rencananya dalam beberapa hari ke depan akan datang untuk menginap lagi.

Berita itu disampailkan orang tuaku padaku beberapa hari yang lalu. Sejujurnya orang tuaku keberatan menerima mereka kembali datang dan menginap di rumah orang tuaku. Bahkan dalam perbincangan denganku, orang tuaku tidak sepenuh hati menerima kedatangan mereka.

Ternyata, kejadian lama berulang lagi. Rupanya sekolah mereka akan mengikuti kegiatan lomba lagi di Madiun. Dan seperti kejadian yang lalu, anak-anak yang ikut lomba tidak boleh didampingi orang tua. Karena anak saudaraku diikutkan lomba itu juga, maka saudaraku (selaku wali muridnya) diminta pihak sekolah untuk memberitahukan pada orang tuaku rencana mereka menginap di rumah orang tuaku.

Sebenarnya orang tuaku hendak menolak. Apalagi sebelumnya orang tuaku telah meminta saudaraku untuk menyampaikan pada pihak sekolah agar mau bicara dan minta ijin secara langsung (lewat telepon) pada orang tuaku. Entah mengapa, tetap saja saudaraku yang diminta meminta ijin itu dan pihak sekolah tak mau meminta ijin secara langsung pada orang tuaku.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya ijin diberikan. Alasan orang tuaku adalah karena rasa sayang pada saudaraku. Selain itu orang tuaku tak ingin saudaraku mendapat kesulitan di sekolah anaknya.

Tapi untunglah, hari ini ada berita "baik". Rupanya saudaraku merasakan juga dilema orang tuaku. Setelah mempertimbangkan masak-masak, maka saudaraku mengambil keputusan untuk mencari alasan agar rombongan itu tidak jadi menginap di rumah orang tuaku.

Saudaraku berkata pada pihak sekolah bahwa pada hari yang direncanakan itu orang tuaku terpaksa tidak dapat menampung tamu. Penyebabnya adalah tetangga depan rumah orang tuaku sedang melaksanakan hajat pernikahan. Hmm, ternyata dengan terpaksa saudaraku berbohong. Padahal sebenarnya acara hajatan itu baru akan dilangsungkan pada akhir bulan ini.

Akhirnya, orang tuaku lega dan saudaraku pun merasa lega. Sebenarnya dia sangat tak enak hati waktu mengetahui kejadian tak menyenangkan bulan yang lalu, hanya saja dia tak tahu harus berbuat apa. Saudaraku akhirnya bisa menolak (walau dengan berbohong) keinginan pihak sekolah itu untuk menginap di rumah orang tuaku.

Namun begitu, ibuku kini mempunyai keinginan lain. Mengetahui bahwa anak saudaraku beserta rombongan temannya dan gurunya (total 7 orang) tak jadi menginap di rumahku, ibuku jadi merasa tak enak hati. Maka ibu merencanakan untuk membuatkan makanan ringan bagi mereka. Dan aku ditugaskan ibu untuk mengantarkan makanan itu ke tempat perlombaan dan menyerahkannya pada gurunya.

Alasan ibuku adalah makanan ringan itu bisa dijadikan bekal bagi anak saudaraku, temannya dan guru-gurunya dalam perjalanan pulang ke kota mereka kembali. Karena rencananya setelah perlombaan selesai rombongan itu akan langsung kembali pulang ke kota mereka. Kata ibuku, "tak enak kalau kita diam saja padahal tahu kalau mereka datang ke Madiun."

Jadi..., sebenarnya ibuku tetap aja merepotkan diri. Tapi kali ini atas kehendak dan inisiatif sendiri. Prinsip ibuku masih tetap sama, yaitu memuliakan tamu. Meskipun tamu itu tak jadi bermalam di rumah orang tuaku....

