Rabu, 11 November 2009

Ketika korban berubah jadi tersangka


Kejahatan kian marak dimana-mana. Penyakit sosial ini semakin meluas di masyarakat kita. Tiap hari kita dengar berita kriminalitas di berbagai stasiun televisi kita. Gambaran kehidupan masyarakat kita yang kian menyedihkan.

Beberapa hari yang lalu, seorang temanku mengalami musibah. Tas kerjanya hilang di kantor. Pencuri masuk ke kantor temanku pada saat jam istirahat siang. Sebenarnya saat itu temanku masih ada di kantor, hanya saja dia sedang tidak duduk di meja kerjanya. Kebetulan dia ada di ruangan komputer yang letaknya terpisah dari meja kerjanya. Karena sedang asyik menekuni pekerjaannya, rupanya temanku tak tahu ada tamu tak diundang yang masuk.

Dalam waktu singkat, tas kerja temanku raib dibawa tamu tak diundang itu. Kebetulan pada saat itu, tas kerja temanku tergeletak di atas meja kerjanya. Sementara barang-barang lain di dalam kantor itu tak ada yang hilang. Lengkap di dalam tas kerja yang hilang itu adalah handphone, flashdisk yang berisi data-data kantor serta dompet yang berisi : uang, SIM, KTP, STNK.

Tak menunggu waktu, temanku langsung melaporkan kejadian itu pada kepolisan setempat. Namun sebelum laporan kehilangan itu dicatat, polisi minta agar temanku membawa serta BPKB yang dimilikinya. Akhirnya temanku pulang untuk mengambilnya.

Pada saat di rumah, dia iseng menelepon nomor yang ada di handphone yang hilang tercuri itu. Meskipun tersambung, tapi tidak diangkat. Temanku kemudian mengirimkan sms yang intinya mohon agar yang memegang handphone itu mau mengembalikan surat-surat berharga miliknya, sementara untuk uang dan handphone temanku telah merelakannya. SMS itu tak dibalas, sehingga temanku mencoba menelepon kembali.

Kali ini telepon dari temanku diterima. Si penerima telepon mengatakan bahwa dia menemukan handphone dan tas tergeletak di pinggir jalan. Kemudian temanku mengatakan kepada si penerima telepon itu (yang mengaku bernama Pak Joko) bahwa tas dan handphone-nya memang baru saja dicuri. Kemudian Pak Joko menanyakan alamat rumah temanku dengan alasan akan mengantarkan tas dan handphone tersebut ke rumah temanku.

Sewaktu pak Joko datang, dia banyak bertanya tentang diri temanku berikut suaminya. Yang mengejutkan, kemudian suami temanku diduga sebagai pelaku pencurian dan meminta suami temanku untuk ikut naik ke dalam mobil polisi yang ternyata sudah menunggu di luar. Sementara temanku disuruh mengendari motornya dan berangkat bersama ke kantor polisi

Di kantor polisi barulah terungkap semua kejanggalan itu. Rupanya, si pencuri setelah beroperasi di kantor temanku langsung beroperasi di kantor yang lain. Di kantor yang kedua ini dia mengambil laptop. Namun tas laptop ditinggalkannya, dan di dalam tas itu dimasukkan handphone milik temanku yang baru saja dicurinya. Polisi yang mendapatkan barang bukti pencurian menganggap bahwa handphone itu milik pencuri.

Sementara di kantor kedua itu, ada saksi mata yang mengatakan bahwa tadi seperti melihat seorang lelaki tak dikenal yang masuk ke ruangan. Sehingga, saat temanku menelepon ke handphone yang hilang dicuri itu, dianggap bahwa si pencurilah yang menelepon ke handphone-nya. Maka, sewaktu diketahui alamat rumah temanku itu, maka suaminya dibawa ke kantor polisi dengan dugaan sebagai pelaku pencurian...!

Setelah berjam-jam menjalani pemeriksaan, akhirnya temanku dan suaminya dinyatakan tidak bersalah. Namun, mereka tetap harus menandatangani BAP di kantor polisi. Untung saja temanku dan suaminya benar-benar mempunyai alibi yang kuat, sehingga dugaan itu dapat dibantah.

Kejadian itu tentu saja membuat temanku merasa jera berurusan dengan polisi. Mereka yang sebenarnya juga korban pencurian, kok malah dituduh sebagai pelaku pencurian..?! Rupanya, pencuri-pencuri sekarang semakin pandai saja.... Semoga kejadian ini bisa membuat kita semua lebih berhati-hati, agar jangan sampai kasus temanku itu kita alami.

