Senin, 27 April 2009

Bicara tentang pekerjaan

Beberapa hari ini pekerjaan di kantorku sangatlah padat. Selain banyak, pekerjaan yang harus diselesaikan itu menuntut untuk dikerjakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Hehehe, kayak bunyi teks Proklamasi aja yach?

Sebagai konsekuensinya, agar pekerjaanku itu dapat selesai tepat waktu, maka aku harus kerja lembur! So, selama beberapa hari ini aku lembur terus di kantor, sehingga gak sempat untuk posting di blog *gubraaak* (ya ampuunnn, sempat-sempatnya mikirin postingan di blog ya...?!?!)

Untuk pekerjaanku kali ini aku bekerja dengan tim yang agak berbeda dari biasanya. Dulu aku sudah punya tim yang cukup solid..., tapi setelah ada perombakan organisasi maka tim kerjaku juga kena rombak. Tak semuanya orang baru, masih ada juga orang-orang lama yang sebelumnya sudah bekerja satu tim denganku. Untuk perubahan ini, aku perlu menyesuaikan diri agar semua pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

Untuk anggota tim yang tergolong orang lama, aku sudah hafal dengan gaya kerja mereka masing-masing. Dan, dalam tim yang baru ini aku perlu untuk mengenali gaya kerja anggota tim yang baru. Ternyata, bekerja dalam tim yang berbeda-beda telah mengajariku banyak hal.

Pertama, kepandaian seseorang tidak menjamin kualitas yang lebih baik. Anggota tim-ku yang baru telah membuktikan hal itu. Dia adalah lulusan Perguruan Tinggi Negeri yang terkenal. Hasil IP-nya juga bagus, tapi ternyata kualitas kerjanya standar saja. Penyebabnya adalah, dia cenderung menyepelekan pekerjaan sehingga dia tak merasa perlu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya. Didukung pula oleh kebiasaannya yang suka lupa atas pekerjaannya.

Kedua, kecintaan pada pekerjaan sangat berpengaruh dalam kualitas pekerjaan. Aku punya teman yang sangat mencintai pekerjaannya. Terdorong rasa cintanya, maka dia selalu berusaha untuk bekerja dengan sepenuh hati. Dalam bekerja dia juga tidak perhitungan, sehingga kalaupun dalam menyelesaikan pekerjaannya dituntut waktu yang lebih banyak maka tak segan-segan dia untuk kerja lembur.

Ketiga, rasa tanggung jawab yang besar sangat dominan pengaruhnya dalam kualitas kerja. Ada salah seorang anggota timku yang kurang memiliki rasa tanggung jawab dalam bekerja. Walaupun pekerjaan yang harus diselesaikan banyak, tapi dia tidak terpacu untuk segera menyelesaikannya. Dia seringkali melimpahkan tanggung jawabnya pada orang lain.

Keempat, pekerjaan yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan penuh rasa syukur adalah kunci keberhasilan. Karena bekerja dengan rasa syukur dan tulus ikhlas, maka dia tak mau repot memikirkan hal lain selain pekerjaannya. Baginya, kerja adalah ibadah.

Dalam anggota tim-ku yang baru, aku menemukan semua tipe di atas. Ada seorang anggota tim yang sangat bertanggungjawab terhadap tugasnya. Dia juga bekerja dengan sungguh-sungguh. Sehingga, pekerjaannya selama ini tergolong cepat selesai dan (yang paling penting) adalah.... benar.

Saat ini, itulah yang dapat aku catat di sini. Aku merasa ngantuk dan capek sekali. Aku mau tidur dulu ya.... Jumpa lagi besok yaaa.... Oh ya, maaf aku belum sempat nengok sobat-sobat blogger nih. Maafin ya.....

22 komentar:

  1. setelah yang pertama, ternyata menjadi yang kedua juga, saya setuju dengan semua yang mbak sampaikan, ip tinggi,kecerdasan belum mencerminkan kualitas pribadi seseorang terhadap pekerjaan

    BalasHapus
  2. Semangat terus ya mbak. Kalaupun kelelahan karena kerjaan, kan sampai rumah ada yg mijitin.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. terkadang memang pendidikan yang kita dapat selama belajar ga bakal bisa diaplikasikan ke praktek kalo kita ga menyesuaikan diri. Jadi mo pendidikan setinggi apa juga kalo manajemen sdm-nya amburadul, ya sama aja. bener juga sih mbak
    :)

    BalasHapus
  5. Kerja, Tanggungjawab Ujungujungnya deadline dan Kesempurnaan hasil. Untuk itu dibutuhkan Kemampuan, Kemauan dan Kecintaan. Kalau tiga itu ada Lembur sampai jam 3 pagi juga hayo.
    Semangat, Pantang Mundur. Bloging Forever

    BalasHapus
  6. Yang penting kerjaan itu bisa dinikmati mbak, jadi gak stress kerjanya

    Oh ya mbak, awardnya sudah saya posting di Friendship Emblem Dari Mbak Reni

    BalasHapus
  7. oh..makanya beberapa hr sibuk terus! Memang benar, saat kita dituntut utk mengejar deadline, karakter asli masing2 anggota tim akan terlihat. Dan kualitas kerja seseorg tergantung pd karakter asli itu, bkn level pendidikan.

