Tampilkan postingan dengan label bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bencana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2020

Saat Covid-19 Melanda

Akhirnya, mau tak mau, suka tidak suka... corona virus disease 2019 atau biasa disingkat dengan covid-19 datang juga di Indonesia sejak Maret 2020 yang lalu. Aku ingat sekali, di awal bulan Maret 2020 itu aku dan kawan-kawan ditugaskan untuk mengikuti Diklat di Yogyakarta. Masing-masing kami saat itu dibekali masker oleh pimpinan dengan alasan kuatir di Yogyakarta corona sudah tersebar.

Kamis, 06 Maret 2014

Lomba Kebersihan Lingkungan

Lewat dari 2 minggu pasca erupsi Gunung Kelud, namun debu dan pasir masih banyak ditemui di jalan-jalan di kotaku. Meski setiap orang sudah kerja bakti di rumah masing-masing, di kantor/sekolah masing-masing tapi pasir dan debu di jalan-jalan belum juga bersih. Kalau hanya mengandalkan petugas kebersihan dari pemerintah kota, maka aku yakin selamanya pasir-pasir itu tak akan bersih dari jalan-jalan di kotaku.

Rupanya pemerintah kota juga memperhatikan akan hal itu. Buktinya, Walikota kemudian mengeluarkan surat edaran yang isinya adalah pemberitahuan tentang lomba kebersihan lingkungan. Jenis kegiatannya adalah membersihkan debu pasir sisa letusan Gunung Kelud. Prioritasnya adalah membersihan jalan-jalan besar dari pasir. Karena pasir-pasir itu bukan saja membahayakan kesehatan namun juga membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan.

Kamis, 20 Februari 2014

Debu dan pasir dimana-mana

Sepekan telah berlalu paska erupsi Gunung Kelud. Selama sepekan pula semua warga yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud sibuk membersihan debu. Di kantorku sendiri, malah sejak Jumat (14 Pebruari 2014) segera setelah terjadinya erupsi, petugas kebersihan sibuk membersihkan debu yang menyelimuti halaman kantor. Sebuah perjuangan yang luar biasa tentu saja, karena saat itu hujan abu masih turun dan debu beterbangan kemana-mana.

Untungnya, mulai Jumat sore itu hujan turun. Meski tidak deras cukup membantu untuk 'menggelontor' abu / debu yang ada di genteng. Selain itu, cukup untuk membuat debunya tidak beterbangan kemana-mana. Sejak Jumat sore itu pun di rumah kami sibuk membersihan endapan abu / debu yang menempel di halaman dan diselokan. Kegiatan itu terus berlangsung... hingga hari ini.

Senin, 17 Februari 2014

Berburu Masker

Jumat pagi, 14 Pebruari 2014, pukul 03.50 WIB kudengar teriakan ibu di jalan depan rumah. Ibu yang saat itu hendak beli sayur mayur tak jauh dari rumah kami berteriak-teriak karena kaget ada hujan abu. Ibu pun membatalkan niatnya untuk belanja sayur mayur dan kembali masuk ke rumah. Saat itu, kami semua menduga bahwa Gunung Kelud akhirnya meletus juga.

Buru-buru kuhidupkan HPku untuk mencari berita terakhir. Benar ternyata, Gunung Kelud meletus pada hari Kamis malam (13 Pebruari 2014) pukul 22.49 WIB. Kulihat di luar masih sangat gelap sehingga kami belum tahu seberapa banyaknya abu yang turun. Namun karena hujan abu masih terus turun, maka cahaya matahari terhalang sehingga kotaku tampak tetap gelap.

Minggu, 13 Maret 2011

Tentang dan untuk sahabat

Akhir-akhir ini aku memang banyak memikirkan tentang kedua sahabatku. Salah seorang diantaranya adalah sahabatku waktu SMA yang kini masih berada di Jepang. Berita tsunami di Jepang kemarin membuatku sangat menkhawatirkan keadaannya. Apalagi emailku tak mendapat respon darinya.

Alhamdulillah..., setelah sempat menunggu berapa lama, akhirnya aku mendapatkan kabar juga darinya. Dia selamat dan akan pulang ke Indonesia (selamanya) pada tanggal 14 Maret 2011 nanti. Semoga saja rencananya itu dapat terwujud dan dia dapat pulang dengan selamat ke Indonesia. Bagi yang penasaran bagaimana emailnya selengkapnya, bisa intip di bawah ini. OK?

