Steve Lopez tak pernah membayangkan suatu hari hidupnya akan berubah setelah pertemuannya yang tak terduga dengan seorang gelandangan. Ada sesuatu yang berbeda pada diri gelandangan itu bila dibandingkan dengan gelandangan lainnya. Selain kemampuannya dalam memainkan biola, ada ada keanggunan dan harga diri di balik penampilannya yang dekil, kumuh dan acak-acakan.
Awalnya, Steve kagum dengan kemampuan Nathaniel Ayers ~gelandangan itu~ dalam memainkan alat musiknya yang meski rusak tapi mampu menghasilkan suara yang bagus. Tapi kemudian instingnya sebagai reporter dan kolomnis surat kabar Los Angeles Times membuatnya tertantang untuk menuliskan kisah di balik sosok musisi jalanan itu.
Awalnya, Steve kagum dengan kemampuan Nathaniel Ayers ~gelandangan itu~ dalam memainkan alat musiknya yang meski rusak tapi mampu menghasilkan suara yang bagus. Tapi kemudian instingnya sebagai reporter dan kolomnis surat kabar Los Angeles Times membuatnya tertantang untuk menuliskan kisah di balik sosok musisi jalanan itu.



