Wanita-wanita yang bekerja mempunyai masalah 'klasik' yang dari tahun ke tahun selalu jadi perbincangan hangat. Masalah itu adalah ten tang pengasuhan anak. Tentunya bagi wanita-wanita yang bekerja tak akan bisa merawat dan mengasuh anak secara full sebagaimana ibu rumah tangga.
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 September 2017
Rabu, 06 September 2017
Aku dan Kimia
Dulu, saat aku masuk SMA, dari awal aku sudah memutuskan untuk tidak akan memilih jurusan IPA. Aku dari awal sudah memilih akan masuk jurusan IPS saat penjurusan di kelas 2 SMA. Alasannya..., karena aku kurang suka pelajaran ilmu pasti (mungkin karena aku orangnya tidak pasti hahaha).
Jumat, 19 Agustus 2016
Anak, antara ada dan tiada
Anak adalah dambaan dalam setiap rumah tangga. Bukan saja sebagai penerus keluarga namun juga wujud cinta kasih suami istri. Itu sebabnya, semua pasangan suami istri selalu mendambakan kehadiran anak dalam kehidupan perkawinan mereka.
Jumat, 20 Mei 2016
Melatih Kemandirian Siswa
Sejak Shasa masuk Sekolah Menengah Atas, aku sudah sering cerita (baca: curhat) tentang sekolahnya itu. Ada saja hal-hal 'baru' dan berbeda dalam hal pendidikan, yang kurasakan tak sama dengan saat Shasa di SD dan SMP dulu. Setiap sekolah memang punya kebijakan sendiri-sendiri, termasuk di dalamnya adalah dalam hal melatih kemandirian siswa. Demikian juga dengan sekolah Shasa.
Selasa, 29 Maret 2016
Tertarik belajar sejarah?
Siapa yang tertarik belajar sejarah? Mungkin sebagian besar (yang kebanyakan adalah generasi muda) akan mengatakan tidak tertarik untuk belajar sejarah. Mungkin bagi mereka, belajar sejarah itu membosankan karena hanya membicarakan masa lalu (yang tak bisa diubah). Itu sebabnya bagi mereka belajar sejarah tak memberikan manfaat, karena sama sekali tak akan mengubah keadaan. Benarkah demikian?
Sabtu, 12 Desember 2015
Pusing dengan Kurikulum 2013
Shasa, putri semata wayangku kini sudah duduk di bangku SMA. Hari ini adalah hari terakhirnya mengikuti UAS di kelas X. Itu berarti sudah 1 semester yang dilewati Shasa di bangku SMAnya. Namun, sejauh yang aku amati... Shasa (dan mayoritas temannya) cukup pusing dengan Kurikulum 2013 selama 1 semester ini. Mereka keteteran mengikuti Kurikulum 2013 ini.
Minggu, 13 September 2015
Gambaran sekolah masa kini
Kesibukan Shasa semenjak masuk SMA mau tak mau membentuk pemahaman baru tentang gambaran sekolah masa kini. Pemahaman tentang gambaran sekolah masa kini tersebut tak hanya muncul dalam benakku, namun juga di benak suamiku dan juga kedua belah pihak orang tua kami (baca : kakek nenek Shasa).
Setiap hari, kami melihat Shasa yang super sibuk, bahkan kesibukannya mengalahkan kami yang bekerja. Shasa selalu memilih berangkat pagi ke sekolah. Kurang lebih jam 6.15 WIB sudah harus berangkat dia. Pulang sekolah sih harusnya jam 14.00 WIB, tapi itu tak terjadi tiap hari. Seringkali pulang sekolah Shasa langsung kerja kelompok atau ikut ekstra kurikuler di sekolah. Selain itu, Shasa punya jadwal les di lembaga bimbingan belajar (bimbel) pada malam hari. Pulang dari ikut bimbel, Shasa masih harus berkutat dengan beragam pekerjaan rumah yang harus dikerjakan mandiri (bukan berkelompok).
Setiap hari, kami melihat Shasa yang super sibuk, bahkan kesibukannya mengalahkan kami yang bekerja. Shasa selalu memilih berangkat pagi ke sekolah. Kurang lebih jam 6.15 WIB sudah harus berangkat dia. Pulang sekolah sih harusnya jam 14.00 WIB, tapi itu tak terjadi tiap hari. Seringkali pulang sekolah Shasa langsung kerja kelompok atau ikut ekstra kurikuler di sekolah. Selain itu, Shasa punya jadwal les di lembaga bimbingan belajar (bimbel) pada malam hari. Pulang dari ikut bimbel, Shasa masih harus berkutat dengan beragam pekerjaan rumah yang harus dikerjakan mandiri (bukan berkelompok).
