Rabu, 12 Maret 2014

Review : Menanti Cinta


Judul : Menanti Cinta
Penulis : Adam Aksara
Penerbit : Mozaik Indie Publisher
Tahun terbit : Pebruari 2014
Edisi : pertama
Tebal : viii + 221 halaman

Terkadang manusia mampu melakukan banyak hal di luar dugaan, bahkan termasuk perbuatan kotor sekalipun. Apalagi jika seseorang sedang memperjuangkan cinta, atau berjuang untuk seseorang yang sedemikian dicintai, dia akan dengan suka rela melakukan apa saja. Seseorang yang tampak ‘lemah’ sekalipun akan berjuang tanpa kenal lelah untuk cintanya.

Tentang inilah novel ini bercerita. Tentang perjuangan seorang lelaki ‘lemah’ yang sangat ingin membahagiakan wanita yang dicintainya. Tentang banyaknya rahasia dan catatan hitam dari hidupnya yang berjuang sangat keras untuk dapat memenangkan dan melindungi cintanya. Namun sekaligus tentang cinta yang tak berani dimilikinya.

Cinta memang sering melenakan dan membutakan. Cinta mampu mengubah seseorang yang tak berarti menjadi sangat berharga. Cinta seolah memberikan ijin dan permakluman atas berbagai dosa dan kesalahan yang seharusnya dapat dihindari. Dan, tentang ini semualah novel ini bercerita.

Novel ini dibuka dengan datangnya surat tawaran (tanpa identitas pengirim) yang diterima seorang penulis lepas. Surat itu berisi permintaan untuk membuat biografi seseorang yang bahkan namanya pun tak banyak terekam oleh Google. Sebuah tawaran yang aneh, apalagi sang penulis lepas belum pernah sekalipun membuat biografi. Semakin aneh karena biografi tersebut tak boleh mencantumkan nama-nama tempat yang terkait. Namun untungnya, sang pemesan yang tanpa nama itu telah memberikan cek pembayaran untuk pengerjaan biografi tersebut. Dan… mulailah sang penulis lepas melakukan pencarian jejak terhadap Joko Alex Sudono, lelaki yang hendak dibuatkan biografinya.

Alex, begitu Joko Alex Sudono biasa dipanggil, adalah seorang lelaki yang kakinya lumpuh sejak kecil akibat penyakit polio. Ketertarikan Alex pada kimia telah membuatnya tekun melakukan berbagai eksperimen dan telah menghasilkan berbagai produk rumah tangga di usianya yang masih sangat muda. Bahkan saat berusia 15 tahun Alex telah memimpin beberapa pekerja tamatan sarjana kimia di pabrik yang didirikan oleh ayahnya.

Pada umur 20 tahun Alex telah mendapat gelar profesor berkat beberapa penemuan berharganya di bidang kimia maupun atas produk-produk inovatif ciptaannya. Selanjutnya di usia 28 tahun Alex mendapat undangan dari sebuah universitas untuk menjadi dosen kimia. Tawaran itupun diterimanya dan ternyata di kampus itu pula dia menemukan seorang wanita yang dicintainya dengan sangat mendalam.

Wanita itu adalah Claire, seorang gadis yang memikul banyak beban penderitaan akibat terlahir dari rahim seorang mantan pelacur. Sehari-hari Claire harus bekerja untuk dapat menghidupi dirinya, ibunya, ayah tirinya dan juga adik tirinya. Ibunya yang sehari-hari hanya mabuk-mabukan jelas-jelas tak mencintainya karena yang penting baginya adalah uang. Sedangkan ayah tirinya bukan saja kasar dan temperamental, namun juga telah berulang kali berusaha untuk menodainya. Sementara Ayu, adik tirinya, sudah seperti anak baginya karena dialah yang telah mengurus adiknya itu sejak bayi.

Seandainya Claire tak mendapatkan beasiswa, maka hidup Claire tak akan jauh berbeda dari ibunya dulu. Ibunya telah berulang kali mencoba menjualnya. Bahkan, Ayu adik tirinya yang baru 5 tahun pun dijual oleh ibunya. Dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan itulah Claire tumbuh dan berusaha untuk bertahan dan tak ikut terjerumus ke dalamnya.

Alex yang diam-diam menaruh hati pada Claire, salah satu mahasiswinya, sangat pedih mengetahui betapa beratnya beban yang harus ditanggung pujaan hatinya itu. Diam-diam tanpa sepengetahuan Claire, Alex pun melakukan berbagai macam cara (bahkan cara kotor sekalipun) untuk melindungi dan membantu Claire. Satu per satu masalah Claire terselesaikan, berkat campur tangan Alex yang sangat dirahasiakan di depan Claire. Meski Alex senang telah dapat membantu Claire dan membuatnya tersenyum bahagia, namun Alex kuatir jika semua dosa, kesalahan dan perbuatan kotornya untuk membantu Claire itu diketahui.

