Tampilkan postingan dengan label sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sampah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

Bank Sampah Banyuwangi

Membaca harian Surya hari ini (Sabtu, 1 Mei 2014) aku membaca berita yang menarik tentang Bank Sampah Banyuwangi (BSB). Pendiri dari BSB itu adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Banyuwangi. Saat ini BSB telah memiliki lebih dari 3.000 nasabah dan telah memiliki 33 unit bank sampah yang tersebar di Banyuwangi. Dari nasabah sebesar itu, setiap bulan dapat terkumpul dana lebih dari Rp. 15 juta.

BSB tidak menerima setoran uang dari para nasabahnya. Setiap nasabah menyetorkan sampah kering ke BSB untuk kemudian disetor dan didaur ulang. Setiap sampah yang masuk dihargai dengan nilai uang yang kemudian akan dimaksukkan ke dalam rekening nasabah masing-masing.

Rabu, 05 Februari 2014

Beda Kasek Beda Aturan

Sekolah Shasa adalah salah satu Sekolah Adiwiyata di Madiun. Usaha perintisan menjadi Sekolah Adiwiyata ini sudah berlangsung beberapa tahun, di bawah seorang kepala sekolah wanita yang memang terkenal keras dan disiplin. Sebelumnya, beliau telah berhasil mengantarkan sekolah lain menjadi Sekolah Adiwiyata. Pemindahtugasan beliau di sekolah Shasa juga salah satunya untuk mempersiapkan sekolah Shasa menjadi Sekolah Adiwiyata juga.

Yang dimaksud dengan Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli terhadap lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Melalui Program Adiwiyata ini diharapkan seluruh warga sekolah dan juga masyarakat sekitarnya menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat.

Sabtu, 01 Februari 2014

Klinik Asuransi Premi Sampah "Mendunia"

Pagi ini aku mendapat berita yang menggembirakan sekaligus mengharukan. Seorang dokter muda dari Malang, bernama dr. Gamal Albinsaid pendiri Klinik Asuransi Premi Sampah di Malang, mendapat penghargaan di Inggris. Dia mendapatkan penghargaan pertama untuk kategori Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards yang diselenggarakan oleh Unilever bekerja sama dengan Universitas Cambridge. Penghargaan itu diterimanya dalam jamuan di Istana Buckhingham pada dini hari waktu Indonesia barat Jumat (31 Januari 2014).

"Saya menyampaikan selamat kepada Gamal Albinsaid atas gagasan mengagumkan ini. Pemimpin muda ini mengembangkan gagasan yang benar-benar inovatif, menangani dua masalah pada saat yang bersamaan; manajemen dan daur ulang sampah serta asuransi kesehatan bagi masyarakat kurang mampu," kata Pangeran Charles dalam acara pemberian penghargaan.

Kamis, 31 Maret 2011

Plastik ramah lingkungan

Beberapa hari yang lalu aku baru tahu (telat banget, sih) tentang adanya kantong plastik yang ramah lingkungan. Pelopornya adalah Sugianto Tandio. Pabriknya (PT Tirta Marta) yang berada di Cikupa, Tangerang - Banten telah memproduksi kantong plastik ramah lingkungan.

Apa yang dilakukan Sugianto itu tentu saja merupakan solusi bagi kelestarian lingkungan kita. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kantong plastik merupakan musuh lingkungan. Plastik memiliki sifat tidak mudah terurai. Tingginya massa molekul yang terkandung dalam plastik membuat plastik tidak bisa langsung dihancurkan oleh mikroba.

Selasa, 01 Maret 2011

Kenapa dilarang ?

Maaf fotonya kabur

Tulisan seperti itu makin banyak bertebaran di beberapa tempat dalam area perumahanku. Bahkan, pengumuman sejenis juga terpasang di banyak area perumahan lainnya. Terus terang aku pribadi kurang sepaham dengan adanya papan pengumuman itu. Khususnya aku keberatan dengan adanya larangan masuk bagi pemulung.

