Minggu, 28 Desember 2008

Membaca

Salah satu hobby-ku yang sampai kini masih berjalan adalah membaca. Sedangkan hobby lainnya, seperti filateli dan korespondensi, sudah tidak jalan lagi. Yang jadi alasan (baca : kambing hitam) adalah kesibukan hehehe.... Aku suka membaca sejak aku masih SD dulu. Mungkin karena terbiasa melihat ayahku yang hobby banget membaca.

Dulu waktu aku masih kecil, aku masih sempat membaca komik-komik koleksi ayahku waktu beliau masih remaja. Komik-komik itu masih terawat rapi sehingga aku nyaman membacanya. Maklum ayahku sangat merawat buku-buku yang dimilikinya.

Buku bacaan pertama milikku sendiri yang dibelikan ayahku adalah serial HC Andersen. Wah..., saat itu aku senang dan bangga sekali punya koleksi serial HC Andersen lumayan banyak. Tapi sekarang buku-buku itu udah rusak karena dimakan rayap. Sayang sekali ya....

Setelah kebutuhanku akan bacaan semakin meningkat, ayahku mendaftarkan aku pada suatu persewaan buku. Aku ingat nama persewaan buku itu : Ria. Tujuannya agar aku bisa membaca sebanyak mungkin buku tanpa harus selalu dengan membeli, karena harga buku tergolong mahal.

Tetapi agar aku bisa membagi waktu dengan baik, ortuku hanya mengijinkan aku menyewa buku hanya pada hari Sabtu atau hari libur saja. Agar aku bisa banyak meminjam buku, aku harus rela menyisihkan uang saku-ku (yang jumlahnya sangat terbatas itu...) untuk biaya sewa buku. Setelah persewaan buku tidak mampu memenuhi kebutuhanku akan keragaman bacaanku, maka aku cari alternatif lain yang lebih murah : pinjam buku dari teman. Gratis !! Atau dengan cara tuker-tukeran buku bacaan. (Ha... ide yang bagus toh ?!)

Setelah aku kerja, aku mulai bisa menyisihkan sedikit uang untuk membeli buku sendiri. Yang pertama dicari tentu saja buku yang ada diskonnya (lumayan bisa ngirit 15-20%). Dan kalau udah pegang buku, pasti gak mau diganggu oleh orang lain. Untung saja suamiku paham dengan kebiasaan buruk-ku ini. Kalau aku udah mojok sambil pegang buku, suamiku paling-paling hanya bisa berkata : "wah... yang sudah asyik baca, lupa sama lainnya."

Hobby baca-ku ternyata menurun pada Shasa. Dia juga suka sekali kalau diajak jalan ke toko buku. Sayang sekali di Madiun gak ada toko buku besar, terutama yang bisa ngasih diskon gede juga, kayak Toga Mas gitu....

Makanya, kalau kami sedang jalan ke Solo maupun ke Yogya, pasti deh nyempetin mampir untuk beli buku. Syukur-syukur ketemu buku yang ada diskonnya, kalaupun gak ada diskon tapi kami naksir berat, ya mau tak mau dibeli juga. Cuma bedanya sekarang aku lebih ngutamain kebutuhan Shasa. Kalaupun aku ngebet beli suatu buku, tapi ternyata Shasa pengen buku lainnya, seringkali aku yang harus mengalah.

Sayangnya..., kebiasaan burukku kalau udah pegang buku "menurun" juga pada Shasa *sedih* Sekarang ini kalau Shasa sedang asyik baca buku, seringkali gak menjawab kalau diajak bicara. Seakan-akan dia tenggelam dengan bacaannya. Kalau udah begitu, ayahnya pasti komentar : "Wah... wah..., turunan dari mamanya !!"

Dulu ayahku membuat peraturan bagiku dan adikku kalau mau baca buku/koran/majalah. Sekarang peraturan itu kini kuturunkan juga pada anakku. Peraturan itu antara lain :
  • Tangan gak boleh kotor/berminyak/basah kalau mau pegang buku/koran/majalah
  • Buku/koran/majalah gak boleh dilipat-lipat dan dicoret-coret
  • Buku gak boleh robek

Oleh karena itu, seperti yang dulu diajarkan ayahku juga, semua buku-buku punyaku dan punya Shasa kuberi sampul plastik. Cuma, sampai sekarang aku belum punya rak buku khusus. Jadi untuk sementara ini buku-buku itu numpuk di laci meja. Pengen sih suatu saat aku bisa menata buku-buku punyaku dan punya Shasa di suatu lemari khusus yang memudahkan kami untuk mencari/mengambilnya. Semoga terkabul deh.... Amien.

3 komentar:

  1. Hehehe aku tahu sekarang kalau ternyata yang nularin hobi membaca padaku ternyata..... mamaku. Aduuuh cape'deeh.

    BalasHapus
  2. he he mbak, sementara masukkan ke kotak plastik saja dulu.
    jangan sampai terkena debu apalagi rayap hiks hiks ... sedih dech
    aku juga begitu, bogor terbilang dingin dan lembab akhir akhir ini, aku masukkan saja ke kotak plastik. soalnya kalau enggak, bakal jamuran dan berubah warna.

    Berhayal ya punya rak buku, lalu buku2nya diberi tag, tahun pembelian dan kategori jenis buku apa. Lalu dideretkan di rak. Wah rasanya kayaaaa ... banget, he he ..

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)