Senin, 05 Oktober 2009

Trauma kanak-kanak


Beberapa hari yang lalu aku ke Toga Mas untuk mengantar Shasa mencari buku. Namun sesampai disana, aku lapar mata lagi....!! Gara-garanya ada satu box khusus yang menjual buku-buku obral. So.., tanpa dapat dibendung, aku dengan semangat 45 ngubek-ngubek box itu. Hasilnya... aku menemukan beberapa buku yang menarik.

Setelah berjuang keras mengaduk-aduk isi box, aku menemukan beberapa buku Torey Hayden. Ada 3 buah buku Torey yang dijual dengan harga Rp. 15.000, seperti Venus, Murid Istimewa dan Cassandra. *gak rela* Soalnya aku 2 tahun yang lalu saat aku beli Venus dan Murid Istimewa harganya masih di atas Rp. 40.000..... *sigh* Akhirnya, aku membeli buku Torey yang belum aku punya yaitu Cassandra dengan harga Rp. 15.000.

Kali ini Torey Hayden bekerja di sebuah klinik setelah memutuskan untuk tidak lagi mengajar. Dari klinik itulah Torey mengenal Cassandra (9 tahun) yang menjadi pasiennya. Cassandra didiagnosis mengalami kebisuan yang disengaja (elective mutism) setelah peristiwa penculikan yang dialaminya saat berusia kurang dari 6 tahun. Cassandra benar-benar tidak mau membicarakan kejadian yang telah dialaminya selama 2 tahun dalam penculikan tersebut.

Diduga bahwa penculikan yang dialaminya tersebut meninggalkan trauma yang mendalam pada diri Cassandra. Pelecehan seksual juga diduga telah dialaminya dalam masa penculikan tersebut, karena Cassandra beberapa kali pernah berbicara hal-hal yang menyangkut seks. Selain itu, setelah berhasil ditemukan Cassandra berubah menjadi anak yang sangat sulit, suka berbohong, kasar dan tak terduga perilakunya.

Atas saran gurunya yang menilai perilaku Cassandra aneh dan mengganggu, maka Cassandra diperiksakan dan berakhir di klinik untuk mendapatkan bantuan. Keengganan Cassandra untuk membicarakan masa lalunya dan selalu berbohong menyulitkan Torey mendapatkan informasi yang dibutuhkan guna memberikan pertolongan. Waktu terus berjalan namun tak ada kemajuan pada diri Cassandra.

Setiap sesi terapi selalu saja terjadi perebutan kekuatan dan pengaruh antara Cassandra dan Torey. Cassandra benar-benar berusaha untuk tidak berada dalam perintah Torey, sehingga sulit bagi Torey untuk bisa menjalankan terapinya. Setelah berkali-kali menyaksikan perubahan sikap dan perilaku Cassandra, Torey menduga bahwa Cassandra telah mengidap kepribadian ganda, namun sangat sulit untuk membuktikannya karena Cassandra sulit diajak kerjasama.

Keadaan bertambah buruk saat di klinik hadir pasien baru yang bernama Selma. Anak yang berusia 8 tahun itu mempunyai masalah yang serius yaitu halusinasi pendengaran dan kesulitan dalam memahami realitas. Masalah yang dihadapi Selma justru semakin serius saat berada di klinik, karena Cassandra selalu saja berhasil menakut-nakuti Selma dengan hal-hal yang berhubungan dengan masalah seks. Sikap provokatif Cassandra itu sering membawanya berada dalam "ruang pengasingan', tempat dimana anak-anak dalam klinik yang berulah diasingkan untuk merenungkan kesalahannya.

Setelah cukup lama berusaha, akhirnya Torey berhasil juga membuka tabir gelap kehidupan Cassandra selama 2 tahun hidup dalam penculikan. Kejadian yang sangat mengenaskan, menyakitkan dan tak tertanggungkan oleh anak kecil berusia 6 tahun. Trauma kanak-kanak yang tak tertanggungkan, yang telah dengan susah payah dilupakan Cassandra, namun tak berhasil. Trauma itu terus menerus menghantuinya, akibat upaya keras Cassandra menolaknya.

Perlahan tapi pasti, Torey akhirnya berhasil juga membantu Cassandra untuk menerima masa lalunya yang pahit. Hal itu merupakan pintu bagi upaya penyembuhan Cassandra selanjutnya khususnya untuk menghapus trauma kanak-kanaknya.

