Kamis, 07 Januari 2010

Cinta Kasih Sinar



Sinar... hadirmu bagaikan secercah sinar dalam suramnya kehidupan keluargamu. Tulusnya cintamu, murninya kasihmu telah membuatku malu. Walau baru 6 tahun usiamu, namun kau telah menunjukkan betapa sangat dewasanya dirimu. Dengan gagah berani kau pikul beban itu, kau rengkuh tanggung jawab itu.

Sinar... sungguh beruntung ibumu punya anak yang berbakti sepertimu. Kau relakan masa-masa bermainmu untuk merawat ibumu. Memasak, mencuci dan memandikan ibumu kau lakukan tanpa keluh. Masa kanak-kanakmu telah lenyap sejak 2 tahun lalu, sejak ibumu menderita lumpuh. Kau tak hirau semua itu karna bagimu melayani ibumu adalah perhatian utamamu.

Sinar... meski berat beban rumah tangga kau lakoni, namun tak surut niatmu tuk tetap dapat menuntut ilmu. Berjalan berkilo-kilo, menyeberang sungai pun kau jalani untuk menuju sekolahmu. Meski seringkali harus datang terlambat ke sekolah, tak membuatmu malas menuntut ilmu.

Sinar... andai bapakmu ada, mungkin kau tak perlu menanggung semuanya sendiri. Mungkin kau tak akan kehilangan masa bermainmu. Namun rupanya takdir berkata lain padamu, namun tak sedikitpun kau menyesalinya. Tugas mengurus seorang ibu yang lumpuh telah dipikul sendiri di pundak kecil anak kelas 1 SD sepertimu.

Sinar... tak terbayangkan olehku, kau kuat melakukan semua itu. Tubuh kecilmu harus memikul beban sedemikian beratnya. Aku tersentuh dengan besarnya cintamu pada ibumu. Aku tergetar oleh ketulusanmu. Dalam diammu.., kau telah mengajarkan banyak hal padaku. Betapa murninya kasih dan cintamu pada ibumu. Betapa besar pengorbananmu...

Sinar... dari pelosok Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat... harumnya pengorbananmu telah tercium ke seluruh nusantara. Semua terpukau oleh kebersahajaanmu. Semua tergerak untuk membantu meringankan bebanmu. Semoga sepenggal episode hidupmu mampu memberikan inspirasi bagi siapa saja untuk mampu mencintai dengan sepenuh hati. Agar kami tak segan berkorban untuk orang-orang yang kami kasihi.

Sinar... terima kasih kepadamu yang dalam lugumu telah mengajarkan indahnya berkorban untuk orang-orang tercinta. Terima kasih yang dalam kepolosanmu telah menunjukkan dahsyatnya kekuatan dari cinta yang tulus dan murni. Sinar... semoga Allah memberikan kebahagiaan yang besar kepadamu. Amin.

********

Perjuangan Sinar ternyata menggungah hati banyak pihak, termasuk grup band ST 12. Tidak hanya datang ke rumah Sinar, tapi juga menciptakan sebuah lagu untuk Sinar yang berjudul "Sinar Pahlawanku". Vokalis ST 12, Charly mengaku menciptakan lagu ini agar Sinar dapat lebih terinspirasi dan termotivasi dalam menjalani hidup. Diharapkan lagu tersebut dapat menguatkan Sinar.


Download Mp3 Sinar Pahlawanku-Charly Ahmed

32 komentar:

  1. Subhanallah... mbak, saya menitikan air mata membaca ini. Maha suci Allah, yang telah menciptakan langit dan bumi. Allahu Akbar...

    BalasHapus
  2. Ya Allah mbak, gak bisa digambarin dengan kata2 lihatnya :(( :(( Subhanallah... Allah sungguh memberikan cobaan kepada hamba-Nya sesuai dengan kemampuanya.

    BalasHapus
  3. Mbak..ketika melihat tayangan ini saya sudah menangis. Sekarang jadi pengen nangis lagi. Subhanallah..

    BalasHapus
  4. Subhanallah, Semoga Allah segera memberi kesembuhan bagi ibunya dan memberi rejeki seluas-luasnya untuk sinar dan ibunya! Amin!

    Pelajaran berharga dari Sinar buat diriku dan keluargaku! Trim's mbak Reni yang telah membagi cerita ini!

    Tidak ada larangan kan pria menangis, tulisannya benar-benar hidup!

    BalasHapus
  5. hmmm..... surga kelak ganjaran yg setimpal.. :D
    mbk.. maaf ya.. lum sempat pajang awrdnya... ntra ya... :D

    BalasHapus
  6. Sinar?
    Jadi penasaran...emang pernah di tipi ya mbak? anak sekecil itu kerja emang ibunya kenapa?

    BalasHapus
  7. kemarin liat Sinar pas didatengin ma charlie ST12...subhanallah, jadi malu banget rasanya :'(

    BalasHapus
  8. Cuma Tuhan yang tau hatinya Sinar itu terbuat dari apa... *sobbing*

    BalasHapus
  9. apa yg dilakukan oleh seorang anak kecil yg masih polos itu sungguh mulia,saya yg sudah dewasa merasa malu dan takjub dengan anak kecil yg bernama sinar itu.

