Selasa, 23 Maret 2010

Ilmu yang bermanfaat

Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa sesuatu yang pada mulanya tidak kita suka ternyata justru sangat berarti dalam hidup kita ? Hal itulah yang dialami oleh seorang Prihatin dan aku memanggilnya : Mbak Prih. Dia dulu bekerja pada ibuku sejak aku masih SD (kalau tak salah kelas 3 SD) sampai aku kuliah (tepatnya pada semester berapa aku lupa). Di antara semua orang yang pernah bekerja di rumah kami, dialah yang paling lama. Jika pada akhirnya dia memilih berhenti itu semata-mata karena dia menikah.

Yang aku ingat tentangnya adalah, dia orangnya sangat tomboy, tidak terlalu tinggi dan sangat kurus. Pekerjaan apa saja dapat dikerjakannya dengan sangat baik. Hanya saja, dia dulu paling tidak telaten kalau disuruh ibu membantu memasak di dapur. Salah satu hobby ibuku adalah memasak, bukan hanya memasak sayur dan lauk pauk tapi juga membuat aneka jajanan. Ibuku hampir tiap hari menyempatkan membuat jajanan untuk kami dan tentu saja mbak Prih diminta membantu.

Yang lucu, setiap kali diminta ibuku membantu memasak, dia selalu melontarkan kata-kata yang intinya adalah pekerjaan memasak dan membuat jajanan sangat rumit. Ibuku selalu tertawa setiap mendengar 'keluhannya' itu karena mbak Prih mengatakannya dengan nada bercanda. Kami semua sampai hafal kata-kata yang akan dilontarkannya jika dia diminta membantu Ibu memasak di dapur, karena kata-kata itu selalu keluar dari mulutnya. ^_^

Dia pernah berkata, dia lebih memilih disuruh bekerja kasar lainnya daripada diminta membantu memasak di dapur. Karena memasak tak dapat dilakukan dengan terburu-buru dan sembrono. Tapi Ibu terus menerus berkata bahwa dia harus belajar memasak, agar nanti kalau menikah sudah pinter. Pada dasarnya, Ibuku puas dengan pekerjaan Mbak Prih selama itu, tapi Ibu belum pernah memasrahkan urusan memasak sepenuhnya padanya. Urusan memasak tetap menjadi urusan Ibu dan Mbak Prih hanya diminta membantu.

Tak disangka, kini kegiatan memasak menjadi andalan Mbak Prih dalam menjalani hidupnya. Setelah menikah dan punya anak, dia membantu suaminya bekerja mencari uang. Maklum saja, suaminya adalah pekerja serabutan sehingga penghasilannya tidak menentu. Mbak Prih pun turun tangan membantu suaminya mencari nafkah dengan jalan berjualan makanan. Berbekal pengalaman bertahun-tahun membantu Ibu memasak aneka jenis makanan dan jajanan Mbak Prih memberanikan diri berjualan.

Kebetulan rumah mereka di desa, berdekatan dengan sebuah sekolah. Setiap hari Mbak Prih memasak makanan (pecel, mie, sop dll) serta aneka jajanan (donat, pastel, pisang goreng dll) untuk dijual di sekolah itu. Karena yang menjadi 'pangsa pasar' adalah siswa-siswa sekolah maka Mbak Prih berusaha agar bisa menjual makanannya dengan harga yang murah. Ibu saja sampai heran karena Mbak Prih berhasil 'memodifikasi' resep menjadi murah meriah (suatu hal yang tak pernah dilakukan Ibuku hehehe).

Selain itu, pada bulan Ramadhan Mbak Prih pun berani menerima pesanan kue kering seperti Kue Semprit dan Nastar. Ternyata, tetangga-tetangganya banyak juga yang memesan kue kering padanya. Terkadang Mbak Prih juga menerima pesanan jajanan untuk arisan di sela-sela kesibukannya. Jenis jajanan pun lebih bervariasi daripada jajanan yang dijual untuk anak-anak sekolah. Terkadang, kalau dia lupa atau belum tahu resep suatu makanan, dia tak segan bertanya pada Ibu via telepon.

Boleh dikatakan, bahwa berkat usaha Mbak Prih berjualan makanan maka ekonomi rumah tangganya dapat terselamatkan. Walaupun hidup dalam kesederhanaan, tapi Mbak Prih dapat menyekolahkan kedua anaknya dengan baik. Terus terang, Ibu sangat bangga dan bahagia karena selama Mbak Prih bekerja pada kami, Ibu dapat menularkan ilmu yang sangat bermanfaat bagi Mbak Prih untuk kelangsungan hidupnya. (Semoga menjadi amal jariyah. Amin). Terkadang Ibu masih suka meledek Mbak Prih dengan mengingatkannya akan kata-kata yang dulu selalu diucapkannya saat disuruh membantu Ibu. Ternyata sesuatu yang dulunya tak disukainya justru sekarang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya.

Dan.., sampai sekarang pun Mbak Prih beserta suami dan kedua anaknya selalu menyempatkan waktu untuk bersilaturrahim dengan kami. Bagi kami.., Mbak Prih dan keluarganya sudah seperti anggota keluarga kami sendiri.

 

35 komentar:

  1. saya pun selalu memposting tentang motivasi dan semangat saya akan usaha keras dalam belajar, belajar dan belajar agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat... kunjungan dari blog sahabat...!