Senin, 01 November 2010

Masalah sampah

Bagi sebagian besar orang, sampah adalah masalah yang tidak menarik untuk dibicarakan, karena ada banyak hal lain yang lebih menarik dan lebih penting. Sudah bertahun-tahun lamanya, bahkan sejak dulu kala, masalah sampah dianggap bukanlah sebagai masalah. Bagi mereka, jika sampah sudah dibuang, maka masalah sudah selesai.

Tapi, benarkah jika sampah sudah dibuang maka masalah selesai ? Mereka lupa bahwa tempat dimana sampah dibuang itu sangat penting, karena sebenarnya sampah yang tidak dibuang pada tempatnya akan menimbulkan banyak masalah. Sampah yang dibuang secara sembarangan di jalan, akan membuat kota menjadi kotor. Sampah yang dibuang di sungai akan mencemari air sungai dan menimbulkan banjir. Bahkan sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir pun bisa menjadi masalah.

Jumat, 30 April 2010

Peduli sampah, peduli lingkungan

Sobat.., aku kembali ingin bicara tentang sampah, meskipun di postingan terdahulu aku sudah pernah membicarakan sampah sebanyak 2 kali, yaitu Ayo Bicara Tentang Sampah dan Memanfaatkan Barang Lama. Mungkin sobat banyak yang mempertanyakan mengapa aku kali ini kembali bicara tentang sampah. Jawabnya adalah... karena : Kilau Satu Bintang.

Nah.., pasti sekarang pertanyaannya ganti menjadi : "Apa itu Kilau Satu Bintang ?" Oke sobat, aku akan menjelaskannya. Kilau Satu Bintang adalah sebuah Novel karya Teera yang di dalamnya membicarakan sampah juga, disamping membicarakan tentang dilema seorang wanita yang menikah yang juga mengejar karirnya. Ingin tahu lebih detil..? Mari kita bahas bersama...

Kamis, 11 Juni 2009

Memanfaatkan barang lama

Catatanku kali ini masih ada sambungannya dengan postingan terdahuluku, yaitu : Ayo bicara tentang sampah..... Menurut Dr. Tandjung, M.Sc. (1982), sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula. Sedangkan dalam Istilah Lingkungan untuk Manajeman, Ecolink (1996) sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Berdasar uraian di atas, maka salah satu cara untuk mengurangi sampah adalah membuatnya menjadi berguna dan memiliki nilai ekonomis. Untuk tujuan itu memang diperlukan adanya kreativitas yang tinggi. Salah satu contohnya adalah menyulap sampah-sampah organik menjadi kompos. Ada juga yang telah menyulap kulit kacang tanah, kulit telur, kertas-kertas bekas menjadi barang-barang kerajinan tangan yang bernilai tinggi.



Rabu, 10 Juni 2009

Ayo bicara tentang sampah...

Membicarakan sampah memang tidak menyenangkan. Baru membayangkannya saja sudah membuat tidak nyaman. Namun, aku kali ini ingin sekali bicara tentang sampah. Meskipun kata suamiku tidak penting, tapi entah mengapa aku "perhatian" sekali dengan sampah. Kebetulan juga, di lingkungan RT dan RW di kompleks perumahanku, aku menjadi pengurus iuran untuk petugas pemungut sampah (jabatan yang tepat kurasa hehehe...).

Sampah kian hari kian menjadi masalah di beberapa kota besar. Bukan hanya volume sampah yang makin besar, tapi menentukan lokasi untuk TPA (Tempat Pembuangan Akhir) memang tidak semudah yang dibayangkan. Pada saat ini, mencari lahan yang luas untuk TPA juga tidak mudah. Kalaupun lahan sudah ada, belum tentu penduduk sekitar setuju apabila lokasi di dekat tempat tinggalnya dijadikan TPA.