Oleh-oleh mudik lebaran

Senin, 13 September 2010

Alhamdulillah... akhirnya aku bisa kembali ke dunia maya setelah beberapa hari tenggelam di dunia nyata.. (eh, bukannya terbalik nih... hehehe). Jujur, aku sangat rindu untuk kembali nulis di diary online-ku ini. Maklum saja, setelah beberapa hari ber-sibuk-sibuk terus, sampai-sampai aku tak sempat meluangkan waktu untuk membuat postingan terjadwal selama aku absen dari dunia maya seperti biasanya.

Oke.., sekarang euforia Idul Fitri terpaksa harus disudahi (gak rela benget) karena aku harus kembali pada rutinitas kehidupan sehari-hari. Sebenarnya aku punya banyak sekali cerita selama absen dari jagad blogsphere dan selama mudik kemarin. Saking banyaknya..., aku sampai bingung mau cerita yang mana dulu hehehe.

Aku mulai saja dari perjalanan mudik lebaran ya..? Alhamdulillah.., perjalanan mudik-ku ke Jombang lancar. Kami berangkat dari rumah kurang lebih pukul 15.30 WIB. Sengaja berangkat sore, agar udara sudah tidak terlalu panas dan supaya saat kami sampai Jombang tepat waktu berbuka puasa. Perhitungan kami cukup tepat, walaupun terpaksa harus membatalkan puasa di dalam mobil dan baru makan setelah kami sampai di rumah buyutnya Shasa.

Dengan tetap berpuasa selama perjalanan mudik lebaran kemarin, berarti selama Ramadhan ini Shasa berhasil menuntaskan puasanya 1 bulan penuh. Alhamdulillah... Itu sebabnya begitu sampai Jombang dan berbuka puasa, ayahnya langsung memberi Shasa hadiah. Shasa tentu saja seneng banget...

Oya, arus mudik tahun ini sepertinya luar biasa padat ya..? Kakak iparku yang mudik ke Pemalang (dari Bandung) sampai molor 6 jam dari waktu yang seharusnya. Sementara perjalanan dari Pemalang ke Madiun memakan waktu 15 jam..! Teman-teman yang lain (yang mudik ke Madiun untuk reuni) juga banyak yang mengeluh tentang kemacetan selama perjalanan mudik. Sementara itu seorang teman batal hadir di acara reuni (cerita khusus reuni nyusul ya..?) gara-gara macet di jalan. Itu berarti makin banyak orang mudik yang menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Apakah ini bisa dijadikan indikasi bahwa taraf hidup sebagian besar masyarakat sudah makin baik..?

Begitulah... meskipun mudik selalu harus dilalui dengan 'pengorbanan' yang luar biasa... toh tetap saja masyarakat Indonesia tak bisa melewatkan momen mudik ini setiap tahunnya. Nah, bagaimana dengan acara mudikmu sobat...?

20 catatan dari sahabat:

Reza Saputra mengatakan...

saya gak mudik nih buk, belum punya pengalaman mudik....

Ka Damar mengatakan...

wah . . . . ampaunya mana Bu

wc-sekolah mengatakan...

alhamdulillah, bisa pulang dan bw oleh2

komgue : komputer gue mengatakan...

di jalan macet g bu

Takuya mengatakan...

macet ya.. kalo pake pesawat gmana ya, belum pernah denger ada pesawat macet di udara sih.. =)) xixixi

berpikir positif mengatakan...

saya juga nggak mudik bu , dulu sih waktu kuliah sering merasakan yang namanya mudik

attayaya smp sma mengatakan...

banyaknya mobil/kendaraan di jalan yg mbikin macet itu apakah menandakan kemakmuran rakyat?
macet lagi
si komo lewat
yihaaa

mohon maaf lahir bathin

Fajar mengatakan...

bagi dunk bu..oleh-olehnya....he..he...

Camajuyas mengatakan...

kayaknya asyik..ya bu perjalanan mudiknya..soalnya belum pernah mudik nih..

Rubiyanto mengatakan...

Terkadang mungkin ada kekhilafan pada setiap kata yang saya tinggalkan pada saat blogwalking, ada tata krama blogger yang saya langgar waktu bertamu di blog mba Reni. Ada tanggapan yang keliru pada sebuah posting, dan meski sedikit terlambat, izinkan saya mengucapkan " Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin".

Fanda mengatakan...

Nah, mbak Reni udah balik ke dunia maya nih, hehehe... Apa kabar mbak? Moga sehat2 aja meski melalui perjalanan panjang saat mudik. Aku sih di rumah aja, kena radang tenggorokan plus update web Vixxio dan menulis teruuus...

wahyu mengatakan...

kalau di siantar sini bnyk kecelakaan :(

Rizky2009 mengatakan...

koktumben g ada gambarnya ma', maaf nig Rizky baru bsa berkunjung kesini

Joddie mengatakan...

whuaa.. aku gak bisa mudik nih.. :( mungkin bulan depan baru bisa.. hiks..

BabyBeluga mengatakan...

Maaf terlambat, better late than never kan, Minail Aidin, Mohon maaf lahir dan bathin. Gga kebayang deh terjebak macet ya. Disini semacet2nya kayaknya gga sampe parah kayak gitu deh dan untungnya disini kamar kecil relatif bersih2 dan tersedia dihampir semua pompa bensin.

Winny Widyawati mengatakan...

Samaaa mbak, aku juga kangen nulis selama mudik,mana oleh-olehnya mbak hehehe

chikarei mengatakan...

asyik nya bisa mudik^^
hehee...

bawa ole2 banyak gx mba?

WONG SIKAMPUH mengatakan...

Di tunggu kisah reuni nya ya mba,pasti seru nih

BABY DIJA mengatakan...

aku gak mudik tante...
cuma ke rumah nenek aja, dekat kok. cuma sejam naik mobilnya...
aku pinter juga, gak rewel...

oh ya Tante Reni
Dija pingin undang Tante ke acara syukuran giveaway ulang tahun ke setengahnya Dija

ikutan ya Tante...

Mas Odjie mengatakan...

hmmm saya mudik ke kediri bu, luar biasa macet juga, tapi seru bisa kumpul2 ama saudara....