Sabtu, 12 Maret 2011

Tsunami di Jepang

Siang kemarin, Tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) itu menghantam Jepang. Menurut kantor berita Kyodo, diyakini lebih dari 1.000 orang tewas dalam gempa besar dan Tsunami yang melanda sejumlah besar daerah pesisir Pasifik Jepang utara tersebut.

Gempa yang mengguncang Jepang merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 140 tahun terakhir. Reuters/Yomiuri (gamabr diculik dari sini)

Begitulah kabar yang aku dengar tentang tsunami di Jepang sejak kemarin siang. Dan.. sejak aku mendengar berita itu, ada rasa was-was yang menyelinap dalam hatiku. Pasalnya, seorang teman dekatku pada waktu SMA dulu kini tengah berada di Jepang untuk menuntaskan program doktoralnya. Dia adalah Murni Ramli.

Minggu, 14 November 2010

Amanah dan kepercayaan

Sebelumnya aku mau minta maaf nih... karena lagi-lagi aku masih akan membahas tentang bantuan kepada korban bencana letusan Gunung Merapi. Semoga saja tidak bosan membacanya... tapi kali ini aku bukan hendak bicara tentang jenis sumbangan atau bantuan kepada mereka. Kali ini aku akan berbicara tentang hal-hal di balik sumbangan itu.

Beberapa hari terakhir ini aku tergelitik membaca status beberapa kenalan yang terbaca olehku di Facebook. Dua diantara status itu bunyinya kurang lebih seperti ini :

Sabtu, 13 November 2010

Semoga kami dapat membantu

Alhamdulillah... akhirnya kegiatan pengumpulan bantuan untuk korban Merapi telah dapat dijalankan. Pengumpulan bantuan dilakukan di 3 tempat : di rumahku dan 2 lagi di rumah teman suamiku, baru kemudian dikumpulkan jadi satu di rumah salah seorang teman suamiku. Tugas tempat pengumpulan bantuan adalah packing agar saat dikumpulkan jadi satu, bantuan itu siap untuk dimasukkan ke dalam mobil.

Pada malam pertama (kamis), aku dan suami telah packing banyak sekali barang. Saking banyaknya sampai-sampai ruang tamuku (yang kecil) nyaris penuh dengan barang-barang itu. Jumat pagi semua bantuan itu dikumpulkan suamiku ke tempat pengangkutan. Namun acara belum selesai karena pengepakan berlanjut pada Jumat malam.

Rabu, 10 November 2010

Ketentuan menyumbang

Dua hari ini aku dan suami sedang sibuk mengkoordinir pengumpulan sumbangan untuk korban Merapi (lagi). Rencananya, Sabtu nanti suami akan kembali berangkat mengirimkan sumbangan. Tapi kali ini suami tidak berangkat sendiri dan tidak membawa sumbangan pribadi. Kali ini suami beserta teman-temannya akan berangkat bersama-sama.

Untuk mengangkut sumbangan itu, telah tersedia 1 buah truk dan 2 buah mobil box. Sumbangan yang akan dibawa sebagian besar adalah mainan anak-anak (bekas), majalah/buku (bekas) serta baju layak pakai. Kebetulan ada teman yang bertugas sebagai tim recovery untuk daerah Boyolali dan sekitarnya meminta bantuan itu. Menyambut permohonan bantuan itu, maka aku segera menghubungi saudara dan teman-teman yang ada di Madiun agar menyetorkan barang-barang yang aku minta.

Senin, 08 November 2010

Oleh-oleh dari Yogyakarta

Sabtu dan Minggu kemarin suamiku berada di Yogyakarta. Selain untuk mengirimkan bantuan ala kadarnya juga untuk mengunjungi sanak saudara dan teman-teman yang ada di sana. Maklum saja, suamiku yang lahir di Yogyakarta memang memiliki ikatan emosional yang cukup tinggi dengan tanah kelahirannya itu.

Alhamdulillah.., misi suamiku selama di Yogyakarta tercapai. Untungnya ada teman-temannya yang membantunya dalam menyalurkan bantuan itu kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Selain itu, dalam perjalanan menuju rumah salah seorang kerabatnya, suamiku berhasil mengambil sejumlah foto.

