Kamis, 07 Oktober 2010

Penerimaan itu luar biasa

Siapa pun pasti berharap kehadirannya diterima dengan tangan terbuka. Tak terkecuali diriku. Aku punya kenangan dan pengalaman luar biasa yang tak akan aku lupakan terkait dengan 'penerimaan' itu. Bahkan aku sangat terkesan dengan penerimaan luar biasa yang aku terima, sehingga hal itu menjadi salah satu alasanku dalam mengambil langkah selanjutnya.

Ceritanya bermula dari kedekatannya dengan (calon) suamiku kala itu. Suatu saat, sewaktu aku masih kuliah di Yogyakarta dulu, untuk pertama kalinya dia mengajakku untuk ke rumah budenya yang kebetulan tinggal di Yogyakarta juga. Jika sebelumnya aku menolak ajakannya karena belum siap mental, namun saat itu aku memberanikan diri untuk menerima ajakannya. Maka, meluncurlah kami ke rumah bude (calon) suamiku yang tinggal di Notoprajan.

Rabu, 06 Oktober 2010

Kopdar yuuuukkkk

Bagi seorang blogger, bisa kopdar dengan blogger lain yang selama ini hanya dikenal lewat blog tentu saja sangat menyenangkan. Kesempatan untuk kopdar menjadi momen yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Betul tidak...? Begitu juga denganku, selama ini aku tak akan melewatkan kesempatan untuk bisa kopdar dengan blogger lainnya, meskipun hanya sebentar.

Selama aku menjadi blogger, aku sudah pernah kopdar dengan 3 orang blogger lainnya (yang kesemuanya wanita) dan kesemuanya sudah aku tuliskan di blogku ini. Kopdar yang pertama dengan mbak Fanda, yang terjadi waktu aku dinas ke Surabaya. Khusus mbak Fanda, aku sudah kopdar 2 kali, walaupun dalam 2 kali kesempatan itu waktunya hanya sebentar saja. Maklum, aku sempatkan mampir ketemu mbak Fanda sewaktu aku mau pulang dinas dari Surabaya.

Selasa, 05 Oktober 2010

Pedulikah kita

gambar diambil dari sini


Apa yang ada dalam hatimu, kawan
Saat kau lihat seorang gadis kecil melangkah pelan menyongsong cahaya
berupaya tuk menjemput masa depan
tanpa ada seorangpun yang menemani langkah kecilnya

Apa yang ada dalam benakmu, kawan
Saat kau lihat seorang gadis kecil berusaha tetap melangkahkan kaki
dan mencoba tetap bertahan melawan keadaan
meski semua dijalaninya seorang diri

Sabtu, 02 Oktober 2010

Tanpamu


Gambar diculik dari sini

Sekarang semua berbeda bagiku
Tak kutemukan lagi dirimu di hari-hariku
Walaupun itu hanya sekedar bayanganmu
Tak juga sapamu ataupun candamu
Yang telah mewarnai seluruh hidupku

Jumat, 01 Oktober 2010

Kisah tentang Bunga

Membaca segala tanya dari para sobat yang disampaikan dalam kolom komentar atas puisiku tentang Setangkai Bunga, maka kali ini aku akan memberi jawaban atas semua tanya yang muncul di balik puisi itu.

Bunga, sebutlah namanya begitu. Dia seorang gadis remaja yang cantik dan ceria yang umurnya belum genap 16 tahun. Tubuhnya yang tinggi semampai dan kulit putihnya membuatnya semakin terlihat jelita. Tahun ini dia baru saja masuk ke Sekolah Menengah Atas. Masa-masa remaja sedang dinikmatinya dalam keceriaan gejolak mudanya bersama teman-temannya. Begitulah, baginya masa muda adalah masa yang paling membahagiakannya.

Idul Fitri baru berlalu 2 minggu yang lalu. Sisa-sisa euforia kemenangan masih terasa dimana-mana, namun tidak bagi Bunga. Beberapa hari terakhir wajah putihnya terlihat semakin pucat dan lesu. Senyum dan tawa tak dapat ditemukan pada wajahnya. Semuanya tiba-tiba berubah menjadi muram. Bahkan seringkali terlihat dia menghela nafas panjang dan mengusap ujung matanya yang tiba-tiba menjadi basah.