Gambar diambil dari sini

24 komentar:

  1. semoga ktemu jalan lurusnya....
    coz aku yg awam ni... ga ngerti sama sekali... ma politik tuh....

    BalasHapus
  2. Kl sy sih bilangnya udah jatuh tertimpa tangga udah korban kok malah jadi tersangka aduh, kejadian yang bisa dijadikan pedoman

    BalasHapus
  3. wah... kayaknya para polisi di negeri ini emang perlu ditatar lagi ya mbak...

    BalasHapus
  4. apes namanya itu. semua emang bisa jadi tersangka, ya kayak yang di tivi-tivi itu :P

    BalasHapus
  5. wah wah wah... disini tergambar jelas bahwa pencuri itu sdh sangat profesional sehingga berusaha mengadu domba para korban yg pada akhirnya membuat pencuri itu makin leluasa untuk meloloskan diri. Kasian para korbannya

    BalasHapus
  6. Wow! Maling berotak cerdas itu mbak. Salut deh.
    Tapi memang sekarang kita harus lebih berhati2 yah.
    Thanks for sharing mbak.

    BalasHapus
  7. wah maling jaman sekarang mulai makin pintar ya!?!?!? tapi untung polisi td tertipu kan toh teman nya mba reni td di tangkap!!!!!

    yah pelajaran berharga buat kita agar lebih waspada kali ya!?!?!?

    BalasHapus
  8. Waspadalah, waspadalah, kata bung Napi. Selamat pagi mbak Reni. Selamat beraktivitas.

    BalasHapus
  9. Akhirnya kita yang bingung sendiri. Korban bisa jadi tersangka, kalo yg sedang terjadi sekarang malah yg tadinya tersangka ternyata adalah korban kambing hitam. Yah...untunglah dari awal aku dah ogah mengikuti. Pusing deh!!

    BalasHapus
  10. wah emg tu pencuri udh profesional banget semoga cpt ke tangkap n diberi ganjaran setimpal, met knl mb & jgn lupa berkunjung ya....

    BalasHapus
  11. yah... begitulah mbak dengan alur penyidikan yang berbelit-belit, malah si korban yang jadi sasaran.
    makanya banyak orang yang enggan berhubungan dengan polisi.

    BalasHapus
  12. yah... begitulah mbak dengan alur penyidikan yang berbelit-belit, malah si korban yang jadi sasaran.
    makanya banyak orang yang enggan berhubungan dengan polisi.

    BalasHapus
  13. Kita jadi gak tahu mana maling aslinya dan mana maling yang dianggap maling..

    BalasHapus
  14. seharusnya polisi lebih teliti ya. tapi hukum negara ini memang rumit,mbak. makanya saya gak mau jadi pengacara. soalnya byk intriknya. korban aja bisa jadi tersangka. huff...

    BalasHapus
  15. SUITTT...SUITTTT.....MBAK RENY... MAIN-MAIN KE TEMPATKUKI' ADA AWARD SAYA MAU KASIKI... DI AMBIL MBAK :)

    BalasHapus
  16. SUITTT...SUITTTT.....MBAK RENY... MAIN-MAIN KE TEMPATKUKI' ADA AWARD SAYA MAU KASIKI... DI AMBIL MBAK :)

    BalasHapus
  17. haduh pak pulisi inih kalo menyelidiki yg jeli dunk, jangan asal tuduh begitu ckckck
    btw kalo gitu pengamanan di kantor-kantor musri dtingkatkan lagi itu kewaspadaannya, jangan sampai sembarang orang bisa seenaknya masuk menelusup ruang kerja

    BalasHapus
  18. memang pencuri skrg pinter2 :).polisi aza sempat percaya heheheh

    BalasHapus
  19. wah kasihan juga tuh bun. semoga ada jalan keluar bersama. yg bener semoga ttp bener. amin

    BalasHapus
  20. Polisi yang aneh! Kayaknya orang sebelum diangkat jadi polisi itu kudu dites IQ dulu deh!

    BalasHapus
  21. wahwah-gag bisa dibiarin nih
    gebukin aja tuh mbak pencurinya
    hohohohohhoho

    BalasHapus
  22. yah, pak polisi jadi semakin njelimet inih, saya juga kalau gak terlalu terpaksa, males juga ke bapak polisi mba

    BalasHapus
  23. indonesia!!!!
    mana keadilanmu...

    BalasHapus
  24. Hmmm...memang....penjahat selalu berkembang modusnya.....

    Harus berhati...hati.....

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)