Senin, 07 September 2015
Belajar Menjadi Manajer
Beberapa hari terakhir ini Shasaku belajar menjadi manajer. Lebih tepatnya menjadi manajer kelompok vocal group di kelasnya. Begini cerita lengkapnya. Bulan September ini, sekolah Shasa merayakan ulang tahun. Nah, untuk merayakannya maka sekolah menggelar semacam bazar dan pentas seni di sekolah pada tanggal 5 September 2015 yang lalu.
Untuk mempersiapkan dan menyambut ulang tahun sekolah itu, Shasa dan semua teman-temannya sibuk sekali. Murid-murid di kelas dibagi dalam berbagai kelompok. Ada yang bertugas mengurus keindahan kelas. Ada yang membuat lampion (walau pada akhirnya lampionnya dibuat beramai-ramai). Ada yang bertugas membuat baju dari bahan bekas (koran) yang dipakai untuk pawai. Ada yang berlatih dance dan vocal group untuk pentas seni.
Untuk mempersiapkan dan menyambut ulang tahun sekolah itu, Shasa dan semua teman-temannya sibuk sekali. Murid-murid di kelas dibagi dalam berbagai kelompok. Ada yang bertugas mengurus keindahan kelas. Ada yang membuat lampion (walau pada akhirnya lampionnya dibuat beramai-ramai). Ada yang bertugas membuat baju dari bahan bekas (koran) yang dipakai untuk pawai. Ada yang berlatih dance dan vocal group untuk pentas seni.
Sabtu, 05 September 2015
Plus Minus Kerja Kelompok
Plus minus kerja kelompok ini aku catat setelah berulang kali aku mengamati kegiatan kerja kelompok yang diikuti Shasa sejak SD hingga SMA. Memang, saat SD frekuensi kerja kelompok memang tak banyak. Memasuki bangku SMP frekuensi kerja kelompok meningkat drastis. Begitu juga saat Shasa duduk di bangku SMA saat ini.
Walau terhitung Shasa baru menjadi siswa SMA selama 1 bulan lewat beberapa hari tapi frekuensi kerja kelompoknya sangat padat. Bahkan di hari pertama masuk sekolah pun Shasa langsung kerja kelompok pada sore harinya. Apalagi pada awal September ini sekolah Shasa akan merayakan HUT, otomatis setiap hari Shasa dan juga teman-temannya kerja kelompok. Selain kerja kelompok untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah, tapi juga kerja kelompok untuk mempersiapkan perayaan HUT sekolah.
Walau terhitung Shasa baru menjadi siswa SMA selama 1 bulan lewat beberapa hari tapi frekuensi kerja kelompoknya sangat padat. Bahkan di hari pertama masuk sekolah pun Shasa langsung kerja kelompok pada sore harinya. Apalagi pada awal September ini sekolah Shasa akan merayakan HUT, otomatis setiap hari Shasa dan juga teman-temannya kerja kelompok. Selain kerja kelompok untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah, tapi juga kerja kelompok untuk mempersiapkan perayaan HUT sekolah.
Label:
anak,
cerita,
kerja kelompok,
opini,
pendidikan,
tips
Sabtu, 29 Agustus 2015
Kenangan MOS Shasa
Kenangan MOS Shasa ini harusnya sudah aku tulis bulan lalu. Namun karena memang akhir-akhir ini kegiatan bloggingku menurun drastis, maka catatan ini baru bisa aku buat sekarang. Terlambat sih sebenarnya, tapi tak mengapa… setidaknya aku masih punya catatan tentang kenangan MOS Shasa saat masuk SMA.
Shasa menjalani MOS (dan Pra MOS) mulai hari Jumat 24 Juli 2015 sampai dengan Rabu 29 Juli 2015 (hari Minggu pun tetap masuk). Jadi total waktu pelaksanaan MOS adalah selama 6 hari. Begitu banyak kelengkapan MOS yang harus disiapkannya. Mulai dari baju atasan putih dan bawahan hitam, tas dari kantong beras, papan nama, topi wayang dan buku harian.
Shasa menjalani MOS (dan Pra MOS) mulai hari Jumat 24 Juli 2015 sampai dengan Rabu 29 Juli 2015 (hari Minggu pun tetap masuk). Jadi total waktu pelaksanaan MOS adalah selama 6 hari. Begitu banyak kelengkapan MOS yang harus disiapkannya. Mulai dari baju atasan putih dan bawahan hitam, tas dari kantong beras, papan nama, topi wayang dan buku harian.