    BalasHapus
  10. Subhanallah. Berita terakhir, uang yang disumbangkan oleh Charly dkk, digasak maling di rumah Sinar. Kasihan banget.

    BalasHapus
  11. Subhanallah...anak yang benar2 berbakti.....

    BalasHapus
  12. "sinar" nama gadis kecil ntu mba ya?????

    semoga memang kelak bisa "bersinar" seperti namanya.........cobaan saat ini pasti menambah kuat dirinya dimasa depan!!!

    salut untuk Sinar!!!

    BalasHapus
  13. Mungkin kebetulan, tapi saya yakin tidak...
    Nama Sinar bener2 tidak tempelan semata.
    Semoga Sinar Kecil ini diberi kekuatan.
    Dengan kekuasaan Tuhan dan kemajuan teknologi, apa yg dialami Sinar bisa terekspose dan menggugah hati kita.

    BalasHapus
  14. Subhanallah... betapa tegarnya itu anak. dalam usia yg masih kanak2 sudah harus melakukan hal2 yg seperti itu. Saya ndak bisa bayangkan jika aku yg jalani semua itu, mungkin saya udah nyerah dan putus asa, Subhanallah...

    Maha Besar Engkau ya Allah...

    BalasHapus
  15. salam sobat
    sangat mengharukan mba,,
    kita bisa mengambil teladannya,anak sekecil itu sudah berhati mulia , tulus kasih sayangnya,untuk sang ibunya. .

    BalasHapus
  16. Allah Maha Agung
    Allah Mahakuasa
    Dia yang mengetahui penderitaan umat-Nya, Dia yang mengetahui isi hati dan ketulusan cinta seorang anak
    Puji kebesaran-Mu Ya Allah
    Engkau mengetahui doa-doa kami buat Sinar

    BalasHapus
  17. Jadi sangat terharu sekali melihat sosok bocah kecil ini, luar biasa patut kita contoh kasihnya terhadap seorang ibu. Begitu tulus..

    Siapapun kita, selayaknya kisah Sinar dan ibunya sedikit banyak mengetuk hati kita yang masih kurang menyadari betapa besar kasih sayang orangtua pada kita; yang kadang melalaikan kewajiban kita sebagai seorang anak; yang kurang menghargai pengorbanan seorang ibu; yang terbiasa meminta tanpa memberi untuk orang tua kita.
    Bisakah kita seperti Sinar?
    Buat Blog

    BalasHapus
  18. Sang Sinar juga telah menyentuh saya mbak. Kebetulan Sempat beberapa kali nonton beritanya. Mari sinari Sinar. Nice post.

    BalasHapus
  19. aku terharu banget liat kisah sinar ini mba,*_*

    sedih ya..meskipun tidak terpancar sedikit pun kesedihan dari wajahnya.
    dia tetap menampilkan wajah kanak2nya yg polos dan suci...
    tapi tanggung jawab dan cintanya terhadap sang bunda,sangat lua biasa.

    Dia memang sinar ya mba,...sinar bagi sang bunda,ibunya pasti sangat bersyukur memiliki anak seperti sinar ^_^

    BalasHapus
  20. betapa dalam cintanya bu saya meski laki-laki menitipkan airmata melihat artikel ini bubener jadi lebai banget

    BalasHapus
  21. Tak henti2 nya ku mengucap subhanallah,sungguh kau adalah malaikat yg dikirim Allah ,air mata tiada berhenti menitik mba ,terharu sekali...

    BalasHapus
  22. Itulah tanda bahwa cinta dapat memberi kekuatan yg lua biasa pada manusia yg lemah.

    BalasHapus
  23. kemaren aq sempat lihat beritanya d TV pas goub band ST!@ berkunjung sangat2 terharu aq mb'.... apalagi pas dengerin lagunya..... dah g bisa berkata2 lagi

    BalasHapus
  24. Semua terenyuh mendengar kisah ini... kecuali maling yang telah menggasak uang pemberian Charlie dkk, sungguh biadab maling itu.. semoga diberi ganjaran yang setimpal...

    BalasHapus
  25. semoga kebahagiaan selalu bersamanya

    BalasHapus
  26. saya juga lihattayangan nya di silet rcti mbak...
    menggugah sekali...
    nice post

    BalasHapus
  27. masyaallah...subahanallah...ikut menitikkan airmata sis

    BalasHapus
  28. Mba.. aku nonton acara ntu sampe nangis lo, bener2 deh.. terharu. sungguh mulia sinar itu, ga salah ibunya memberi nama sinar. betul2 sesuai.

    BalasHapus
  29. Banyak Sinar-Sinar yang lain di sana yang tidak diketahui oleh orang.

    Rangkaian kata yang indah mbak..

    BalasHapus
  30. ga bisa komen apa2 saking terharunya ... hiks

    BalasHapus
  31. Sinar anakku, ini hari ketiga saya memantau keadaanmu, ingin mengetahui keadaan terakhir mu. Sudah tiga hari pula saya menangis setiap melihat mu di video ataupun di media.
    Semoga semua keinginanmu terijabah oleh Allah.Apakah ada yg tahu bagaimana bisa berkontribusi untuk anak/adik kita tersayang ini?

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)