Kenanganku tentang guruku (2)

Jumat, 27 November 2009

31 catatan dari sahabat
Gambar diambil dari sini

Aku merasa, guru-guruku SD sangat peduli dan perhatian pada murid-muridnya. Aku yang waktu kecil sering sakit amandel, sering kena marah guru-guruku jika aku ketahuan membeli es dan makanan kecil lainnya yang dapat membuat sakit amandelku kambuh.

Aku juga pernah membuat masalah 'besar' di sekolah. Saat itu kelas 4 SD, kami sekelas berseteru. Entah mengapa, anak-anak perempuan dan anak-anak laki-laki berseteru. Dan.., untuk kelompok perempuan, akulah yang jadi 'ketua'nya. Perseteruan itu akhirnya diketahui oleh guruku, sehingga aku dan temanku yang jadi 'ketua'nya anak laki-laki (Edy namanya) didamaikan di hadapan teman sekelas. Kalau ingat kejadian itu malu juga... hehehe.

Kenanganku tentang guruku (1)

Rabu, 25 November 2009

23 catatan dari sahabat
Gambar diambil dari sini

Selamat Hari Guru untuk rekan-rekan blogger yang berprofesi sebagai pendidik. Hari Guru yang diperingati pada hari ini (25 Nopember 2009), yang bertepatan dengan hari lahir PGRI, merupakan wujud penghargaan terhadap para guru. Sampai saat ini Guru masih digelari sebagai "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Aku sendiri mempunyai kenangan manis dengan guruku, khususnya guru Sekolah Dasarku. Memang, dibandingkan dengan guru-guruku yang lain, guru-guru SD-ku memiliki tempat istimewa di hatiku. Selama 6 tahun dalam bimbingan guru-guru SD-ku, banyak kejadian menyenangkan dan kegiatan yang dibuat khusus untuk kami. Semuanya tak terlupakan, bahkan hingga kini.

Aku dan pekerjaanku

Senin, 23 November 2009

30 catatan dari sahabat

Wanita yang bekerja sepertiku memang seringkali dihadapkan pada dilema, yaitu mengutamakan keluarga atau karier. Sebagaimana wanita pada umumnya, aku pun berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan perhatianku pada keluarga. Namun karena aku bekerja, mau tak mau aku harus pandai-pandai membagi waktuku untuk keduanya. Menyadari keterbatasan waktuku, maka aku sangat menikmati saat-saat kebersamaanku dengan suami dan anakku.

Aku sejujurnya tak mengejar karier, karena bekerja bagiku adalah sebuah bentuk aktualisasi diri. Aku tak pernah memiliki impian untuk menduduki posisi atau jabatan tertentu. Selama ini aku telah menjalani pekerjaanku dengan perasaan senang dan tanpa beban. Aku menikmati setiap tahap pencapaianku, setapak demi setapak, dengan perasaan bangga bahwa aku ternyata mampu melakukannya dengan baik.

Simpati Untuk Nenek Minah

Sabtu, 21 November 2009

24 catatan dari sahabat
Gambar diambil dari sini

Di tengah kesibukanku yang sangat melelahkan dan menegangkan, kudapatkan berita menyedihkan tentang Nenek Minah. Sebagaimana diberitakan dalam berbagai media bahwa Nenek Minah telah menjadi 'korban' dari penguasa dan lemahnya hukum di negeri ini. Nenek berusia 55 tahun yang buta huruf itu tak mampu melawannya.

Nenek Minah yang telah mengambil 3 buah kakao (dan telah menyerahkannya kembali kepada pemiliknya : PT Rumpun Sari Antan) ternyata harus membayarnya dengan hukuman percobaan satu setengah bulan (45 hari). Harga 3 butir kakao yang hanya seharga Rp. 2.000 harus dibayar dengan harga yang sangat tidak sebanding, sampai-sampai hakim pun membacakan putusannya suara tersendat karena menahan tangis.


Di bawah tekanan

Minggu, 15 November 2009

29 catatan dari sahabat
Dalam iklan lowongan pekerjaan, seringkali aku menemukan kalimat "Mampu bekerja di bawah tekanan" sebagai salah satu syaratnya. Hal ini awalnya membuatku bertanya-tanya, karena jika yang dibutuhkan adalah : inovatif, kreatif, fujur, bertanggung jawab, bersemangat tinggi, rasanya aku mudah memahaminya bahwa hal itu memang penting dan perlu. Tapi mengapa kemampuan bekerja di bawah tekanan juga dianggap penting dalam sebuah pekerjaan, itu yang awalnya aku kurang paham.