Selain masalah Cassandra, Torey juga dihadapkan juga pada masalah seorang anak yang berusia 4 tahun, cucu jutawan, yang bernama Drake Sloane . Drake juga diduga menderita 'elective mutism' namun semua gejala yang biasa ada pada penderita 'elective mutism' tidak terdapat pada diri Drake. Hasil test yang sempurna membuat masalah jadi membingungkan. Ditambah lagi tekanan dari kakek Drake, sang jutawan yang pemarah, membuat Torey nyaris putus asa.

Ada juga Gerda (82 tahun), seorang pasien rumah sakit yang tiba-tiba membisu setelah menderita stroke. Meskipun Gerda hadir dalam hidup Torey karena seorang pekerja sosial yang meminta bantuannya, namun Torey berupaya untuk membantu semampunya. Meskipun tak banyak yang bisa dilakukan Torey, namun satu hal diyakini bahwa Gerda telah mengalami trauma selama masa kanak-kanaknya.

Penulis : Torey L. Hayden
Kategori : Non Fiksi
Penerbit : Qanita
Th. Terbit : 2005 (cetakan I)
Tebal : 612 halaman
Cover : Soft Cover
Harga : Rp. 15.000,- (diskon)

15 komentar:

  1. ceritanya menarik sekali mba.
    trauma anak kecil yang sangat menyakitkan
    Aku blom pernah baca bukunya

    mohon maaf baru bisa berkunjung balik neh

    BalasHapus
  2. enak ya mam, jalan2 melulu katanya shasa gituh.

    owh,,ini toch acara jalan2nya belanja buku.

    BalasHapus
  3. huhuhuhu...bener2 pengen nangis baca reviewnya, coz aku udah lama gak baca ato ngreview bukuuuuuuuu!! *kirain apaan?? :P*

    bener deh, jadi kangen...tapi apalah daya, deadline udah bawa golok

    BalasHapus
  4. Keren bukunya mbak..
    aku suka buku-buku seperti ini

    BalasHapus
  5. Anak kecil yg mengalami penculikan dan pelecehan seksual cenderung akan memiliki kepribadian ganda, dan dari buku2 yg kubaca, si anak biasanya merasa/berpikir bahwa dirinya lah yg bersalah. Ketika therapist berhasil meyakinkan bhw si anak tak bersalah, maka masing2 kepribadian ganda itu akan melebur dalam dirinya lagi karena tugas utk melindungi si induk semang sudah selesai. Menarik ya?

    @Sinta: Sama Sin, dah gatel pengen nulis tp masih sibuk. Tp kalo aku, baca tetap jalan terus. hehehe...

    BalasHapus
  6. bengong ngeliat harganya mbak. tapi nggak taunya lagi diskon ya???

    BalasHapus
  7. Kayaknya aku pernah baca bukunya deh mbak,... dan ulasan mantap Mbak Reni mengingatkan saya kembali akan novel yang bertajuk 'Amarah Anak-Anak sunyi' ini

    BalasHapus
  8. wah bakal menyaingi mbak fanda ni mbak. hehehe...
    biasanya seorang anak yang pernah mengalami kejadian seperti penculikan, pelecehan seksual, dan hal-hal lainnya yang bisa mendatangkan trauma psikologis, akan berdampak buruk bagi anak tersebut. Seperti dalam cerita tersebut yang mengakibatkan anak tersebut menjadi suka berbohong, sulit di ajak kerja sama, kasar, dan perilakunya tidak terduga.

    BalasHapus
  9. aku pernah baca yg murid istimewa, Sheila dan venus. tapi udah kuberikan ke teman2ku. memang bagus karangan si Torey. Dan, dulu tuh harganya mahal. wah, kok bisa murah banget ya sekarang?

    BalasHapus
  10. Bagus ya ceritanya ma!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  11. Mbak, ko harganya murah amat yah...??? ngiri saya :( biasanya khan bukunya dia di atas 40an :)

    BalasHapus
  12. Review yang mantap mbak. Kapan-kapan, cari bukunya ah.

    BalasHapus
  13. Sheila jg menarik mbak.
    penulisnya jg sm.

    BalasHapus
  14. si penulisnya memang ahli dalam menulis buku2 psikologi anak2 yang bermasalah dan nyatanya banyak hal2 serupa terjadi di sekitar kita...semoga bukunya bisa sedikit membuka hati dan mata kita ttg mereka dan persoalan mereka.

    BalasHapus
  15. Blog nya bagus mba, salam kenal

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)