Kebersamaan antara Alex dan Claire selama bertahun-tahun akhirnya mendekatkan mereka. Benih-benih cinta tumbuh di hati keduanya, namun masing-masing ragu untuk mengatakannya. Alex yang sangat mencintai Claire merasa tak pantas mendampingi Claire karena kedua kakinya yang lumpuh. Dia tak ingin Claire menerima cintanya sebagai balas budi atas semua bantuannya selama ini. Dia ingin melihat Claire bahagia dengan lelaki lain yang jauh lebih baik darinya.

Di sisi lain Claire yang juga telah mulai diam-diam mencintai Alex juga gundah luar biasa. Dia tak merasa pantas untuk dicintai dan mencintai Alex karena ibunya adalah mantan pelacur. Bahkan Claire sendiri yakin bahwa ibunya tak tahu siapa ayah kandungnya. Claire yang sudah terbiasa tak dianggap sebagai 'wanita' oleh lingkungannya tak berani berharap terlalu banyak untuk mendapatkan cinta Alex. Penolakan, penghinaan dan pelecehan lebih sering diterimanya daripada penerimaan dan cinta. Baik Alex dan Claire terjebak dalam pikiran masing-masing. Mereka sama-sama tak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya.

Aku sangat ingin segera menyelesaikan membaca novel ini. Bukan karena membosankan, tapi justru aku telah dibuai rasa ingin tahu yang sedemikin kuat tentang 'drama cinta' Alex dan Claire. Berbeda dari novel romance lainnya, novel ini tidaklah menawarkan kisah cinta yang semanis madu dan seindah pelangi. Begitu banyak yang harus dikorbankan dan diperjuangkan untuk sebuah cinta.

Aku pun dibuat terpana dan ternganga atas semua hal 'kotor' yang dilakukan Alex demi dan atas nama cinta. Dalam hati aku hanya membatin, "emangnya bisa memasukkan orang ke penjara semudah itu?". Beberapa masalah yang mampu diselesaikan Alex dengan "caranya sendiri" membuatku terpaksa mengakui sesuatu yang telah kucoba untuk kuingkari sekian lama bahwa memang uang dan kekuasaan akan mampu membereskan banyak masalah dalam sekejap mata.

Cerita dalam novel ini bergulir cepat. Alur maju mundur membuat pembaca dapat mengetahui alasan atau jawaban atas sebuah tanya yang muncul dari sebuah kejadian. Bahkan untuk memberi 'tempat' beberapa kisah flashback itu, penulis sengaja membuat "sub bab" khusus untuk cerita flashback dari cerita sebelumnya. Ada 4 bab yang memiliki sub bab yaitu : Bab 5 Restoran dan Bab 5.1 Restoran - Alex. Bab 6 Beasiswa dan Bab 6.1 Beasiswa - Alex. Bab 7 Masalah dan Bab 7.1 Masalah - Alex. Bab 9 Kebahagiaan yang Tertunda dan Bab 9.1 Kebahagiaan yang tertunda - Alex.

Sudut pandang sebagian besar menggunakan sudut pandang orang ketiga, untuk bercerita tentang Alex dan Claire. Sementara sudut pandang orang pertama hanya muncul sebentar untuk menceritakan tentang sosok 'aku' si penulis lepas yang dalam novel ini tak memiliki nama.

Editingnya sangat rapi. Aku hanya menemukan 3 kesalahan ketik disini. Salah ketik di halaman 91 : "Maukah kamu menemanimu kesana?..." Ada kata yang nempel tanpa spasi dan ada tanda koma yang tertulis sebagai tanda titik. Tentunya kesalahan ketik kecil itu tak mengganggu keasyikanku dalam membacanya.

Ada beberapa quote yang menarik dalam novel ini, dan sebagaimana judulnya, quotenya pun tentang cinta. Salah satu quote yang aku suka adalah : "Cinta tidak pernah membebani, ia meringankan orang yang memilikinya dan dicintainya" (hal. 207)

Novel ini meskipun mengusung tema percintaan, namun aku tidak merekomendasikan untuk dibaca para remaja. Ada beberapa adegan (walau hanya diceritakan sekilas saja) menurutku tidak untuk dikonsumsi para remaja. Bahkan aku sudah menolak saat Shasa mengatakan ingin ikut membaca novel ini. "Belum saatnya," itu jawabanku padanya.

Ada satu kekurangan kecil dari novel ini. Kebetulan saja, novel yang kini ada di tanganku penjilidannya kurang oke. Meski aku sudah berhati-hati dalam membacanya, tapi halaman 5 sampai halaman 8 terlepas. Kira-kira buku ini bisa ditukarkan lagi ke penerbitnya gak ya? #ngarep


halaman yang lepas

Oya, informasi nih bagi siapa saja yang berminat membeli novel Menanti Cinta langsung saja kunjungi website penerbitnya: Mozaik Indie Publisher.

42 komentar:

  1. cinta memang bikin orang bisa melakukan apa saja demi cinta hehehe
    akhirnya gimana mba mereka bersatu gak hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiahaha... kok malah nanya... kan jelas2 aku gak berani buka endingnya hehehe

      Hapus
  2. idem mba...punyaku juga copot-copot...cepat banget ngeresensinya ...panjang pula ...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini buat resensinya sudah kemarin malam sebenarnya.. tapi karena ngantuk jadi aku gak sanggup ngelanjutin dan baru kelar siang ini tadi :D

      Berapa halaman yang copot mbak?

