Selasa, 22 Juni 2010

Cinta dalam secangkir teh

Aku menemukan cinta dalam secangkir teh yang dibuatkan oleh Ibu Mertuaku. Sebelum menikah, aku bukanlah penggemar teh dan dalam keluargaku tak ada 'tradisi' minum teh setiap hari. Hal ini berbeda sekali dengan keluarga suamiku. Ibu Mertuaku yang asli Yogyakarta dan saudara-saudara kandungnya ternyata masih mempertahankan 'tradisi' minum teh itu setiap hari. Jadi, teh bagi keluarga besar Ibu Mertuaku sudah merupakan 'tradisi' dan wujud cinta dari seorang ibu/istri terhadap anak/suami mereka.

Aku yang setelah menikah sempat tinggal bersama mertua selama 1 tahun, sempat merasakan nikmatnya cinta dalam secangkir teh tiap pagi dan sore hari. Ibu Mertuaku tidak pernah absen menyediakan teh itu untuk semua anggota keluarga. Sementara aku terkadang hanya kebagian tugas untuk merebus air dan menyeduh tehnya, selanjutnya untuk menyiapkannya lebih sering dilakukan oleh Ibu Mertuaku sendiri.

Aku yang dulu tak suka dan tak terbiasa minum teh (apalagi 2 kali dalam sehari), lama-lama mulai jatuh cinta dengan teh. Sehari saja tanpa minum teh, rasanya ada yang kurang. Begitu juga setelah Shasa lahir dan kami pindah ke rumah orang tuaku, aku akhirnya secara rutin menyiapkan sendiri secangkir teh untuk suamiku dan untuk diriku sendiri. Hingga kini, setelah kami pindah ke rumah kami sendiri, tradisi meminum secangkir teh itu masih tetap berlangsung.

Adik kandungku, yang mendapatkan jodoh orang Surakarta, ternyata juga terlanda cinta dalam secangkir teh itu. Suaminya sudah terbiasa minum teh di pagi dan sore, sehingga adikku harus selalu menyediakan secangkir teh untuk suaminya. Bedanya, jika aku sudah ikut terbawa dalam cinta dalam secangkir teh itu dan akan merasa ada yang kurang jika tak bisa menikmati teh sehari saja, adikku tidak mengalaminya. Selama ini dia hanya menyiapkan cinta dalam secangkir teh untuk suaminya saja dan tidak untuk dirinya sendiri.

Cinta dalam secangkir teh... Semoga saja cinta ini tetap akan manis, kental dan hangat seperti secangkir teh  yang aku siapkan dengan cinta setiap hari.


26 komentar:

  1. Wakakaaaa

    jatuh cinta dari secangkir teh...
    whaa jarang-jarang lhoo...

    salam kenal
    http://ahsanfile.wordpress.com

    BalasHapus
  2. kisah romantis kenapa gak di jadiin film aja

    BalasHapus
  3. halo , kunjungan pertama ^^
    nice post!

    BalasHapus
  4. cinta dalam secangkir teh merupakan kisah yang sangat unik dan sangat menarik. salut....atas ide yang begitu kreatif.......

    BalasHapus
  5. wah, udah kayan iklan yg di tipi itu aja nih, ihihihii...

    BalasHapus
  6. salam sobat
    kisah cinta yg indah
    semoga adiknya juga mengalami cinta dalam secangkir teh, tidak hanya menyiapkan untuk suami tapi untuk dirinya juga.

    BalasHapus
  7. Tradisi seperti ini tampaknya mulai langka. Perhatian yang tulus dari seorang ibu kepada anggota keluarga lainnya dengan menyiapkan secangkir teh di pagi dan sore hari. Walaupun bahannya sama, namun teh yang disiapkan oleh orang yang kita hormati atau sayangi, rasanya akan lain. Terasa nikmat kita meminum teh tersebut. Ada rasa lain didalamnya. Bentuk perhatian yang tulus dan suci dari seorang ibu. Alangkah indahnya hidup ini.

    BalasHapus
  8. nah ini anehnya aku.....kebalik! pasanganku suka nge-teh! aku malah lebih suka minum kopi hehehehehe.....Yang penting adalah kebersamaan saat sama-sama menikmati isi dari sebuah cangkir

    BalasHapus
  9. ibwah jogjanya dimana nih mbak? aku juga dari jogja
    memang di jogja lebih suka minum teh sama kaya keluargaku

    BalasHapus
  10. salah satu minuman faforit aq adalah teh mb'

    BalasHapus
  11. saya cuma minum air mineral 8 kali sehari hehe. malah lebih sehat daripada minum teh hehe

    BalasHapus
  12. wah...nih kyk iklan teh sari wangi aj, bs dong d jdkan triks biar slalu romantis sama pasangan

    BalasHapus
  13. aku juga suka teh :D

    teh enak....

    BalasHapus
  14. Nikmatnya minum teh bersama keluarga!

    BalasHapus
  15. Ngeteh dulu baru Bicara ttg Cinta,,..
    Wah manis nich

    BalasHapus
  16. Mari ngeteh, mari bicara ...hehe...iklan-iklan.

    BalasHapus
  17. Kisah asmara bermula dari teh
    hehe
    keren kang

    BalasHapus
  18. minum teh sembari bercakap-cakap, wah aku banget :D

    BalasHapus
  19. Mamaku maniak teh. Ngga bisa hidup tanpa teh pokoknya. Nular juga sama aku sih. Tapi males bikin sendiri, ngga tau kenapa teh bikinan mama pasti lebih enak :D

    BalasHapus
  20. kalo gitu, taglinenya iklan teh ga hanya sekedar : mari bicara, mari ngeteh.

    tapi juga : teh, i'm in love :D

    BalasHapus
  21. pengalaman yang persis sama yang kualami di keluarga mertuaku... juga setiap pagi dan sore, ibu mertuaku menyiapkan teh untuk seluruh anggota keluarga di rumah... btw... tentang adek mbak.. mereka tidak tinggal denganku karena mereka punya orangtua sendiri.. sayangnya sang ibu kini sudah tidak serumah sehingga tinggal ayah, om, dan tante yang lebih memperhatikan mereka...

    BalasHapus
  22. ternyata teh bisa menimbulkan cinta..

    BalasHapus
  23. Klo dirumah minum teh terus maklum ibu sering bikin, tapi kalo udah dikos malas bangetssss

    BalasHapus
  24. ternayat kebiasaan yang membudaya itu berlaku sepanjang masa ya...
    di keluargaku juga pagi2 banget dan sore jelang magrib selalu ng-teh bersama. nikmaaatttt ga ketulungan.

    ps: iya mbak soal posting kolaborasi itu mbak reni prioritas , hehehe
    ibaratnya yang lain ga pada ikut ga papa asal mbak reni ikutan. ^hayyah ngerayunya^

    BalasHapus
  25. cerita yang menggugah saya ni bu. sama, saya juga seneng banget ma teh dan paling demen teh buatan istri di pagi hari, pokoknya ngga ada yang nyamain deh :)

    love from a cup of tea!

    BalasHapus
  26. kunjungan di pagi hari, slam kenal, mampir ke blog ane yaaa, trim kasih

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)