Kamis, 01 Juli 2010

Siapa yang harus merasa sungkan..?

Makin hari kita makin 'familiar' dengan istilah perselingkuhan. Hal ini membuatku bertanya-tanya, mengapa perselingkuhan itu kian hari kian 'marak' saja..? Apakah kita sebagai bagian dari masyarakat terlalu permisif atas hal itu ? Apakah tidak ada sanksi sosial yang mampu membuat pelakunya jera untuk melakukan hal yang sama ? Apakah yang harus kita lakukan dalam menghadapi orang-orang yang ketahuan berselingkuh ?

Beberapa bulan terakhir, aku juga makin 'dekat' dengan perselingkuhan itu. Kasus perselingkuhan makin sering saja mampir di mejaku untuk diselesaikan. Sebagian besar, kasus perselingkuhan itu terjadi di tempat kerja dengan sesama rekan kerja. Mungkin karena intensitas pertemuan yang tinggi dan kesempatan untuk bersama sangat besar menjadi 'peluang' munculnya perselingkuhan itu. Setelah dipelajari lebih lanjut, ternyata mayoritas penyebab terjadinya perselingkuhan itu adalah akibat 'curhat' masalah rumah tangga. Kisah rumah tangga yang mengharukan seringkali berhasil memancing rasa iba dan simpati dan... ujung-ujungnya berubah menjadi rasa cinta.

Aku pernah mendengar sebuah kisah perselingkuhan yang terjadi di suatu instansi, antara seorang wanita yang sudah menikah dengan seorang jejaka. Kebetulan, mereka berada dalam satu divisi yang sama. Hubungan mereka yang bermula dari sekedar pertemanan berkembang ke arah hubungan percintaan. Semula, mereka berusaha untuk menyembunyikan hal itu dari rekan-rekan kerja yang lain. Namun, sebagaimana umumnya menyembunyikan bangkai, maka 'bau busuk' itu pun tercium juga.

Semenjak hubungan itu diketahui oleh rekan kerja yang lainnya, perubahan terjadi. Sayangnya perubahan itu bukan mengarah ke pemutusan hubungan, namun sebaliknya, mereka tak malu-malu lagi mempertontonkan kemesraan itu di hadapan rekan-rekan kerjanya. Mereka tak lagi sungkan untuk saling menatap dengan mesra ataupun bergandengan tangan. Bahkan, saat berboncengan sepeda motor, sang wanita tak lagi sungkan melingkarkan lengannya di pinggang sang jejaka.

Ketika mereka berdua sedang ada dalam satu ruangan, dan mereka berdua mulai menunjukkan kemesraan, lucunya (atau lebih tepat anehnya)... satu per satu rekan kerjanya akan keluar dari ruangan itu. Semua rekan kerja memilih keluar dari ruangan itu karena merasa sungkan melihat dua orang itu mengumbar kemesraan di depan mereka. Anehnya lagi, tak ada yang berani menegur kedua orang itu saat mereka tak sungkan mengumbar kemesraan di depan orang lain.

Jadi, siapa yang seharusnya merasa sungkan ? Apakah kedua sejoli yang sedang jatuh cinta tapi salah jalan itu ? Apakah rekan-rekan kerjanya yang memilih menyingkir setiap kali kedua sejoli itu mulai bermesraan ? Apakah sikap menyingkir dari rekan kerja kedua sejoli itu merupakan wujud permisif atas perselingkuhan yang terjadi di lingkungan mereka ? Apakah rekan-rekan kerja kedua sejoli itu memilih untuk tidak usil karena tidak mau campur dan tidak peduli dengan urusan orang lain ?

Jika sobat berada pada posisi rekan kerja kedua sejoli itu, sikap apa yang akan sobat ambil ?


* postingan ini dibuat atas 'todongan' mas Trimatra untuk memeriahkan hajatan postingan bersama yang mengambil tema Moralitas dan Budaya.
** gambar diculik dari sini.

