Entah sudah berapa kali aku mendengar berita tentang tabung elpiji 3 kg yang meledak dan memakan korban. Yang terakhir aku dengar adalah pemilik kantin kantorku juga menjadi korban ledakan tabung elpiji 3 kg itu. Untung saja, luka yang dialaminya tidak serius. Namun begitu, rasa was-was itu tetap ada. Apalagi sekarang setiap rumah (di lingkunganku) telah mempunyai tabung itu. Takutnya kalau meledak, bukan hanya satu rumah yang menjadi korbannya... tapi beberapa rumah. Namanya tinggal di komplek perumahan, rumahnya sudah gandeng semuanya. Kalau satu terbakar... maka akan dengan mudah merembet ke tetangga-tetangganya. Iih... ngeri.
Minggu, 07 Februari 2010
Jumat, 05 Februari 2010
Bertetangga dengan stasiun radio
Sudah selama 8 tahun aku tinggal di komplek perumahan, setelah sebelumnya aku dan suami masih numpang di rumah ortu. Komplek perumahan-ku ini berdekatan dengan sebuah radio swasta yang cukup terkenal di kotaku. Kebetulan, yang paling dekat dengan stasiun radio itu adalah blok tempatku tinggal. Bahkan.., tower (pemancar) dari stasiun radio itu tak jauh dari rumahku (hanya berjarak kurang lebih 8 meter).
Pada awal-awal bertetangga dengan stasiun radio itu, ada rasa was-was dalam hatiku, terutama jika ada petir dan angin besar. Maklum saja..., tower dari stasiun radio itu tinggi sekali (kurang lebih 70 meter !). Jadi selalu ada rasa khawatir jika sewaktu-waktu tower itu ambruk terkena petir atau angin. Namun lama-lama aku mulai bisa 'cuek'... soalnya capek juga kalau terus menerus merasa khawatir dan was-was.
Pada awal-awal bertetangga dengan stasiun radio itu, ada rasa was-was dalam hatiku, terutama jika ada petir dan angin besar. Maklum saja..., tower dari stasiun radio itu tinggi sekali (kurang lebih 70 meter !). Jadi selalu ada rasa khawatir jika sewaktu-waktu tower itu ambruk terkena petir atau angin. Namun lama-lama aku mulai bisa 'cuek'... soalnya capek juga kalau terus menerus merasa khawatir dan was-was.Kamis, 04 Februari 2010
Update...
Sebenarnya, aku kemarin sudah ingin sekali update blog. Namun keinginan itu terpaksa aku tunda, karena aku sibuk 'membenahi' Blog "The Others..."-ku yang tiba-tiba error. Meskipun sudah 2 hari aku otak-atik blog itu.., tapi penyakitnya belum ketemu juga sampai kemarin malam. Sampai-sampai waktuku untuk blogging pun tersita.
Setelah tadi siang ~di kantor~ aku berhasil mengganti template blog "The Others.."-ku... tapi aku belum bisa langsung update blog ini maupun blogwalking. Aku malah sibuk 'membenahi' blog baruku dan memasang kembali beberapa widget yang sempat hilang. Ternyata mengganti template blog bukan perkara sederhana bagiku... (^_^)
Setelah tadi siang ~di kantor~ aku berhasil mengganti template blog "The Others.."-ku... tapi aku belum bisa langsung update blog ini maupun blogwalking. Aku malah sibuk 'membenahi' blog baruku dan memasang kembali beberapa widget yang sempat hilang. Ternyata mengganti template blog bukan perkara sederhana bagiku... (^_^)
Selasa, 02 Februari 2010
Oleh-oleh cuti (2)
Setelah sebelumnya aku berbagi sedikit tentang oleh-oleh cutiku, maka kali ini aku akan menuntaskan membagi oleh-oleh cuti itu. Supaya aku tak lagi punya hutang janji pada sahabat semua. Kalau teman-teman kantor dan tetanggaku sudah mendapat bagian oleh-oleh jenang, sale pisang dan lain-lain... maka teman-teman dari dunia maya cukup mendapatkan oleh-oleh cerita saja ya ?
Sebenarnya dari awal berangkat ke Pacitan, Shasa sudah bilang ingin ke Gua. Rupanya, pengalamannya masuk ke Gua Tabuhan di Pacitan setahun yang lalu membuatnya terkesan, dan dia ingin ke Gua Gong. Namun terpaksa kali ini kami tak dapat memenuhi keinginan Shasa untuk masuk ke Gua Gong. Penyebabnya adalah, kami khawatir saat kami sedang berada di dalam gua, tiba-tiba ada gempa. Sebab, pada hari Kamis pagi, sebelum kami sampai di Pacitan, ternyata Pacitan kembali dilanda gempa. Tentu saja, berita itu membuat kami khawatir juga kalau harus masuk ke gua. Untung saja, setelah diberi penjelasan, Shasa mau mengurungkan niatnya ke Gua Gong.
Sebenarnya dari awal berangkat ke Pacitan, Shasa sudah bilang ingin ke Gua. Rupanya, pengalamannya masuk ke Gua Tabuhan di Pacitan setahun yang lalu membuatnya terkesan, dan dia ingin ke Gua Gong. Namun terpaksa kali ini kami tak dapat memenuhi keinginan Shasa untuk masuk ke Gua Gong. Penyebabnya adalah, kami khawatir saat kami sedang berada di dalam gua, tiba-tiba ada gempa. Sebab, pada hari Kamis pagi, sebelum kami sampai di Pacitan, ternyata Pacitan kembali dilanda gempa. Tentu saja, berita itu membuat kami khawatir juga kalau harus masuk ke gua. Untung saja, setelah diberi penjelasan, Shasa mau mengurungkan niatnya ke Gua Gong.
Senin, 01 Februari 2010
Oleh-oleh cuti (1)
Akhirnya setelah menjalani cuti selama 3 hari dan berlibur ke Pacitan selama 4 hari, aku kembali ke rutinitasku. Kemarin sore, aku sudah kembali ke Madiun lagi. Sebenarnya aku ingin langsung posting tentang oleh-olehku selama cuti di Pacitan, seperti yang aku janjikan sebelumnya. Namun, terpaksa kutunda dengan 2 alasan.
Alasan pertama adalah aku merasa kurang enak badan, setelah sempat kehujanan beberapa kali. Tenggorokanku sudah merasa serak, badan terasa "nggreges" dan kepala sedikit pusing. Makanya, aku memilih tidur saja kemarin dan melupakan niat untuk blogwalking plus blogging.
Alasan pertama adalah aku merasa kurang enak badan, setelah sempat kehujanan beberapa kali. Tenggorokanku sudah merasa serak, badan terasa "nggreges" dan kepala sedikit pusing. Makanya, aku memilih tidur saja kemarin dan melupakan niat untuk blogwalking plus blogging.
Langganan:
Postingan (Atom)