Rabu, 08 Juli 2015
Sosialisasi Peminatan Kurikulum 2013
Akhirnya, usai pengumuman Nilai UN SMP 2015 yang lalu yang diikuti dengan PPDB online mulai tanggal 1-4 Juli 2015, hari ini diumumkan secara resmi nama-nama siswa yang diterima. Memang sih, sebenarnya saat pendaftaran ditutup tanggal 4 Juli 2015 yang lalu sudah dapat dilihat nama-nama siswa yang diterima di suatu sekolah. Tapi rasanya belum afdol jika belum secara resmi diumumkan.
Minggu, 28 Juni 2015
Usaha Keras yang Tak Sia-Sia
Keberhasilan Shasa memperoleh nilai UN SMP 2015 tertinggi peringkat ke-2 se Jawa Timur dan peringkat ke-1 se-Kota Madiun bukanlah diperoleh dengan mudah. Shasa memperolehnya melalui kerja keras, keteguhan hati dan ketekunan. Selama beberapa bulan lamanya Shasa ekstra keras belajar untuk bisa menguasai pelajaran yang diujikan pada saat UN.
Rabu, 24 Juni 2015
Nilai UN SMP 2015
Tanggal 8 Juni 2015 mungkin akan sulit dilupakan, bukan saja oleh-ku namun juga seluruh keluarga besarku. Malam itu, aku mendapat kabar dari seorang teman bahwa hasil UN Shasa sangat memuaskan, bahkan nyaris sempurna. Dia mengatakan, dari 4 mata pelajaran dalam UN, Shasa berhasil mendapatkan 3 angka 100 dan 1 angka 96 (untuk Bahasa Inggris).
Shock dan tak percaya, itulah reaksi-ku dan suami. Bahkan saat kedua orangtuaku mendengar kabar ini, beliau sampai merinding tak percaya. Bahkan, dalam rasa takjub dan ketidakpercayaan ini, Ibu sampai berkata “Kita bersyukur sekali hasil UN Shasa sangat bagus, namun jangan berharap lebih. Jangan berharap nilainya terbaik se-kota.”
Shock dan tak percaya, itulah reaksi-ku dan suami. Bahkan saat kedua orangtuaku mendengar kabar ini, beliau sampai merinding tak percaya. Bahkan, dalam rasa takjub dan ketidakpercayaan ini, Ibu sampai berkata “Kita bersyukur sekali hasil UN Shasa sangat bagus, namun jangan berharap lebih. Jangan berharap nilainya terbaik se-kota.”
Label:
anak,
cerita,
keluarga,
kenangan,
pendidikan,
Pengumuman,
spesial
Selasa, 14 April 2015
Jarak antara Pancasila dan Pelajar
Beberapa waktu yang lalu, aku mendapat kehormatan menjadi moderator di sebuah acara pembinaan kepada para pelajar SMA/SMK di Kota Madiun. Materi pembinaan adalah tentang pemahaman Pancasila untuk meningkatkan dan mempertebal rasa solidaritas dan ikatan sosial di kalangan pelajar. Adapun pematerinya ada 2 orang : dari Kepolisian Resort Madiun Kota dan Kodim 0803 Madiun.
Berhubung jumlah peserta pembinaan dari pelajar SMA/SMK di Kota Madiun sangat banyak, maka acaranya dilaksanakan selama beberapa hari. Secara bergilir, setiap hari ada 4-5 SMA/SMK di Kota Madiun (baik negeri maupun swasta) yang mengirimkan perwakilan siswanya untuk mengikuti acara pembinaan itu. Setiap hari jumlah peserta antara 200-300 orang pelajar. Dan aku mendapat kehormatan untuk menjadi moderator pada 4 hari terakhir.
Berhubung jumlah peserta pembinaan dari pelajar SMA/SMK di Kota Madiun sangat banyak, maka acaranya dilaksanakan selama beberapa hari. Secara bergilir, setiap hari ada 4-5 SMA/SMK di Kota Madiun (baik negeri maupun swasta) yang mengirimkan perwakilan siswanya untuk mengikuti acara pembinaan itu. Setiap hari jumlah peserta antara 200-300 orang pelajar. Dan aku mendapat kehormatan untuk menjadi moderator pada 4 hari terakhir.
