Jumat, 27 November 2009

Kenanganku tentang guruku (2)

Gambar diambil dari sini

Aku merasa, guru-guruku SD sangat peduli dan perhatian pada murid-muridnya. Aku yang waktu kecil sering sakit amandel, sering kena marah guru-guruku jika aku ketahuan membeli es dan makanan kecil lainnya yang dapat membuat sakit amandelku kambuh.

Aku juga pernah membuat masalah 'besar' di sekolah. Saat itu kelas 4 SD, kami sekelas berseteru. Entah mengapa, anak-anak perempuan dan anak-anak laki-laki berseteru. Dan.., untuk kelompok perempuan, akulah yang jadi 'ketua'nya. Perseteruan itu akhirnya diketahui oleh guruku, sehingga aku dan temanku yang jadi 'ketua'nya anak laki-laki (Edy namanya) didamaikan di hadapan teman sekelas. Kalau ingat kejadian itu malu juga... hehehe.

Rabu, 25 November 2009

Kenanganku tentang guruku (1)

Gambar diambil dari sini

Selamat Hari Guru untuk rekan-rekan blogger yang berprofesi sebagai pendidik. Hari Guru yang diperingati pada hari ini (25 Nopember 2009), yang bertepatan dengan hari lahir PGRI, merupakan wujud penghargaan terhadap para guru. Sampai saat ini Guru masih digelari sebagai "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Aku sendiri mempunyai kenangan manis dengan guruku, khususnya guru Sekolah Dasarku. Memang, dibandingkan dengan guru-guruku yang lain, guru-guru SD-ku memiliki tempat istimewa di hatiku. Selama 6 tahun dalam bimbingan guru-guru SD-ku, banyak kejadian menyenangkan dan kegiatan yang dibuat khusus untuk kami. Semuanya tak terlupakan, bahkan hingga kini.

Senin, 23 November 2009

Aku dan pekerjaanku


Wanita yang bekerja sepertiku memang seringkali dihadapkan pada dilema, yaitu mengutamakan keluarga atau karier. Sebagaimana wanita pada umumnya, aku pun berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan perhatianku pada keluarga. Namun karena aku bekerja, mau tak mau aku harus pandai-pandai membagi waktuku untuk keduanya. Menyadari keterbatasan waktuku, maka aku sangat menikmati saat-saat kebersamaanku dengan suami dan anakku.

Aku sejujurnya tak mengejar karier, karena bekerja bagiku adalah sebuah bentuk aktualisasi diri. Aku tak pernah memiliki impian untuk menduduki posisi atau jabatan tertentu. Selama ini aku telah menjalani pekerjaanku dengan perasaan senang dan tanpa beban. Aku menikmati setiap tahap pencapaianku, setapak demi setapak, dengan perasaan bangga bahwa aku ternyata mampu melakukannya dengan baik.

Sabtu, 21 November 2009

Simpati Untuk Nenek Minah

Gambar diambil dari sini

Di tengah kesibukanku yang sangat melelahkan dan menegangkan, kudapatkan berita menyedihkan tentang Nenek Minah. Sebagaimana diberitakan dalam berbagai media bahwa Nenek Minah telah menjadi 'korban' dari penguasa dan lemahnya hukum di negeri ini. Nenek berusia 55 tahun yang buta huruf itu tak mampu melawannya.

Nenek Minah yang telah mengambil 3 buah kakao (dan telah menyerahkannya kembali kepada pemiliknya : PT Rumpun Sari Antan) ternyata harus membayarnya dengan hukuman percobaan satu setengah bulan (45 hari). Harga 3 butir kakao yang hanya seharga Rp. 2.000 harus dibayar dengan harga yang sangat tidak sebanding, sampai-sampai hakim pun membacakan putusannya suara tersendat karena menahan tangis.

Minggu, 15 November 2009

Di bawah tekanan

Dalam iklan lowongan pekerjaan, seringkali aku menemukan kalimat "Mampu bekerja di bawah tekanan" sebagai salah satu syaratnya. Hal ini awalnya membuatku bertanya-tanya, karena jika yang dibutuhkan adalah : inovatif, kreatif, fujur, bertanggung jawab, bersemangat tinggi, rasanya aku mudah memahaminya bahwa hal itu memang penting dan perlu. Tapi mengapa kemampuan bekerja di bawah tekanan juga dianggap penting dalam sebuah pekerjaan, itu yang awalnya aku kurang paham.

Namun.... kini aku mengerti, bahwa "mampu bekerja di bawah tekanan" memang sangat diperlukan dalam pekerjaan. Tekanan ini dapat diartikan tekanan dari 2 arah, yaitu tekanan dari diri sendiri dan tekanan dari luar. Tekanan dari diri sendiri biasanya muncul dari masalah-masalah pribadi yang dapat mengganggu pekerjaan. Sedangkan tekanan dari luar bisa dari atasan, teman sekerja, masyarakat, lingkungan kantor dan sebagainya.