Bingkisan Award

Rabu, 15 April 2009

25 catatan dari sahabat
Hari ini saat aku memeriksa shoutmix-ku, aku menerima 3 pesan yang membahagiakan, yang berasal dari Laisya and Her World, Tisti Rabbani dan Lost Penguin. Pesan-pesan itu sebagai berikut :

  • Laisya Mbak, ada award lagi, diambil ya :) (2009-04-15 1:28 AM)
  • tisti sore, mbk reni...dpt hadiah, diambil yaaa.. :) (2009-04-15 5:09 PM)
  • ian kunjungan sore..ada award ..diambil ya :) (2009-04-15 6:52 PM)
Alhamdulillah, dalam sehari aku mendapatkan 3 buah bingkisan award. Senang tentu saja !! Walaupun award dari mbak Laisya dan Ian (Lost Penguin) aku udah punya, tetap saja gak mengurangi rasa senengku. Makasih ya semuanya....

Ternyata musim award belum berlalu. Alhamdulillah, di saat musim kemarau sudah mulai hadir, tapi musim hujan award masih ada. Jadi seger deh..., setelah beberapa hari terasa "panas" sekali hehehe.

Oh ya, ini aku tampilkan semua award yang aku terima pada hari ini :


Award dari mbak Laisya


Award dari Ian


Award dari Mbak Tisti

Kali ini tak semua award akan aku bagikan. Yang akan aku bagi-bagikan pada sobat-sobat yang lain adalah award yang dari mbak Tisti. Berikut peraturan yang mengikutinya.

Be a proud member of the International Bloggers Community!
Rules:
1. Link the person who tagged you.
2. Copy the image above, the rules and the questionnaire in this post.
3. Post this in one or all of your blogs.
4. Answer the four questions following these Rules.
5. Recruit at least seven (7) friends on your Blog Roll by sharing this with them.
6. Come back to BLoGGiSTa iNFo CoRNeR
(Please do not change this link) at http://bloggistame.blogspot.com and leave the URL of your Post in order for you/your Blog to be added to the Master List.
7. Have Fun!

Questions and Your Answers :
1. Link the person who tagged you : Tisti
2. His/her site : Tisti Rabbani
3. Date when you were tagged : April 15, 2009
4. Person you tagged e's title and url:
Nah, buat teman-teman yang menerima award semoga senang ya ?! Semoga makin semangat berbagi lewat blog ..... !!

Etika dan Tata Krama (Part II)

Selasa, 14 April 2009

26 catatan dari sahabat
Aku akan melanjutkan lagi ceritaku tentang etika dan tata krama. Orang tuaku pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan terkait dengan etika dan tata krama ini. Sampai-sampai orang tuaku merasa sangat kecewa.

Agar tidak penasaran yang berkepanjangan, aku akan mulai ceritanya. Beberapa bulan yang lalu, kedua orang tuaku kedatangan tamu. Tamu ini adalah rombongan yang terdiri dari 7 orang yaitu : 3 orang guru dan 4 orang siswanya. Mereka berencana untuk menginap semalam di rumah orang tuaku.

Sebenarnya tamu ini adalah kenalan dari saudara kami. Guru-guru itu tak satupun yang dikenal oleh orang tuaku. Mereka adalah guru dari salah satu anak saudaraku. Sementara dari keempat siswa itu, hanya 1 orang yang dikenal orang tuaku, yaitu anak saudaraku.

Rombongan (dari luar kota) ini datang ke kota kami untuk mengikuti lomba yang diadakan di kota kami. Karena (kebetulan) ada saudaraku yang punya saudara di Madiun (maksudnya adalah orang tuaku), maka diputuskan oleh pihak sekolahnya untuk menginap di rumah orang tuaku (mungkin daripada menginap di hotel).

Untuk keperluan menginap itu, saudaraku sudah minta ijin pada orang tuaku lewat telepon. Setelah diskusi yang panjang antara kedua orang tuaku, maka ijin diberikan. Tentu saja kedua orang tuaku sudah mempertimbangkan kerepotan dalam menyiapkan kamar tidur serta suguhan yang akan diberikan kepada (rombongan) para tamu ini.

