Siapa pun pasti berharap kehadirannya diterima dengan tangan terbuka. Tak terkecuali diriku. Aku punya kenangan dan pengalaman luar biasa yang tak akan aku lupakan terkait dengan 'penerimaan' itu. Bahkan aku sangat terkesan dengan penerimaan luar biasa yang aku terima, sehingga hal itu menjadi salah satu alasanku dalam mengambil langkah selanjutnya.
Ceritanya bermula dari kedekatannya dengan (calon) suamiku kala itu. Suatu saat, sewaktu aku masih kuliah di Yogyakarta dulu, untuk pertama kalinya dia mengajakku untuk ke rumah budenya yang kebetulan tinggal di Yogyakarta juga. Jika sebelumnya aku menolak ajakannya karena belum siap mental, namun saat itu aku memberanikan diri untuk menerima ajakannya. Maka, meluncurlah kami ke rumah bude (calon) suamiku yang tinggal di Notoprajan.
Ceritanya bermula dari kedekatannya dengan (calon) suamiku kala itu. Suatu saat, sewaktu aku masih kuliah di Yogyakarta dulu, untuk pertama kalinya dia mengajakku untuk ke rumah budenya yang kebetulan tinggal di Yogyakarta juga. Jika sebelumnya aku menolak ajakannya karena belum siap mental, namun saat itu aku memberanikan diri untuk menerima ajakannya. Maka, meluncurlah kami ke rumah bude (calon) suamiku yang tinggal di Notoprajan.