      Hapus
  3. Oh jadi sang penulis lepas itu bukan pemeran utamanya ya Mbak. Membaca resensi mbak diatas saya menyimpulkan kalau novel itu malah menceritakan orang 'asing' bernama Alex.
    Ah jadi gak sabar pengen baca novelnya sendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak Mak... disini pemeran utamanya adalah Alex (dan Claire)
      Si penulis lepas itu justru cuma nongol di awal dan di akhir novel

      Hapus
  4. hihihihihi komplit bangettt....tapi sedikit mengecewakan ya kalo lemnya g kuat,bikin mewek :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih Mak Hanna... sayang banget ada beberapa halaman yg lepas
      Semoga pihak penerbit mau berbaik hati mengganti ya? hihihi...

      Hapus
  5. aku juga gak sabar nunggu bukuku tiba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin punya Mak Uniek akan nyampe hari ini

      Hapus
  6. sayang yah mbak jilitannya gampang lepas.. :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sayang banget.... buku baru tapi sudah lepas2 gitu halamannya

      Hapus
  7. semoga penerbitnya tahu sehingga cetakan berikutnya jilidannya lebih kuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. semoga saja begitu :)

      Hapus
  8. Halo Ibu Reni,

    Perkenalkan saya Fitri dari salah satu EO di Jakarta mewakili klien kami yang bergerak di produk susu balita dan anak, memiliki maksud dan tujuan untuk bekerjasama dengan para blogger ibu dan anak untuk kegiatan event yang akan diselenggarakan oleh klien kami.

    Bila berkenan, kami mohon contact person dari Ibu Reni agar bisa didiskusikan secara personal.

    Mohon feedbacknya, Ibu reni.


    Terima kasih atas perhatiannya.



    Best regards,


    Fitri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Fitri bisa kirim email ke : reni.judhanto@gmail.com

      Hapus
  9. Whuaaa udh kelar baca ya mbak, aku malah belom nerima novelnya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cepet kok baca novelnya... lancar jaya karena menarik sih.
      Semoga bukumu segera sampai :D

      Hapus
  10. hmm...sama-sama cinta tapi tidak ada yang pede dengan dirinya sendiri, jadi apakah mereka bisa bersatu klu diam2an begitu? hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... iya, aku gemes sekali karena masing2 hanya sibuk berkutat pada pikiran masing2 dan gak berani menyatakan perasaannya.

      Hapus
  11. Keren mba resensinya..ini Resensiku
    http://kaniadanbuku.blogspot.com/2014/03/menanti-cinta-claire.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sudah mampir ke resensimu Mak...
      Keren.. dan melengkapi hal yang tak kusebutkan dalam resensiku di atas

      Hapus
  12. review nya lengkap, mbak reni.. ^_^
    aku jd penasaran, emang membantu orang yg seperti apakah yg bisa disebut "hal kotor"
    sepertinya perbuatan mulia yg dilakukan Alex utk claire... ^_^

    semoga endingnya bahagia... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya... Alex sendiri menyebutkan beberapa tindakannya adalah hal 'kotor' dan dosa....
      Untuk lebih jelasnya baca aja novelnya ya Mak Thia hehehe #promosi

      Hapus
  13. artikel yang bagus,, maksih ya,, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2.. terimakasih sudah mampir

      Hapus
  14. sangat luar biasa buk review nya. Jadi pengen baca juga nih buku nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan baca bukunya... menarik kok menurutku :)

      Hapus
  15. koleksi bukunya mbak reni udah banyak nih, kalo deket bisa aku pinjam atau tuker2an ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah asyik kayaknya kalo tetanggaan ama mak Lidya :)

      Hapus
  16. ini penerbit yg baru berultah itu kan mba?..mba Reni pintar meresensi juga nii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak.. ini dari Mozaik :)

      Hapus
  17. iyaaaa...novel saya juga banyak yang terlepas...ternyata bukan saya saja :)
    (Aulia)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Novel Menanti Cinta ini juga yang lepas2 ya? Waduuhhh....

      Hapus
  18. Komplit maaak. Punyaku malah ada halaman yang kebalik. Siang nanti posting resensi versiku ah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku tunggu review-mu Mak Efi... :)

      Hapus
  19. Mak Reni jago banget bikin resensi. Sering menang. Ajarin doooong.
    Btw, resensinya kumplit banget. Jadi penasaran sama bukunya. Pengen bacaaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mak Nia Haryanto... aku belum pernah menang kok lomba resensi buku.
      Selama ini aku menangnya di kategori favorit (komentar terbanyak)... jadi bukan menang karena resensi terbaik lo hehehe

      Hapus
  20. wow, komplit banget, mba. punyaku belum nyampe. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana, sudah sampai belum bukunya? Pasti udah kan?

      Hapus
  21. Cinta tidak pernah membebani, ia meringankan orang yang memilikinya dan dicintainya .... ah ini bikin gw galau :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah... kenapa jadi lebay? #kepo :D

      Hapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)