Terkait dengan lomba itu, memang pihak sekolah melarang orang tua murid mengantarkan anak-anaknya yang mengikuti lomba. Alasan gurunya adalah untuk melatih anak-anak mandiri. Semua urusan siswanya akan menjadi tanggung jawab guru yang mengantarkan. Sehingga, saudara-ku itupun tak dapat datang ke Madiun untuk membantu orang tuaku menyambut rombongan tamu ini.

Hari yang dinanti tiba. Rombongan datang malam hari sesudah makan malam (padahal ibuku sudah menyiapkan hidangan untuk menyambut mereka). Karena sudah malam, rombongan itu pun tak banyak berbasa basi dengan orang tuaku sebelum akhirnya mereka pergi tidur.

Keesokan paginya, kesibukan mempersiapkan siswa-siswanya sudah dilakoni guru-guru itu. Setelah menyantap sarapan yang disediakan orang tuaku, rombongan itu berangkat menuju tempat lomba. Sebelum berangkat ketua rombongan bilang pada orang tuaku bahwa sepulangnya dari tempat lomba mereka akan langsung pulang kembali ke kota mereka. Tanpa perlu mampir lagi ke rumah orang tuaku.

Setelah kejadian itu berlalu, ternyata kedua orang tuaku menyatakan kekecewaannya padaku. Yang mereka keluhkan adalah :
  • Tamu yang datang itu tak pernah langsung bicara dan minta ijin pada orang tuaku untuk datang menginap. Permintaan ijin itu bagi mereka cukup diwakilkan pada suadaraku (yang anaknya kebetulan ikut dalam rombongan itu) yang minta ijin lewat telepon.
  • Sesampainya di Madiun, tamu itu tak pernah sepatah pun berkata pada orang tuaku seperti ini : "Maaf pak, bu, kami minta ijin untuk bermalam di sini. Mungkin merepotkan bagi bapak dan ibu".
  • Sewaktu mereka hendak meninggalkan rumah orang tuaku, rupanya mereka juga tidak pernah berkata begini, "Terima kasih pak, bu, atas tumpangan bermalam yang diberikan kepada kami. Maaf kami telah merepotkan."

Sebenarnya hanya 3 hal itu yang diinginkan oleh orang tuaku. Orang tuaku tidak meminta "bayaran" atas tumpangan menginap yang disediakannya. Pun orang tuaku juga tak meminta "biaya" atas hidangan yang sudah disediakan. Orang tuaku merasa mereka sudah menjalankan kewajiban untuk memuliakan tamu.

Namun, orang tuaku tak bisa menutupi keinginan agar mereka juga mampu bersikap selayaknya tamu yang memiliki etika dan tata krama. Orang tuaku tak mampu menutupi rasa kecewa karena mereka sebagai tuan rumah (apalagi sudah tua !!) tidak diperlakukan secara selayaknya. Seolah-olah tamu itu datang untuk menginap di hotel saja, tanpa perlu berbasa-basi minta ijin dan berpamitan pada si pemiliknya.

Ternyata basa basi itulah yang diharapkan oleh orang tuaku. Bukan masalah uangnya. Bukan pula masalah kerepotan yang harus dijalani orang tuaku karena menerima tamu sebanyak itu bermalan di rumahnya. Basa-basi untuk minta ijin, mengucapkan terima kasih atas kesediaan menampung mereka dan basa basi sebelum pamit itulah yang ditunggu oleh orang tuaku.

Orang tuaku mengatakan, bahwa selayaknya sikap tamu adalah :"datang tampak muka dan pergi tampak punggung." Dan menurut orang tuaku, tamu-tamu itu tidak berbuat seperti yang diharapkan. Apakah orang tuaku salah ??

Etika dan Tata Krama (Part I)

Senin, 13 April 2009

13 catatan dari sahabat
Dalam bersosialisasi dengan orang lain, maka seseorang tak akan lepas dari etika dan tata krama dalam pergaulan. Prinsip-prinsip moral sangat erat dengan etika dan tata krama. Etika dan tata krama yang dijadikan pedoman itu biasanya dihubungkan dengan budaya, susila dan agama.

