Minggu, 07 Agustus 2011

Kaliurang Yogyakarta

Mau melanjutkan lagi nih ceritaku yang tertunda tentang Yogyakarta. Cerita terakhir tentang acara cutiku di Yogyakarta kemarin adalah tentang Masjid Besar dan Kranon. Nah, sekarang adalah cerita lanjutannya.

Setelah dari Kranon dan berkunjung ke rumah saudara-saudara, tanggal 30 Juni 2011 agendanya adalah pergi ke Kaliurang Yogyakarta. Untuk acara jalan-jalan ini mertuaku memilih tidak ikut. Mertuaku memilih menunggu kami di rumah salah seorang saudara saja. So, aku pergi bersama keluarga serta saudara-saudara suami.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Mudahnya menyakiti

Sabtu tanggal 23 Juli 2011 yang lalu aku mengantarkan Shasa mengikuti English Quiz di lembaga kursus Bahasa Inggris yang diikuti Shasa. Selain mengantar Shasa, aku pun mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh lembaga kursus tersebut. (kapan ya terakhir kali aku ikut seminar? Rasanya sudah lama sekali, hehehe)

Sejujurnya, aku mengikuti seminar itu dengan setengah hati. Hanya karena bujuk rayu dari para pengajar di lembaga kursus itulah, maka Shasa pun 'memaksa'ku untuk ikut seminar itu. Dan, akhirnya demi menuruti kemauan Shasa jugalah akhirnya aku mendaftarkan diri untuk ikut seminar.

Jumat, 05 Agustus 2011

Bahagiaku untukmu

Senyum penuh rahasia di bibirmu berhasil memancing keingintahuanku. Kupandang dirimu penuh tanya. Isyarat darimu membuatku mengalihkan pandang ke jemarimu. Dan, hai..! Kutemukan cincin emas melingkar di jari manismu.

Aku tersenyum lebar memandangmu. Ku menahan diri mengajakmu bicara banyak tentang cincin itu. Meski ku sangat ingin membicarakannya. Isyaratmu padaku membuatku paham. Kau tak ingin orang-orang yang di sekitarku tahu tentang hal itu.

Kamis, 04 Agustus 2011

Penyesalan yang dalam

Dia terpaku dengan wajah pucat pasi. Dipandangnya wajah sipir penjara itu dengan hampa. Tak lama kemudian dia tertunduk, bahunya terguncang dengan keras. Dia menangis tanpa suara. Sang sipir penjara kehilangan kata untuk sekedar menenangkannya. Sang Sipir hanya mampu menunggu sampai lelaki separo baya di depannya itu mampu menghentikan tangisnya.

Lelaki itu meratapi nasibnya yang malang. Di usianya yang tak lagi muda, dia harus menghabiskan 2 tahun dalam hidupnya di balik tembok penjara. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dia yang selama beberapa tahun menjadi penguasa, kini harus menjadi narapidana.

Rabu, 03 Agustus 2011

Catatan yang "terlupakan"

Selamat pagi sahabat, tanpa terasa sudah hampir sebulan lamanya aku absen ngeblog. Ada banyak alasan yang menyebabkan aku vakum sekian lama. Catatan Kecilku ini sudah tertutup debu karena "terlupakan" sekian lama. Maaf yang sebesar-besarnya karena selama sebulan ini aku belum sempat untuk bersilaturahmi dengan sahabat semua, terutama yang telah menyempatkan mampir ke catatanku ini.

Satu yang membuatku surprise adalah meskipun aku sudah absen hampir sebulan lamanya, tapi ternyata masih ada saja blogger-blogger baru yang mampir kesini. Entah, darimana mereka menemukan Catatan Kecilku ini setelah tertimbun oleh kehadiran blog-blog baru. Bagaimanapun juga aku senang juga, karena ternyata Catatan Kecilku ini tidak sepenuhnya terlupakan. #smile#