44 komentar:

  1. pasti akan saya ingatkan bagi si wanita, kalau belum sadar ya terserah yang penting kita sudah berusaha

    BalasHapus
  2. Urat malunya udah putus ya mbak. Yah..., banyak pr kita mbak.

    BalasHapus
  3. asalamualikum.. pagi pagi seperti ini temanya cukup berat nih,mengenai perselingkuhan ^_^

    kalo saya dalam posisi rekan kerja ,jika saya seorang wanita dan saya akan menasehati pihak wanita karena sesama wanita,Jika saya pria maka saya akan mencoba berbagi pendapat ringan dan kemudian menasehati dan bertanya tentang yang ia telah lakukan..

    jika memang keterlaluan ,atau bahkan sudah menjurus keperzinahan di kantor..laporkan pada atasan saja...

    karena menurut saya,jika kita melihat kedzaliman dan kita membiarkannya ,bearti kita tidak lebih dzalim dari mereka....hehehe

    nice post .....
    wasalamualaikum

    BalasHapus
  4. Amar ma'ruf nahi munkar, selalu..
    Pagi mbak, mengunjungi sobat-sobat dalam posting kolaborasi. Semoga bangsa ini kembali bangkit dari keterpurukan moral njih mbak..

    BalasHapus
  5. Salam hangat Mb Reni, sepertinya memang iya..di jaman sekarang tidak ada lagi yang namanya malu-malu dalam bermesraan, justru pihak kedua yang lebih malu dan sungkan.
    Disatu sisi ingin menegur tetapi takut marah dan di musuhi tapi jika di biarkan, maka kita yang mengetahui ikutan menutupi. Mungkin dengan memberi nasehat atau gambaran agar sang pelaku bisa menerima itu sudah lebih dari berusaha.

    BalasHapus
  6. Sebatas memberi nasehat, dan tetap jaga jarak! Bila keterlaluan instansi atau perusahaan wajib memberi peringatan, pasti ada aturannya!

    BalasHapus
  7. hoalahh
    dua-duanya sama ganjennya >.<
    gx nyadar banget euyy

    BalasHapus
  8. >>Salaman Dulu Ya Bu<<

    waduh perselingkuhan, itu bukan sungkan nggak sungkan bu, tapi siapa yang lebih nekad. Artinya kalau batas-batas moralitas sudah dilanggar dan terang2an itu berarti mereka nekad, sperti kita tahu orang nekad itu hanya nafsu yang di benak mereka, 0% hati.

    >>Salam Hangat<<

    BalasHapus
  9. wah.....hampir² mirip nih mbak sama di ktrku dulu, memang saya setuju sama mbak, intensitas ketemu, trs sering curhat itu sudah pasti lama² akan merubah sikap dan perasaan kita seperti pepatah jawa "witing tresno jalaran seko kulino" solusinya ya kasih tau ke suaminya aja mbak, dgn cara mengirim surat kaleng, yg isinya supaya sang suami lebih merhatikan si istri tersebut ;)

    BalasHapus
  10. saya tak tahu koment apa..
    secara saya gak punya rekan kerja wanita.. T_T
    dan saya satu2nya wanita sendiri di kerjaan proyek :(
    nasib kerja di bidang pria..

    BalasHapus
  11. hah!.. urat malunya udah putus tuh!!!!

    BalasHapus
  12. sesuatu yg jelas salah dibiarkan oleh2 orang2 terdekat itu sudah gak bener mbak, terutama dari atasan yg bersangkutan..gak pernahkah mereka berpikir perasaan suami dari si ce? atau jika mereka yg mengalami itu sendiri? bener2 penempatan toleransi yg na'uzubillah :(

    BalasHapus
  13. kasih tau dengan halus aja, mbak..
    kalo emang udah dikasih tau tapi masih aja, yowes karepmu wae lah wes.. heheu

    BalasHapus
  14. Kadang yang sungkan bukan yang selingkuh
    tapi yang ngelihat dia selingkuh
    dunia dah kebalik

    mbak bisa minta tolong komen di postinganku yang ini ya?
    thanks sebelumnya

    http://www.itikholic.com/2010/06/speedy-dengan-konten-barunya.html

    BalasHapus
  15. kalau saya rekan kerja pasanga itu tentunyasaya akan peringatkan,.... kebetulan kejadian serupa pernah terjadi ditempat kerja sa dan Alhamdulillah semuanya sudah berakhir.