Karena dasar etika dan tata krama itu adalah budaya, susila dan agama, maka tentu saja penerapannya akan berbeda-beda. Entah itu antara satu orang dengan orang lainnya, ataupun antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Apa yang dianggap "benar" oleh satu orang atau suatu kelompok, ternyata dianggap sebaliknya oleh orang atau kelompok yang lain.

Akan tetapi, pada dasarnya kita sebagai bangsa Indonesia biasa dikelompokkan dalam "budaya timur". Budaya Timur selama ini dianggap sarat dengan etika dan tata krama maupun sopan santun dalam pergaulan. Oleh sebab itu, kalau ada warga negara Indonesia yang tidak mematuhi budaya ketimuran itu, so pasti banyak pihak (walau tidak semuanya) yang akan mengeryitkan dahi.

Orang tuaku termasuk salah satu di antara orang-orang yang mengeryitkan dahi. Sebagai orang Jawa, apalagi yang sudah tua, maka kedua orang tuaku masih sangat berpegang teduh pada etika dan tata krama yang berlaku di masyarakat. Bahkan mungkin orang tuaku sangat keras akan hal itu. Banyak sekali contoh yang bisa aku ceritakan tentang bagaimana kedua orang tuaku memagariku dengan etika dan tata krama itu.

Mungkin apa yang diterapkan oleh kedua orang tuaku padaku dianggap kuno atau kolot oleh sebagian orang. Tapi selama ini aku tak pernah keberatan menjalaninya. Dan untungnya teman-temanku dapat menghargai dan menerima tata krama itu setiap kali mereka main ke rumahku. Karena walaupun orang tuaku sangat ketat menerapkan tata krama itu, orang tuaku tetap memperlakukan teman-temanku dengan sangat baik. Bahkan, beberapa temanku malah sangat akrab dengan orang tuaku.

Ada kejadian masa lalu yang sangat aku ingat. Saat itu, aku sudah berstatus sebagai calon istri dari suamiku, karena kedua orang tuanya sudah datang melamarku. Beberapa bulan kemudian, calon suamiku (sekarang sudah berstatus : suami-ku) mengatakan padaku bahwa kedua orang tuanya akan mengajakku pergi ke Yogyakarta untuk menghadiri acara keluarga.

Waktu aku menyampaikan hal tersebut pada orang tuaku, ternyata orang tuaku tidak mengijinkan. Kecuali... kalau orang tua calon suamiku sendiri yang nelpon orang tuaku untuk mengutarakan niatnya dan meminta ijin mengajakku ikut serta pergi ke Yogyakarta. Hal tersebut aku sampaikan ke calon suamiku. Akhirnya, calon mertuaku meminta ijin langsung pada orang tuaku untuk bisa mengajakku pergi. Ijin akhirnya diberikan. Setelah kejadian itu, setiap kali pihak calon suamiku akan mengajakku pergi, pasti harus minta ijin langsung pada orang tuaku hehehe.

Kalau ingat kejadian masa lalu itu, aku suka senyum sendiri. Betapa ketatnya etika dan tata krama yang dipegang orang tuaku. Untung saja saat itu, calon suami dan calon mertuaku mau menerima dan memahami hal itu. Kalau tidak, mungkin hubunganku itu tak bisa berlanjut sampai kini ya ? Hehehe...

Etika dan tata krama memang bukan aturan tertulis. Bukan pula aturan baku. Karena etika dan tata krama bersandar pula pada persepsi. Persepsi atas norma, budaya dan susila yang tentu saja akan berbeda-beda pada tiap orang atau tiap kelompok. Walaupun begitu, apa yang biasanya diyakini "benar" oleh banyak orang itulah yang seringkali dijadikan pedoman.

Akan lebih mudah lagi, apabila etika dan tata krama dikembalikan dalam koridor agama. Karena apapun yang diatur di dalam agama, rasanya tak perlu untuk diragukan lagi bukan ??

