Sabtu, 11 April 2009

Menyusuri Jejak Sejarah

Walau aku adalah penduduk asli Madiun, yang lahir dan besar di Madiun, tapi ternyata aku tak paham sama sekali tentang sejarah Madiun. Satu-satunya sejarah tentang Madiun yang kuketahui hanyalah peristiwa pemberontakan PKI tahun 1948. Sementara sejarah tentang asal-usul Madiun aku sama sekali tak tahu.

Atas usul Mas Willis Koes, aku pun tergelitik untuk mengetahui sejarah Kota Kelahiranku ini. Maka mulailah aku menyusuri jejak sejarah Madiun. Tapi ....., ternyata menyusuri sejarah sungguh tak semudah yang aku bayangkan. Panjangnya sejarah yang ada sempat membuatku bingung dan tak paham. Belum lagi dengan munculnya banyak "versi" yang ada. Entah mana yang benar, aku belum tahu dan rasanya harus belajar lagi.

Inilah hasilku setelah bersusah payah menyusuri jejak sejarah Kota Madiun :


* Sebelum berubah menjadi Madiun, nama yang dipakai ada beberapa versi :
  • Pada sejarah Kabupaten Madiun disebutkan 2 nama yaitu yaitu (desa / kabupaten) Wonorejo dan Purbaya.
  • Sementara di Wikipedia muncul 2 nama yaitu Wonosari dan Purabaya
* Nama Madiun baru digunakan sejak tanggal 16 Nopember 1590 Masehi (untuk menggantikan nama Purbaya / Purabaya).

* Asal kata Madiun berasal dari 2 versi yaitu :
  • gabungan dari : kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran.
  • pusaka/keris yang dipakai oleh Ki Ageng Ronggo Jumeno adalah pusaka / keris Tundung Mediun.
* Ki Panembahan Ronggo Jumeno (Ki Ageng Ronggo) adalah perintis berdirinya wilayah Madiun.

* Asal mula pemerintahan Kabupaten Madiun awalnya bermula dari Nguwaran Dolopo dan kemudian pusat pemerintahan dipindahkan ke desa Sogaten. Pada tahun 1575 berpindah lagi ke Desa Wonorejo atau Kuncen, Kota Madiun sampai tahun 1590.

* Pusat pemerintahan Kota Madiun semula adalah "Kuto Miring" terletak di Desa Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun, kemudian digeser ke utara lagi yaitu ditengah Kota Madiun (sekarang di Komplek Perumahan Dinas Bupati Madiun).

* Beberapa peninggalan keadipatian Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun yaitu Masjid Nur Hidayatullah dll.

* Di Kelurahan Taman juga dimakamkan pahlawan-pahlawan pada zaman lampau, termasuk Kyai Ronggo (tapi tak jelas disebutkan yang mana, karena Ronggo ada Ronggo I s/d III)

* Ali Basah Sentot Prawirodirdjo adalah putra dari Ronggo II.

* Pada tanggal 1 Januari 1832 Madiun secara resmi dikuasai oleh Pemerintah Hindia belanda dan dibentuk suatu Tata Pemerintahan yang berstatus "Karisidenan".

* Ibu Kota Karisidenan berlokasi di Desa Kartoharjo (tempat Patih Kartohardjo) yang berdekatan dengan Istana Kabupaten Madiun di Pangongangan.

* Pada tahun 1906 Kerajaan Belanda mengeluarkan Undang-undang yang bertujuan untuk memisahkan wilayah perkotaan Madiun dari Pemerintah Kabupaten Madiun.

Rasanya, itu saja yang dapat aku ringkas tentang jejak sejarah Madiun. Kalau terlalu banyak nanti aku tambah pusing hehehe. Sedangkan bagi yang berminat untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah Madiun, silahkan kunjungi sumber-sumber di bawah ini. So... semangat yach !!