Selasa, 03 Maret 2015
Belajar dari kerja kelompok
Sejak duduk di bangku SMP, Shasa sering sekali mendapatkan tugas kelompok untuk semua jenis mata pelajaran. Ada yang sekedar membuat karya tulis, presentasi bahkan membuat pentas drama, membuat video film pendek sampai mengaransemen lagu. Selama ini, kerja kelompok itu selalu saja memunculkan 'masalah' dalam pelaksanaannya.
Masalah pertama adalah soal waktu yang disepakati bersama oleh anggota kelompok. Maklum saja, setiap anggota kelompok tentu saja punya aktivitas harian yang berbeda-beda, misal les atau bimbingan belajar. Sehingga agar kerja kelompok itu bisa tetap jalan, maka harus ada yang mau mengalah untuk mengorbankan aktivitas pribadi mereka. Kalau tidak begitu, tak akan pernah ketemu jadwal dimana semua anggota kelompok itu sedang kosong jadwalnya. Nah, memutuskan siapa yang mau mengalah dengan mengorbankan aktivitas pribadinya demi kerja kelompok itu tentu saja perlu kerelaan hati.
Masalah pertama adalah soal waktu yang disepakati bersama oleh anggota kelompok. Maklum saja, setiap anggota kelompok tentu saja punya aktivitas harian yang berbeda-beda, misal les atau bimbingan belajar. Sehingga agar kerja kelompok itu bisa tetap jalan, maka harus ada yang mau mengalah untuk mengorbankan aktivitas pribadi mereka. Kalau tidak begitu, tak akan pernah ketemu jadwal dimana semua anggota kelompok itu sedang kosong jadwalnya. Nah, memutuskan siapa yang mau mengalah dengan mengorbankan aktivitas pribadinya demi kerja kelompok itu tentu saja perlu kerelaan hati.
Selasa, 27 Januari 2015
Sekali lancung ke ujian....
Kurang lebih 2 minggu lalu, Ibuku menelpon di kantor. Ibu bercerita bahwa pagi itu ada teman Shasa waktu SD dulu yang datang ke rumah Ibu dengan ditemani ibunya. Mereka datang untuk meminjam loyang dan oven. Ibu menuturkan bahwa sebelum ketemu Ibu untuk menyampaikan maksudnya itu, dia (dan ibunya) sudah bolak balik 2 kali ke rumah Ibu tapi tak ketemu. Kedatangan pertama, saat Ibu masih ikut senam lansia. Kedatangan kedua, saat Ibu sedang belanja ke pasar. Baru kedatangan yang ketiga mereka bertemu Ibu.
Pada Ibuku, teman Shasa menuturkan bahwa dia mendapat tugas untuk membawa kue "yang dihias" ke sekolah. Karena menurut perhitungan Ibunya, membeli jauh lebih mahal daripada membuat sendiri maka mereka memutuskan untuk membuat sendiri. Karena tidak punya oven dan loyang maka mereka harus mencari pinjaman. Dan, akhirnya mereka berniat untuk meminjam pada Eyangnya Shasa (Ibuku).
Pada Ibuku, teman Shasa menuturkan bahwa dia mendapat tugas untuk membawa kue "yang dihias" ke sekolah. Karena menurut perhitungan Ibunya, membeli jauh lebih mahal daripada membuat sendiri maka mereka memutuskan untuk membuat sendiri. Karena tidak punya oven dan loyang maka mereka harus mencari pinjaman. Dan, akhirnya mereka berniat untuk meminjam pada Eyangnya Shasa (Ibuku).
Jumat, 19 September 2014
Bekal Sekolah
Bekal sekolah adalah hal yang harus selalu aku pikirkan dan aku sediakan setiap hari. Shasa memang selalu minta untuk membawa bekal sekolah. Alasannya adalah untuk mengurangi belanja di kantin sekolah dan alasan yang kedua adalah agar bisa berbagi bekal dengan teman-teman kelasnya.
Bekal sekolah yang aku sediakan fleksibel, tergantung pesanan Shasa. Terkadang Shasa minta membawa bekal nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Biasanya Shasa membawa bekal nasi jika dia pulang sekolah sore hari karena ada kegiatan OSIS atau kegiatan lainnya.
Bekal sekolah yang aku sediakan fleksibel, tergantung pesanan Shasa. Terkadang Shasa minta membawa bekal nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Biasanya Shasa membawa bekal nasi jika dia pulang sekolah sore hari karena ada kegiatan OSIS atau kegiatan lainnya.