    BalasHapus
  2. heheheheh.....kalo mbak Reni sudah bisa masak apa! hiks.....sama mbak! awalnya aku kayak mbak Prih! berani sumpah kalo disuruh masak ribeeeeet banget! eh...ternyata setelah menikah semuanya berubah! bisa masak juga ternyata tanpa pake asisten. Emang mbak! keadaan yang membuat kita menjadi bisa!
    Eh...balik ke pertanaan awal? sudah bisa masak kayak mbak Prih belum? hehehehe Peace!!!

    BalasHapus
  3. wah, alute tuk ibunya mbak, mbak dan mbak prih neh.. :-)

    BalasHapus
  4. Setiap kebaikan tentu akan mendapat balasannya mbak, apalagi bila itu adalah ilmu yang bisa bermanfaat... Ehmmm mantab....

    BalasHapus
  5. wah itu amal jariyah mbak selama orangnya masih menggunakan ilmu yang kita ajarkan, thanks mbak udah berkunjung

    BalasHapus
  6. Ilmu baru ada manfaat kalau mau mengamalkannya

    BalasHapus
  7. wah hebat yah ternyata dari ilmu yang diberikan oleh ibunya mbak sudah bisa bermanfaat bagi orang lain.. salut deh..

    BalasHapus
  8. luar biasa semangatnya untuk menopang ekonomi keluarga

    BalasHapus
  9. Segalanya serba tak terduga, sesuatu yang tidak disukai malah memberikan kontribusi yang besar...

    BalasHapus
  10. subhanallah tidak disangka mbk pri sekarang pandai masak pdhl awalnya g suka..
    mungkin inilah yang disebut keuletan,,wah beruntungnya ibu mbk rina bisa memberikan ilmu yg bermanfaat

    BalasHapus
  11. semoga menjadi amal yang terus mengalir.

    laporan mbak. PR telah selesai..hehehe

    BalasHapus
  12. oh ya gpp mbak..

    mungkin untuk sekedar referensi bisa pakai accordion, silahkan lihat DISINI.

    untuk spoiler yang nampak hanya tombol saja insyallh besok pagi (sekarang sudah malam) saya buatkan solusi terbaiknya utk sidebar. atau mungkin bisa googling..

    semoga bisa membantu..

    BalasHapus
  13. jadi kesimpulannya suatu jenis pekerjaan yg dibenci justru bisa menjadi jalan rizki buat kita

    BalasHapus
  14. tq mbak dgn tulisan yg bermanfaat dan dah berbagi :)

    BalasHapus
  15. wah hebat yah ^___^
    memang ilmu terkadang susah tapi kalau sudah dijalani manfaatnya banyak sekali

    BalasHapus
  16. menarik ceritanya, jadi teringat pengalaman sendiri, tentang sesuatu hal yang awalnya tidak disuka..e ee sekarang sudah menjadi bagian kegiatan yang tidak terpisahkan...

    salam mba, kompak selalu..

    BalasHapus
  17. Cerita hidup yang inspiratif,dengan usaha yang maksimal semua bisa terwujud ya mbak.

    BalasHapus
  18. wah..ceritanya memotivasi banget mbak..

    sepertinya aku juga harus mulai belajar masak nich.. heheee... :D

    BalasHapus
  19. sepertinya selalu begitu ya
    mulanya ga suka, tapi bisa jadi suka karena kebutuhan

    BalasHapus
  20. Itulah mbak, jalan hidup orang memang tak ada yg tahu. Sesuatu yg dulu dihindari malah jadi tumpuan hidupnya kini.

    Mbak Reni, hanya mengingatkan kalo Vixxio Buku Gratis ditutup tgl 31/3 loh. Jadi kalo mau ikutan, jangan sampai terlambat, hehehe...

    BalasHapus
  21. perempuan seharusnya bisa mengelola dan menggunakan dapur dengan baik, karena itu wilayah kekuasaannya hampir mutlak hehehehe...

    BalasHapus
  22. saya jd termotivasi membaca Postingan mbak...yang inti sesuatu yg dianggap sulit bisa jd menyenangkan asal dikerjakan sepenuh hati...

    BalasHapus
  23. Kisah nyata yang bermanfaat bagi orang lain, dengan niat dan usaha segalanya bisa kita lakukan!

    BalasHapus
  24. coba lagi untuk komentar, kisah nyata yang bermanfaat untuk memotivasi diri dalam berkarya.

    BalasHapus
  25. aku belum pinter masak mbak, minta diajarin yah?

    BalasHapus
  26. mama ku jg demikian mbak, mewariskan ilmu nya kpd mbak yang lama kerja di rumahku dan skg dy sudah menikah..smg terus bs menjadi inspirasi :)

    BalasHapus
  27. wah pengalaman yang sangat berharga nih...
    seneng lho kalau ada orang pinter masak

    BalasHapus
  28. assalamualaikum...

    laporan mbak...tutorial singkat telah selesai....

    BalasHapus
  29. hebat mbak Prih.....salut

    BalasHapus
  30. mbak...untuk waktu-ku,,, komentar terbaru...trs follower bisa diambil codenya mbak...

    utk follower bisa diambil di google friend connect mbak..

    BalasHapus
  31. Subhanallah... hebat yah, mbak prih. Semoga saya bisa mengikuti jejaknya :) Tapi, ilmu yang diajarkan ibu mbak renny lebih hebat :) semoga menjadi amal jariyah...

    BalasHapus
  32. inilah cinta seorang ibu kpd anaknya ;D

    dulu gue juga hampir ilang lho mbak
    pas di ruko gt
    umur gue lebih kecil di bandingin sasha ;D
    blm masuk TK seinget gue ;D

    BalasHapus
  33. wah, saya juga gak suka masak nih. tapi blm bisa spt mbak Prih. hehhee...mungkin kalo terpaksa akhirnya bisa juga ya.

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)