    BalasHapus
  8. Kenapa harus gubrag kalo masih sempat mikirin posting? Itu nunjukin bahwa kita masih mikirin dunia lain sesuai pekerjaan kita, jadi kita nggak jual jiwa kepada pekerjaan kita gitu..

    BalasHapus
  9. Hehehe...jadi seperti ditegur nih baca tulisannya Mbak Reni ... thx for sharing ya Mbak :)

    Aku sekarang selalu berusaha mencintai pekerjaanku lho Mbak walaupun kadang rasa bosan itu menderu dengan dahsyat :D

    BalasHapus
  10. yg menurut ku paling penting itu no ... wkkwkwkwk
    cam betul aja..
    tp,emang kita harus bersyukur thd setiap pekerjaan kita...
    baek yg kita suka mau pun yg tidak kita suka...

    BalasHapus
  11. Memang betul, IP tinggi tidak berarti selalu baik dalam bekerja. Beberapa waktu lalu saya bertemu orang tua mahasiswa (alumni) yang datang dan curhat. Anaknya sangat pintar, IPK nya 3,5. Tapi sampai sekarang (sudah 6 tahun) selalu ditolak untuk bekerja di sana sini.

    BalasHapus
  12. semangat terus ya mbak ..
    wah saya jadi ingat masa masa dahulu kerja, rasanya indah banget. apalagi kalau kompak bisa kerjasama dengan teman. rasanya puas banget.

    sekarang teman kerjaku tinggal komputer. hiks hiks, semoga jangan kena virus dech, aku bisa kerja sendirian. he he ...

    BalasHapus
  13. Semangat mbak!! Dalam teamwork memang kita diuji untuk saling memahami dan toleransi ya mbak.. Jadi ingat jaman dulu nih..n

    BalasHapus
  14. yah, kita harus cinta sama kerjaan. jika tidak maka mengerjakannya juga dg setengah hati. sama spt saya yg cinta pada menulis. he he he...dan cinta juga sama ngeblog.

    BalasHapus
  15. @eri-communicator : begitulah kenyataan yg kini aku temui...

    @rampadan : hehehe, tau aja...

    @henny : yups... bener tuh.

    @ari : semangat terus yuk...

    @erik : setuju mas, enjoy your life!

    @fanda : emang segalanya kembali pada pribadi masing-masing, mbak.

    @vicky : hehe, blogging forever ya mbak ??

    @laisya : kita harus belajar menyiasati rasa bosen itu, mbak..

    @hendra : rasa syukur emang senjata paling utama tuh..

    @mommy adit : garis nasib, mbak.

    @kuyus : tetap semangat ya, mbak meski kini hanya berteman dg komputer...

    @ajeng : betul mbak...

    @sang cerpenis : so.., cintailah pekerjaan kita...

    BalasHapus
  16. bila kita mencintai suatu pekerjaan tentu kita tidak akan pernah merasa terbebani berapa banyak pun pekerjaan kita...

    BalasHapus
  17. Kerja adalah ibadah....
    setiap detik kita bekerja, pahala akn mengalir kerekening kita kelak

    BalasHapus
  18. Waduhh udah capek kerja,, masih sempet2nya posting,, ckck

    T.O.P.B.G.T

    BalasHapus
  19. kerjasama dalam satu tim, susah2 gampang..tapi disitulah seninya..

    met istirahat ya..

    BalasHapus
  20. @joe : betul banget tuh..

    @buwel : setuju... *sambil manggut-2*

    @ayas : aku rindu utk posting soalnya hahaha....

    @budiawan : emang bang, bekerja dalam tim emang perlu seni tersendiri.

    BalasHapus
  21. KENAPA BOSEN DI KANTOR?
    Pak, numpang posting ya...

    Mau kerja di RUMAH? Ga usah ke kantor? Mau kerja di mana saja, kapan saja? Mau tinggal klik klik aja didepan leptop? Silahkan gabung dengan kami, FOLLOW THE LEADER, trading forex dipandu oleh TRADER CERDAS.
    Kami tunggu di www.kristinafx.com. Kamu akan tersenyum dengan PIPS PROFIT yg kamu dapat. Dan bertambahnya pundi pundi uang saku kamu. Tidak menutup kemungkinan, penghasilan kamu akan melebihi dari kerja yg kamu lakukan sebelomnya. Ga percaya? Mau bukti? Hayo aja...... Selamat datang...

    Terimakasih
    Tina
    tel : 0856 9 111 7422

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)