Kamis, 11 September 2014
Kelas Unggulan
Aku tak tahu, apakah di setiap sekolah ada kelas unggulan atau tidak. Aku juga tak tahu apa tujuan dari dibentuknya kelas unggulan di suatu sekolah. Yang jelas, di sekolah Shasa ada 1 kelas yang disebut sebagai kelas unggulan. Nah, ada cerita nih soal kelas unggulan ini.
Dulu, sekolah Shasa adalah SMP dengan label RSBI (tapi kini sudah dihapus). Jadi, untuk bisa masuk kesana harus ada test terlebih dahulu. Nilai ujian nasional dipakai sebagai tambahan untuk menentukan diterima tidaknya calon siswa di SMP tersebut. Dan, hasil dari tes masuk plus nilai ujian nasional itu ternyata dipakai juga untuk mengatur penempatan siswa ke dalam kelas unggulan dan kelas reguler.
Dulu, sekolah Shasa adalah SMP dengan label RSBI (tapi kini sudah dihapus). Jadi, untuk bisa masuk kesana harus ada test terlebih dahulu. Nilai ujian nasional dipakai sebagai tambahan untuk menentukan diterima tidaknya calon siswa di SMP tersebut. Dan, hasil dari tes masuk plus nilai ujian nasional itu ternyata dipakai juga untuk mengatur penempatan siswa ke dalam kelas unggulan dan kelas reguler.
Minggu, 20 April 2014
Membicarakan Pelecehan Seksual dengan Anak
Tak dapat dipungkiri bahwa kian hari para orangtua kian miris mendengar dan membaca berita tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak. Yang menjadi korban bukan saja anak-anak remaja, namun juga bayi yang baru berumur beberapa bulan! Pelakunya mulai dari orang yang tak dikenal, saudara dekat sampai ayah kandung korban.
Siapa tak miris mendengar seorang bayi yang jadi korban pelecehan seksual oleh ayah kandungnya sendiri? Siapa tak geram mendengar seorang anak mengalami pelecehan seksual di sekolahnya (yang diyakini mampu memberikan keamanan bagi murid-muridnya)? Siapa tak marah mendengar banyak anak yang menjadi korban pelecehan seksual orang tak dikenal yang telah dengan tega memajang foto-foto telanjang anak-anak itu di facebook?
Siapa tak miris mendengar seorang bayi yang jadi korban pelecehan seksual oleh ayah kandungnya sendiri? Siapa tak geram mendengar seorang anak mengalami pelecehan seksual di sekolahnya (yang diyakini mampu memberikan keamanan bagi murid-muridnya)? Siapa tak marah mendengar banyak anak yang menjadi korban pelecehan seksual orang tak dikenal yang telah dengan tega memajang foto-foto telanjang anak-anak itu di facebook?
Rabu, 02 April 2014
Dikriminasi Pendidikan
Ini adalah sebuah kisah tentang 'diskriminasi pendidikan' di sebuah kota antah berantah. Aku mendengar kisah ini beberapa waktu yang lalu. Kisah perbedaan perlakuan dari dinas pendidikan terhadap sekolah swasta dan sekolah negeri. Terus terang saja, saat mendengar kisah itu aku ikut merasa prihatin, mengapa sampai sekarang diskriminasi pendidikan masih ada. Bedanya, jika seringkali yang mendapat perlakuan istimewa adalah sekolah-sekolah swasta yang menuntut biaya mahal, namun dalam kisah yang aku dengar kali ini adalah sebaliknya.
Oke, daripada berteka-teki lebih lama, aku akan langsung cerita saja. Jadi, di sebuah kota antah berantah ada sebuah sekolah swasta yang relatif baru, karena baru tahun ini akan meluluskan muridnya yang kini duduk di kelas 6 SD. Sekolah swasta (SD) itu didirikan dengan semangat untuk memberikan kesempatan pada murid-muridnya mengembangkan kemampuannya sebaik mungkin. Selain itu, SD itu juga mengusung semangat cinta pada alam dan lingkungan.
Oke, daripada berteka-teki lebih lama, aku akan langsung cerita saja. Jadi, di sebuah kota antah berantah ada sebuah sekolah swasta yang relatif baru, karena baru tahun ini akan meluluskan muridnya yang kini duduk di kelas 6 SD. Sekolah swasta (SD) itu didirikan dengan semangat untuk memberikan kesempatan pada murid-muridnya mengembangkan kemampuannya sebaik mungkin. Selain itu, SD itu juga mengusung semangat cinta pada alam dan lingkungan.
Langganan:
Postingan (Atom)