Siang kemarin, Tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) itu menghantam Jepang. Menurut kantor berita Kyodo, diyakini lebih dari 1.000 orang tewas dalam gempa besar dan Tsunami yang melanda sejumlah besar daerah pesisir Pasifik Jepang utara tersebut.
Begitulah kabar yang aku dengar tentang tsunami di Jepang sejak kemarin siang. Dan.. sejak aku mendengar berita itu, ada rasa was-was yang menyelinap dalam hatiku. Pasalnya, seorang teman dekatku pada waktu SMA dulu kini tengah berada di Jepang untuk menuntaskan program doktoralnya. Dia adalah Murni Ramli.
Semenjak kami sama-sama lulus SMA, kami melanjutkan pendidikan di 2 kota yang berbeda. Dia di IPB dan aku di UGM. Semenjak itulah aku kehilangan kontak dengannya. Barulah setelah aku mengenal internet aku bisa menemukan jejaknya lewat blognya : Berguru. Alhamdulillah..., senang banget rasanya! #loveinternet
Yang aku tahu dia menuntut ilmu di Nagoya University. Kabar terakhir dia sudah lulus program doktoralnya, tapi masih harus menyelesaikan kontrak mengajarnya di sebuah sekolah di Jepang (sayang aku lupa nama sekolahnya). Sudah agak lama aku tak berbagi kabar dengannya, sehingga aku kini tak tahu dia menetap dimana. Itu makanya aku kepikiran bagaimana kabar dia pasca tsunami ini.
Aku cari-cari informasi di blognya, tapi ternyata blognya terakhir di-update pada tanggal 6 Maret yang lalu. Aku kirim email padanya, juga belum ada jawaban. Sayangnya aku tak punya nomor HPnya yang bisa dihubungi. Nah.., aku sekarang jadi makin kepikiran tentang keselamatannya nih.
Semoga saja dia selamat dan dapat kembali pulang ke Indonesia. Amin.
Gempa yang mengguncang Jepang merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 140 tahun terakhir. Reuters/Yomiuri (gamabr diculik dari sini)
Begitulah kabar yang aku dengar tentang tsunami di Jepang sejak kemarin siang. Dan.. sejak aku mendengar berita itu, ada rasa was-was yang menyelinap dalam hatiku. Pasalnya, seorang teman dekatku pada waktu SMA dulu kini tengah berada di Jepang untuk menuntaskan program doktoralnya. Dia adalah Murni Ramli.
Semenjak kami sama-sama lulus SMA, kami melanjutkan pendidikan di 2 kota yang berbeda. Dia di IPB dan aku di UGM. Semenjak itulah aku kehilangan kontak dengannya. Barulah setelah aku mengenal internet aku bisa menemukan jejaknya lewat blognya : Berguru. Alhamdulillah..., senang banget rasanya! #loveinternet
Yang aku tahu dia menuntut ilmu di Nagoya University. Kabar terakhir dia sudah lulus program doktoralnya, tapi masih harus menyelesaikan kontrak mengajarnya di sebuah sekolah di Jepang (sayang aku lupa nama sekolahnya). Sudah agak lama aku tak berbagi kabar dengannya, sehingga aku kini tak tahu dia menetap dimana. Itu makanya aku kepikiran bagaimana kabar dia pasca tsunami ini.
Aku cari-cari informasi di blognya, tapi ternyata blognya terakhir di-update pada tanggal 6 Maret yang lalu. Aku kirim email padanya, juga belum ada jawaban. Sayangnya aku tak punya nomor HPnya yang bisa dihubungi. Nah.., aku sekarang jadi makin kepikiran tentang keselamatannya nih.
Semoga saja dia selamat dan dapat kembali pulang ke Indonesia. Amin.

25 catatan dari sahabat:
semoga murni ramli selamat dan dilindungi Allah....amin
#prayforjapan :)
turut berduka untuk korban-korbannya.... mari berduka untuk jepang
ada award untuk blog ini
http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2011/03/thank-youmy-loyal-readers.html
Hai Reni......Mampir lagi untuk kesekian kali. Suka banget dengan tulisan-tulisanmu. Semoga kawn kita Murni Ramli gak kenapa-napa. Salam...
semoga sahabatnya selamat ya mba..........!?!?! iya nih ikut prihatin dengan bencana yang terjadi disana!!!
Semoga temannya Mbak dalam lindungan Yang Di Atas, Amiiin..
duh terjadi lagi tsunami dan pasti memakan korban yg banyak banget... aku ikut berduka dengan meusibah ini, smg saudara2 kita di Jepang kuat menerima ujian ini.
Dan semoga sahabat mbak Reni tsb selamat ya mbak, aku bisa ngerasain deh deg2an nya mbak Reni nunggu berita dr sahabat tsb.
turut berduka cita,,semoga aja WNI yg ada disana bisa selamat
amiiin mbak, moga ndak apa apa...
Turut berduka dengan Musibah yang menimpa Jepang.
Semoga Sahabatnya baik-baik saja ya mba.. Amin..
amin, semoga nggak kenapa-kenapa ya mbak...
ooh.. mbak reni tuh alumni UGM to?.. kita satu almamater loh!. hihihii
iya, semoga temen mbak di berikan keselamatan dan bisa berkumpul lagi sama keluarganya. Amiiin... Dan mudah2an tsunami tsb tidak menimbulkan banyak korban!
aku juga terkaget kaget banget Mbak ketika nonton TV... tayangannya bikin ngeri yaaa
punya satu teman juga disana
alhamdulillah gak kenapa kenapa.
semoga wni di jepang gak ada yang jadi korban yaa
kasihan banget ya orang orang jepannya Tante,,,
haduh bu...
jangan ikut ikutan tipi pake kata tewas dong. kesannya kok mengenaskan sekali. kayaknya lebih nyaman kalo pake istilah meninggal deh...
semoga temannya gak apa2 ya mbak.
teman saya di jepang juga banyak...untung sja calon suami teman dekat saya sudah pulang Indonesia
semoga bisa mendapatkan informasi sahabatnya ya tante....
Assalamualaikum mbak.... betapa kecil arti diri ini jika tuhan telah berkehendak.
smoga temannya baik2 aja ya mbak dan selalu dalam lindungan Alloh...
hope it'll run well...
#prayforjapan
Iya, mba...
Ning jg sama...
px tmn di Jepang. Udh ngetwit dy, gak ada jg blsnx smpe skrg... :(
Smoga mrk baik2 sj...
datang berkunjung mbak... semoga temannya selamat ya dan bisa komunikasi lagi dengan mbak...
semoga semua kerabat kita yang terkena musibah di jepang mendapat keselamatan dan dapat berkumpul lagi dengan kita.. :D
Turut prihatin dengan musibah tsunami tersebut, mudah2an sahabat Mba Reni termasuk diantara orang2 yang selamat dari musibah....
amin, think positive aja Bu Reni :)
Oohhh jadi temen Mba yang di jepang itu alumni IPb toh. Angkatan berapa yah Mba?
Poskan Komentar