    BalasHapus
  16. disaat kemaksiatan sudah dipertontonkan, maka kita harus peduli... minimal menegurnya dalam hati.

    BalasHapus
  17. semoga postingan bersama ini memberikan dampak positif bagi pembaca

    BalasHapus
  18. Ayo...siapa yang suka selingkuh.....ngaku ayo..ngaku :D

    Yang pingin memasang smiley /icon /emotion untuk facebook silakan baca disini

    BalasHapus
  19. Klo selingkuh kata orang sngt indah

    BalasHapus
  20. yang sungkan sih harusnya mereka mbak...
    tp ya tergantung..masih punya rasa malu g mereka..
    klo udah putus urat malunya sihh..ya pasti akan masa bodo mereka..

    BalasHapus
  21. woh,edan ya mbak.kalo lihat lihat live show kemesraan itu,akan saya abadikan saya.kaya ditipi-tipi itu lho mbak.hehe

    BalasHapus
  22. wah bener2 bersempena dengan tulisannya mbak ajeng ya... hehehhe
    Ehm kalo emang kasusnya gitu ya ditegur dunk ah, kalo nggak mampu ya laporin ke yang mampu ajah, kepala instansinya atau siapa... he

    BalasHapus
  23. Ya sewajarnya yang ngelakuin perselingkuhan itu Mbak, memang jaman sekarang penerapan Hukum atau norma udah renggang, dilihat saja dari kata perselingkuhannya yang adaptasi perhalus dari perzinahan.. duh

    BalasHapus
  24. bener2 deh..
    apa urat malunya dah nggak nyambung ya...

    BalasHapus
  25. Sangat dilematis sekali kita menghadapinya dengan kondisi dan situasi saat ini. Batas-batas etika saat ini begitu longgar sekali. Kita kadang cenderung 'tutup mata' karena itu urusan pribadi tanggung sendiri akibatnya bila ada apa-apa. Kalau melihat hal tersebut di tempat kerja, ada baiknya untuk dilaporkan kepada atasan. Nah, atasan ini yang akan bertindak kepada bawahannya. Tentunya dengan cara yang bijak dan prosedural.

    BalasHapus
  26. yang harus sungkan ya jelas dua sejoli terlarang ituuu..

    Pbaru bisa berkunjung*

    BalasHapus
  27. wah ikut juga ya? sama doong..

    seharusnya judulnya itu tentang perselingkuhan.:)

    BalasHapus
  28. Mungkin menegur melalui hati kehati, mereka dalam keadan khilaf, jangan memojokkan mereka tapi ingatkanlah akan suami, anak dan keluaragnya, insyaallah berhasil.

    Saya sempat dihadapkan oleh kedua temanku, alhamdulillah setelah kami bicara dari hati kehati, akhirnya mereka menyadarinya.

    BalasHapus
  29. seharusnya dua sejoli itu yang tau diri

    BalasHapus
  30. tentunya mereka adaLah orang-orang yang terpeLajar bukan?, mungkin iniLah saLah satu bagian dari dekadensi moraLitas seorang terpeLajar. karena tidak ada moraLitas yang tidak berLandaskan pada niLai-niLai agama.
    keren buw postingannya.

    BalasHapus
  31. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang akan sadar dan mengerti tentang kemampuan, karakter, potensi dan kekurangan yang dimiliki di bumi mana ia bertempat serta berdiam diri. Dengan pencapaian kesadaran itu pula, setiap individu yakin akan adanya kekuatan, kekuasaan Maha Besar yang berada jauh dibandingkan dengan dirinya.

