Kita tentu masih belum lupa tentang aksi demo yang dilakukan para dokter di Indonesia sebagai wujud dari gerakan solidaritas terhadap nasib yang menimpa rekan seprofesi mereka, dr. Ayu. Terhadap aksi demo tersebut, pro dan kontra muncul di masyarakat. Masing-masing pihak dari yang pro dan kontra itu memiliki sudut pandang yang berbeda, sehingga tentu saja akan memandang masalah ini dengan berbeda pula. Sesuatu yang wajar sebetulnya dan kita tak bisa memaksakan kedua pihak itu memiliki persepsi yang sama.
Di tengah hiruk pikuk pro dan kontra atas aksi demo dokter-dokter itu, muncul berita tentang dokter yang mengabdikan dirinya sepenuhnya bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak mampu. Mereka adalah dr Lo Siaw Ging dan dr Maria Retno Setjawati. Kedua dokter itu sama-sama peduli dan mengabdikan hidup mereka pada kaum marjinal di Solo. Jika dr Maria rela dibayar sangat murah, dr Lo malah rela menggratiskan biaya berobat pasiennya. Bahkan tak jarang dr Lo juga yang membayar biaya obat pasien-pasiennya hingga ratusan juta.
Di tengah hiruk pikuk pro dan kontra atas aksi demo dokter-dokter itu, muncul berita tentang dokter yang mengabdikan dirinya sepenuhnya bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak mampu. Mereka adalah dr Lo Siaw Ging dan dr Maria Retno Setjawati. Kedua dokter itu sama-sama peduli dan mengabdikan hidup mereka pada kaum marjinal di Solo. Jika dr Maria rela dibayar sangat murah, dr Lo malah rela menggratiskan biaya berobat pasiennya. Bahkan tak jarang dr Lo juga yang membayar biaya obat pasien-pasiennya hingga ratusan juta.