Menyusuri Jejak Sejarah

Sabtu, 11 April 2009

17 catatan dari sahabat
Walau aku adalah penduduk asli Madiun, yang lahir dan besar di Madiun, tapi ternyata aku tak paham sama sekali tentang sejarah Madiun. Satu-satunya sejarah tentang Madiun yang kuketahui hanyalah peristiwa pemberontakan PKI tahun 1948. Sementara sejarah tentang asal-usul Madiun aku sama sekali tak tahu.

Atas usul Mas Willis Koes, aku pun tergelitik untuk mengetahui sejarah Kota Kelahiranku ini. Maka mulailah aku menyusuri jejak sejarah Madiun. Tapi ....., ternyata menyusuri sejarah sungguh tak semudah yang aku bayangkan. Panjangnya sejarah yang ada sempat membuatku bingung dan tak paham. Belum lagi dengan munculnya banyak "versi" yang ada. Entah mana yang benar, aku belum tahu dan rasanya harus belajar lagi.

Inilah hasilku setelah bersusah payah menyusuri jejak sejarah Kota Madiun :


* Sebelum berubah menjadi Madiun, nama yang dipakai ada beberapa versi :
  • Pada sejarah Kabupaten Madiun disebutkan 2 nama yaitu yaitu (desa / kabupaten) Wonorejo dan Purbaya.
  • Sementara di Wikipedia muncul 2 nama yaitu Wonosari dan Purabaya
* Nama Madiun baru digunakan sejak tanggal 16 Nopember 1590 Masehi (untuk menggantikan nama Purbaya / Purabaya).

* Asal kata Madiun berasal dari 2 versi yaitu :

  • gabungan dari : kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran.
  • pusaka/keris yang dipakai oleh Ki Ageng Ronggo Jumeno adalah pusaka / keris Tundung Mediun.
* Ki Panembahan Ronggo Jumeno (Ki Ageng Ronggo) adalah perintis berdirinya wilayah Madiun.

* Asal mula pemerintahan Kabupaten Madiun awalnya bermula dari Nguwaran Dolopo dan kemudian pusat pemerintahan dipindahkan ke desa Sogaten. Pada tahun 1575 berpindah lagi ke Desa Wonorejo atau Kuncen, Kota Madiun sampai tahun 1590.

* Pusat pemerintahan Kota Madiun semula adalah "Kuto Miring" terletak di Desa Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun, kemudian digeser ke utara lagi yaitu ditengah Kota Madiun (sekarang di Komplek Perumahan Dinas Bupati Madiun).

*
Beberapa peninggalan keadipatian Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun yaitu Masjid Nur Hidayatullah dll.

* Di Kelurahan Taman juga dimakamkan pahlawan-pahlawan pada zaman lampau, termasuk Kyai Ronggo (tapi tak jelas disebutkan yang mana, karena Ronggo ada Ronggo I s/d III)

* Ali Basah Sentot Prawirodirdjo adalah putra dari Ronggo II.

* Pada tanggal 1 Januari 1832 Madiun secara resmi dikuasai oleh Pemerintah Hindia belanda dan dibentuk suatu Tata Pemerintahan yang berstatus "Karisidenan".

* Ibu Kota Karisidenan berlokasi di Desa Kartoharjo (tempat Patih Kartohardjo) yang berdekatan dengan Istana Kabupaten Madiun di Pangongangan.

* Pada tahun 1906 Kerajaan Belanda mengeluarkan Undang-undang yang bertujuan untuk memisahkan wilayah perkotaan Madiun dari Pemerintah Kabupaten Madiun.

Rasanya, itu saja yang dapat aku ringkas tentang jejak sejarah Madiun. Kalau terlalu banyak nanti aku tambah pusing hehehe. Sedangkan bagi yang berminat untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah Madiun, silahkan kunjungi sumber-sumber di bawah ini. So... semangat yach !!

Sumber :
1. Sejarah Madiun
2. Sejarah Kabupaten Madiun
3.
Kota Madiun
4. Raden Ayu Retno Dumilah