Minggu, 09 Januari 2011

Dibalik kehidupan pesantren

Novel yang terinspirasi oleh kisah nyata ini benar-benar telah membuka pengetahuanku tentang seluk beluk kehidupan di sebuah pondok pesantren (khusus laki-laki). Dan, setelah membaca novel ini pula gambaranku selama ini tentang dunia pesantren ternyata jauh berbeda.

Alif yang sebenarnya ingin masuk ke sekolah umum (SMA) terpaksa harus merelakan melepas impiannya itu. Amaknya (ibunya) bersikeras agar Alif masuk sekolah agama (Islam) dengan harapan agar anaknya kelak mampu menjadi pemimpin agama yang hebat dan berpengetahuan luas.

Sabtu, 08 Januari 2011

Aku 'kecewa'

Aku 'kecewa' nih ceritanya... karena acara tebak-tebakanku kemarin tak berhasil. Mengapa kusebut tak berhasil? Karena semua yang menjawab tebakanku itu.. tak satupun yang salah. Atau dengan kata lain, semua bisa menjawab dengan tepat. Tak seru ah... *manyun*

Ohya, mungkin ada yang bingung dengan apa yang aku maksudkan di atas ya? Ceritanya, kemarin itu aku memajang foto-foto lamaku (waktu aku baru lulus SMA dan masih berstatus mahasiswa tingkat awal). Terus, aku iseng meminta siapa saja yang mampir ke postinganku itu untuk menebak aku. Ternyata... semua yang menjawab bisa menebak dengan tepat, padahal aku sih berharapnya banyak yang salah tebak lho... hiks.

Jumat, 07 Januari 2011

Secuil kenangan lama

Setelah beberapa hari aku absen dari FB, baru tadi aku menyempatkan diri membuka FBku. Ternyata ada kejutan manis untukku. Seorang teman lama meng-upload foto-foto kenangan lama dan tak lupa aku di-tag di foto itu.

Saat itu kami sudah lulus SMA dan sudah tersebar di berbagai kota untuk melanjutkan kuliah. Kesempatan liburan kami manfaatkan untuk kumpul bersama untuk melepas kangen sekalian jalan-jalan bareng ke Sarangan. Nah, foto saat jalan-jalan ke Sarangan itulah yang ditampilkan di FB oleh temanku itu.

Kamis, 06 Januari 2011

Mengapa harus sinis?

Dalam hidup ini, kita pasti pernah berhadapan dengan orang-orang yang sinis. Orang-orang seperti itu lebih suka mengejek dan memandang rendah orang lain. Akibatnya, mereka hanya melihat sisi negatifnya saja dan tanpa disadari telah membuang (atau melupakan) hal-hal yang positif.

Terus terang saja, sangat melelahkan berhadapan dengan orang-orang yang sinis seperti itu. Apapun yang kita lakukan pasti salah di matanya. Dan ajaibnya, dia selalu saja dapat melihat kesalahan dari seseorang atau dari suatu peristiwa. Banyak sekali hal atau kejadian yang tak bisa memuaskannya.

Rabu, 05 Januari 2011

Sebuah dasi

Minggu yang lalu aku berniat membelikan Shasa sebuah dasi, untuk ganti dasi sekolahnya yang sudah jelek. Sebenarnya aku sudah beberapa kali membelikannya dasi untuk sekolah, dan kali ini entah keberapa kalinya aku membelikan dasi lagi untuknya. Alasan mengapa aku sampai beberapa kali membelikan dasi paling sering karena tali dasi itu yang rusak (molor atau putus).

Saat aku masuk ke toko yang menjual dasi sekolah itu, Shasa ikut denganku. Setelah memilih-milih, aku mengambil 2 buah dasi untuk Shasa. Kupikir sekalian saja aku belikan dua, biar ada persediaan di rumah jika sewaktu-waktu dasi Shasa talinya molor atau putus lagi. Sambil menyerahkan kedua dasi itu kepada penjualnya, aku tanyakan berapa harga per bijinya dan dijawab bahwa harganya Rp. 3.000,- per biji.