Sabtu, 06 November 2010

Saatnya kita membantu

Bencana tak hentinya terjadi di negeri kita tercinta. Mulai dari banjir, tanah longsor, tsunami sampai letusan gunung berapi. Sangat menyedihkan menyaksikan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana itu. Kehilangan sanak keluarga dan harta benda... bahkan anak-anak mungkin akan banyak yang mengalami trauma. Sungguh, keadaan yang sangat memprihatinkan kita semua.

Kita yang tidak sedang mengalami bencana, sepatutnya bersyukur. Andai kita berada dalam posisi mereka... apakah yang akan terjadi pada kita ? Kita pastinya akan sedih, bingung, bahkan mungkin putus asa dalam menghadapi bencana tersebut. So, sudah sepatutnya kita yang diberi kesehatan, kemudahan dan kelapangan memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Jumat, 05 November 2010

Ketika ijin itu kuberikan

Kemarin pagi, di saat aku sedang sibuk dengan pekerjaan kantorku tiba-tiba HPku bergetar. Rupanya ada SMS dari suami tercinta. Segera saja kubaca SMS-nya yang ternyata berbunyi seperti ini :
"Pagi cinta.... Ma, sabtu aku boleh berangkat ke Yogya tidak?"

Membaca SMS itu aku mau tak mau mengernyitkan dahi. Ada apa ini, kok tiba-tiba suamiku ingin berangkat ke Yogya ? Memang sih, sudah lama sekali kami sebenarnya ingin ke Yogya, tapi sayang sampai sekarang belum terlaksana juga. Biasanya kalau ada sesuatu, suamiku lebih senang membicarakannya di rumah daripada via SMS. Jika sekarang berbeda berarti suamiku menganggap hal ini penting dan butuh jawabanku segera.

Jumat, 08 Oktober 2010

Bencana itu datang lagi

Ya Allah...,
tegoran dariMu datang lagi untuk yang kesekian kali
mungkin karena selama ini kami tak pernah peduli

Ya Allah...,
bencana itu datang lagi membuat luka kami berdarah lagi
mungkin karena kami tak pernah belajar dari kesalahan kami

Rabu, 25 Agustus 2010

Menghadapi Gempa

Indonesia adalah daerah yang rawan terjadi gempa bumi. Sudah sangat sering kita mendapat berita terjadinya gempa bumi di beberapa daerah di Indonesia. Yang terakhir adalah gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta pada  hari Sabtu, 21 Agustus 2010 yang lalu. Meski kekuatannya kecil, gempa dengan kekuatan 5,0 skala Richter di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu mengakibatkan sejumlah bangunan rusak, termasuk bagian Keraton Yogyakarta.

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi.

Minggu, 04 Oktober 2009

Ulurkan tanganmu

Tak sanggup ku katakan betapa beratnya penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa di Sumatra Barat. Saat kusaksikan di televisi betapa besarnya kerusakan yang terjadi, sungguh terasa sangat pedih. Begitu banyak saudara-saudara kita yang menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan rumah-rumah yang tertimbun longsor. Sementara yang hidup pun sulit dibantu karena akses jalan yang terputus dan jembatan yang ambruk.

Daerah yang paling banyak mengalami kerusakan dan paling banyak ditemukan korban tewas adalah Padang. Gempa yang terjadi pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu benar-benar telah memporak porandakan Padang. Sampai kemarin pun masih banyak korban yang belum berhasil dievakuasi.

Kamis, 26 Februari 2009

Tolong.... Banjiiiiiirrrrrr....

Madiun sedang mendapat musibah. Hujan deras yang mengguyur Madiun pada hari Selasa petang (24 Pebruari 2008) menyebabkan banjir di 13 desa pada 3 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Madiun. Ketiga kecamatan itu adalah Balerejo, Saradan dan Pilangkenceng. Sedangkan yang kondisinya paling parah adalah Kecamatan Balerejo.

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Jerohan dan ambrolnya plengsengan yang ada di Dusun/Desa Tulung, Kecamatan Saradan. Banjir setinggi 1-2 meter merendam ratusan rumah dan ratusan hektar tanaman padi yang siap panen. Kabarnya, sampai hari ini (26 Pebruari 2009) beberapa warga masih terjebak banjir dan menunggu bantuan. Seorang warga mengatakan bahwa akhir Januari 2009 yang lalu juga terjadi banjir, tapi tidak separah banjir kali ini.