Namun.... kini aku mengerti, bahwa "mampu bekerja di bawah tekanan" memang sangat diperlukan dalam pekerjaan. Tekanan ini dapat diartikan tekanan dari 2 arah, yaitu tekanan dari diri sendiri dan tekanan dari luar. Tekanan dari diri sendiri biasanya muncul dari masalah-masalah pribadi yang dapat mengganggu pekerjaan. Sedangkan tekanan dari luar bisa dari atasan, teman sekerja, masyarakat, lingkungan kantor dan sebagainya.

Ketika korban berubah jadi tersangka

Rabu, 11 November 2009

24 catatan dari sahabat
Kejahatan kian marak dimana-mana. Penyakit sosial ini semakin meluas di masyarakat kita. Tiap hari kita dengar berita kriminalitas di berbagai stasiun televisi kita. Gambaran kehidupan masyarakat kita yang kian menyedihkan.

Beberapa hari yang lalu, seorang temanku mengalami musibah. Tas kerjanya hilang di kantor. Pencuri masuk ke kantor temanku pada saat jam istirahat siang. Sebenarnya saat itu temanku masih ada di kantor, hanya saja dia sedang tidak duduk di meja kerjanya. Kebetulan dia ada di ruangan komputer yang letaknya terpisah dari meja kerjanya. Karena sedang asyik menekuni pekerjaannya, rupanya temanku tak tahu ada tamu tak diundang yang masuk.

Menikmati senja

Senin, 09 November 2009

26 catatan dari sahabat
Masih berkutat dengan senja. Entah mengapa, aku sangat suka dengan suasana senja. Ada ketenangan dan kedamaian di dalamnya. Suasana yang memberikan kebahagiaan dalam kesunyian.

Kangen

Sabtu, 07 November 2009

28 catatan dari sahabat
Gambar diambil dari sini

Kang.., aku kangen
Sudah lama rasanya tak kau peluk diriku
kau usap rambutku
dan kau elus pipiku
seperti dulu...


Yang tak aku mengerti

Kamis, 05 November 2009

23 catatan dari sahabat

Aku duduk terpekur. Sungguh banyak hal yang tak ku mengerti. Begitu banyak yang tak ku pahami. Aku mengeluh karena semakin hari semakin banyak hal yang tak mampu diterima oleh otak-ku yang memang tak mengenyam pendidikan tinggi ini. Aku merasa terasing, karena seolah-olah diri-ku bukanlah bagian dari dunia yang ada sekarang. Semua itu menyangkut kata yang sangat jauh dari jangkauanku : politik.


Politik... politik... Aku sungguh tak paham saat dunia di sekitar-ku kembali bicara soal isu-isu politik yang makin panas. Istilahnya aneh-aneh. Ada politik uang, elit politik, politik balas budi bahkan konspirasi politik. Apa itu konspirasi..? Sayang aku tak punya kamus seperti yang dipunyai orang-orang pintar itu. Lebih sayang lagi, aku tak punya teman yang bisa aku tanya tentang semua itu. Mereka sibuk sendiri dengan dunianya, dan tak ada yang mau repot memikirkan politik.




Bangku di taman itu

Selasa, 03 November 2009

35 catatan dari sahabat

Kubayangkan, alangkah menyenangkan jika di kotaku ada sebuah taman yang nyaman. Taman yang ditumbuhi pohon-pohon rindang. Tentu tak ketinggalan dengan bunga-bunga dan bangku taman. Ya.., bangku taman yang terbuat dari kayu. Sudah lama aku memimpikan hal itu ada di taman kotaku.

Kubayangkan, jika ada bangku di taman itu... pasti aku akan sering meluangkan waktuku di sana saat senja datang menyapa. Sambil menikmati indahnya alam dan sejuknya hembusan angin senja. Pasti menyenangkan sekali melakukan hal itu, suatu saat kelak.


Merubah sudut pandang

Minggu, 01 November 2009

17 catatan dari sahabat
Sudut pandang membuat perbedaan yang sangat besar terhadap sebuah peristiwa. Hal itulah yang aku alami beberapa hari terakhir ini. Mulanya, aku merasa jengkel luar biasa karena melihat seseorang yang bersikap dan berbicara semaunya. Padahal, mengingat posisinya, maka apa yang dilakukannya dan diucapkannya itu akan mempengaruhi banyak orang yang bekerja bersamanya.

Sudah beberapa kali dia seolah melepas tanggung jawabnya dan menyerahkan begitu saja kepada orang lain. Berulang kali pula dia tak mengambil keputusan di saat-saat yang sangat penting. Lebih parah lagi, apa yang dikatakannya sama sekali tak mencerminkan apa yang telah diperbuatnya. Yang terjadi kemudian adalah pekerjaannya jadi sangat terganggu dan nyaris tak ada yang beres.