Sumber :
1. Sejarah Madiun
2. Sejarah Kabupaten Madiun
3. Kota Madiun
4. Raden Ayu Retno Dumilah

16 komentar:

  1. Wah kalau nama purbaya saya gak asing lagi. Memang dulu ada yang namanya Pangeran Purbaya.

    Pondokku

    BalasHapus
  2. Shiipp... bagus mbak, makasih udah di"dongengin" ttg Mediyoen.

    BTW blognya udah didaftar di Google apa belum? kalo belum, daftar kesini ya mbak: http://www.google.com/addurl, silahkan ikuti petunjuknya. Sehingga kalo ada tamu yg mau cari info ttg Madiun, bisa nyasar ke blognya Mbak Reni. Thanks for all.

    Maaf, ini di bandara Sukarno Hatta, begitu nyampe lgsung buka blog... heee... Have a nice Sunday

    BalasHapus
  3. wah dpt info bru niy, walo sy bkn org madiun hehe..
    hmmm skrg kykna dah paham bgt niy? :D

    BalasHapus
  4. hehehe...sama dunk mbak, aku taunya sejarah madiun ya pemberontakan PKI. Well, jadi pengen tau sejarah kota Malang

    BalasHapus
  5. ooh gitu sejarahnya emm, aku juga sering ke madiun loch, madiun menurut aku termasuk kota bersih, bagus bagus.

    BalasHapus
  6. he..he..saya jadi malu..soalnya lom pernah ke madiun...

    BalasHapus
  7. @erik : Sekarang dipakai sbg nama terminal bus di Kota Madiun, mas.

    @willis koes : tapi dongengnya gak detail, mas. Makasih infonya ya ??

    @maya O.Z.K : belum paham banget sih, mbak. Masih ada bingungnya kok hehehe

    @penikmatbuku : coba deh cari sejarah Kota Malang, mbak.

    @R-Adha : Lo, sering ke Madiun to ternyata ? Kok gak mampir ??

    @Kristina dian : kalo ke Indonesia, mampir aja ke Madiun mbak. Ditunggu...

    BalasHapus
  8. wah.. wah...!
    dirimu bahas sejarah ye mba??
    keyen.. keyen..

    BalasHapus
  9. makasi dongenngnya... jadi tambah IPS nya hehehe. salam kenal yah..

    BalasHapus
  10. waduh ... saya angkat tangan dech mbak kalau urusan sejarah. Prinsip hidupku, yang lalu biarlah berlalu ... hi hi gak nyambung ..

    Aku belum pernah ke Madiun nich ..

    BalasHapus
  11. Siip, mbak. Informasinya sudah lumayan kok. Memang kalo mau nulis tentang napak tilas (sejarah) referensinya kudu lumayan banyak.

    Aku dah nyampe di Bangka, hiyaahh... gak bisa online di rumah. Maklum, IM2 gak bisa dipake disini, kecuali harus ngantor.

    Okey, salam buwat para pembaca...

    BalasHapus
  12. @dhe : sekali-kali bahas sejarah juga deh. Tapi pusing juga ternyata hehehe

    @oop hey : biar tambah pinter ya ?? Hehehe.. Salam kenal kembali.

    @kuyus : Emang pusing ternyata menggali cerita lama, mbak.

    @willis koes : makin banyak baca referensi makin pusing juga hahaha

    BalasHapus
  13. duh mbak- ku lengkap banget ulasannya..jadi kalo kesitu udah paham dikit tentang kotanya.

    BalasHapus
  14. sejarah oh sejarah....
    panjang dan berliku-liku
    belum lg byk fakta yg dibelokkan
    terutama oleh para penjajah kita dulu

    BalasHapus
  15. @jengsri : bener nih, mau ke Madiun? Ditunggu lho...

    @loly : belum lengkap sebenarnya, mbak. Tapi itu aja dah buatku puyeng hahaha

    @uke : aku emang sempat bingung dengan adanya macam-macam versi di balik sejarah yang ada.

    BalasHapus
  16. Mungkin sejarah itu menarik justru karena versi2nya itu.

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)