Minggu, 17 Oktober 2010

Introspeksi

Beberapa hari yang lalu aku datang ke sebuah blog besar, yang ditulis secara keroyokan oleh anggota blog. Awal bergabungnya aku dalam blog itu adalah berkat ajakan dan bujuk rayu dari mbak Gati, seorang blogger dan penulis senior yang kukenal di awal aku ngeblog. Terus terang saja, awalnya aku tak PD untuk bergabung dalam blog itu. Aku melihat bahwa beberapa penulis yang tergabung disitu adalah penulis yang sudah punya jam terbang tinggi dan kemampuan menulisnya pun menurutku sudah teruji.

Aku yang masih merasa tak memiliki kemampuan menulis yang bagus, dan masih suka nulis asal-asalan sungguh tak punya nyali untuk bergabung disana. Namun, mbak Gati meyakinkan aku bahwa semua itu butuh proses. Akhirnya, bulan September kemarin aku memberanikan diri untuk ikut bergabung. Namun karena masih kurang PD itulah, maka sampai sekarang aku baru berhasil memposting 2 buah artikel. Hehehe..

Jumat, 15 Oktober 2010

Perubahan itu terjadi

Aku mengenalnya sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga yang baik bagi keluarganya. Selama ini kehidupannya tak pernah aneh-aneh. Kehidupan rumah tangganya juga baik-baik saja, nyaris tanpa gejolak yang berarti. Namun... kini perubahan itu terjadi.

Dia yang dulu lebih suka menghabiskan waktunya di dalam rumah, kini mulai senang keluar rumah. Malam-malam lagi. Dia juga mulai suka asyik sendiri, sibuk dengan handphonenya. Semuanya bermula saat anak tertuanya, yang kini sudah kelas 2 SMA, memperkenalkannya pada facebook. Memang, perkenalan bapak dari 5 anak itu dengan Facebook termasuk terlambat. Bahkan, jika saja anak sulungnya tak membuatkan akun Facebook untuk bapaknya itu, mungkin saja sampai sekarang dia tetap gaptek.

Kamis, 14 Oktober 2010

Ironi sang peminta-minta

Aku hampir selalu menjumpainya di sebuah perempatan jalan yang sama. Dia selalu tampil dengan setelan kaos plus celana pendeknya. Rambut keritingnya yang pendek selalu awut-awutan, tak tersisir. Tanpa bicara dia akan mengacungkan kaleng kepada pengendara kendaraan roda 2 dan roda 4, minta sekedar uang receh.

Setiap orang akan mudah untuk mengingatnya karena penampilan fisiknya. Tinggi tubuhnya kurang lebih 145 cm. Dari mimik mukanya dan cara berjalannya terkesan bahwa dia penderita retardasi mental (keterbelakangan mental). Meskipun sekilas dia tak lebih dari anak-anak, tapi aku yakin bahwa dia sudah cukup berumur.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Reuni 20 tahun

Ini sebenarnya cerita tentang acara reuniku yang aku lakukan pada tanggal 12 September 2010 yang lalu. Sebenarnya niat untuk menceritakan bagaimana serunya acara reuniku itu sudah sangat lama, tapi karena koneksi internet yang error selama beberapa hari membuat moodku untuk nulis belum kembali. Nah, baru sekarang aku ingin berbagi cerita reuniku. Jika ingin tahu ceritanya... silahkan baca terus ya..?

Alhamdulillah, reuni sekolahku tergolong sukses. Yang hadir kurang lebih 130 orang. Yang menggembirakan, yang hadir tak hanya teman-teman yang sudah sukses dalam hidupnya. Beberapa teman yang belum meraih keberhasilan pun mau hadir. Kebetulan, dalam kesempatan Reuni ini kami menyisihkan uang untuk memberikan bantuan pendidikan kepada SMA kami dulu. Selain itu, kamu juga memberikan beasiswa kepada beberapa anak dari teman-teman kami yang memerlukan bantuan.

Jumat, 08 Oktober 2010

Bencana itu datang lagi

Ya Allah...,
tegoran dariMu datang lagi untuk yang kesekian kali
mungkin karena selama ini kami tak pernah peduli

Ya Allah...,
bencana itu datang lagi membuat luka kami berdarah lagi
mungkin karena kami tak pernah belajar dari kesalahan kami