    Dan pada jaman sekarang ini telah banyak orang yang telah mengkhianati doanya sendiri sehingga melupakan apa yang telah menjadi amanahnya yang sebenarnya.

    Cerahkan hati dengan pancaran sinar Illahi
    Tebarkan kedamaian dengan cinta kasih dan kelembutan.
    Tetaplah berkarya mengisi kreatifistas dengan pancaran cahaya Illahi
    Karyamu tetap dinanti.......

    BalasHapus
  32. karena saya suka iseng ya..saya hidden cam aja..terus disimpeb buat jaga jaga....

    lagi marah mode on nih nulisnya

    BalasHapus
  33. kalau saya memilih untuk menasehati teman yg selingkuh itu, agar dia sadar ..
    btw met malam mbak...

    BalasHapus
  34. wah, parah nih, senggama dimanapun udah ngga ada malunya, parah3...

    BalasHapus
  35. Mungkin pada awalnya mengingatkan, tetapi kalau tidak bisa ya sudah. Yang penting kita sudah berusaha dan akhirnya toh itu juga bukan urusan kita. Jadi, kalau pas mereka menunjukkan kemesraan, aku ogahlah menyingkir, kalau memang meja kerjaku disitu misalnya. Yang menyingkir khan harusnya mereka. Atau mungkin perlu dikenai sangsi sosial.

    BalasHapus
  36. selingkuh >> selingan indah keluarga utuh bener ga mb' he.... he....

    BalasHapus
  37. salam sobat
    iya harus diingatkan dan diberi nasehat mba,
    walaupun ngga digubris olehnya.

    BalasHapus
  38. saya tadinya mau BW, tapi pas kesini ternyata dah bisa jadi lokomotif, ywdah ngambeg akuh seharian ga nengok blog :D

    komenku, katakan yang hak meski itu terasa pahit!!

    ps: judul dan url postingan ini sudah saya backlink di update tgl 2 juli. terima kasih yaaa

    BalasHapus
  39. mestinya sebagai rekan kerja kita bisa mengingatkan mereka mbak... karena kalau kita hanya mendiamkan saja berarti kita ikut mendukung apa yang mereka lakukan...

    BalasHapus
  40. Innalillahi... miris banget, Mbak.. hiks sedih :(( asli sedih.. Semoga ALlah selalu menjaga kita, Insya Allah...

    Mbak, kalau Mbak bilang tulisan Mas Luqman bagus, yah jangan heran. Wong dulu dia wartawan, dia juga forografer, kartunis, desain grafis pokoke, macem2 lah. Fotografernya untuk artis :) jadi, di MP Ana ketemu orang yang macem2, Mbak. hehehe.. sama seperti di blogspot :)

    BalasHapus
  41. ini memang sedang ngetren disekitar kita. entah apa yang membuat mereka tidak tahu malu seperti itu. tapi karena saya dasarnya cuek, jadi saya tidak suka mencampuri urusan orang lain. paling-paling saya hanya berkomentar "hei! ini tempat kerja bukan tempat pacaran!" :P

    BalasHapus
  42. ya paling akan dinasehati dulu..tapi kalo uda dinasehatipun masih seperti itu ya mau gimana lagi..

    BalasHapus
  43. seni selingkuh itu ada pada kerahasiaannya..
    tapi kalo sudah di umbar, sudah keterlaluan namanya..
    seakan sejoli itu menantang ke semua penontonnya begini, " Hayoooo yang berani, adukan kami !"
    sungguh sangat menyebalkan..
    saya sendiri akan ambil keputusan untuk menegur, lalu mengadukan apabila tak ada perubahan..
    bukannya jadi sok ngadu, tapi mau sampai kapan ngeliatin sejoli yang salah jalan, nanti malah keganggu kerja kita hahah~

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)