Tangan Sakti Raja

Jumat, 22 Oktober 2010

Dikisahkan, ada seorang Raja yang memerintah kerajaannya dengan bijaksana. Sayangnya sebagian besar wilayah kerajaan itu berupa pasir dan sangat jarang turun hujan. Akibatnya, tumbuhan sebagai bahan makan apapun sulit tumbuh di sana. Kondisi itu menyebabkan rakyat di kerajaan itu miskin dan bahkan kekurangan makan.

Raja sangat sedih memikirkan nasib rakyatnya. Raja sangat berharap seluruh rakyatnya bisa hidup makmur, tidak kelaparan, dan tidak perlu bekerja keras seperti sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Raja ingin semua rakyatnya dapat hidup enak tanpa perlu bersusah payah.


Keinginannya yang kuat itu membuat Raja rajin memanjatkan doa setiap malam. Ia memohon kepada Dewa agar ia diberi kemampuan untuk menciptakan makanan sebanyak yang dimaui rakyatnya. Dengan demikian seluruh rakyatnya dapat menyantap makanan dan memenuhi kebutuhannya tanpa perlu bekerja keras.

Setelah sekian lama berdoa, akhirnya Dewa pun mengabulkan doa-doa Raja. Dewa memberinya sepasang tangan sakti. Dengan tangan itu semua benda yang disentuh Raja akan seketika berubah menjadi makanan. Raja pun sangat puas dan bersenang hati.

Benda-benda yang ada di sekitarnya seperti batu-batu, kayu-kayu dan benda yang lain, bila disentun tangan Raja dalam sekejap langsung berubah menjadi makanan. Rakyat sangat takjub dan bahagia karena bisa makan enak setiap hari tanpa harus bekerja keras lagi.

Sejak saat itu, setiap hari terlihat antrian rakyat di sepanjang jalan yang akan dilewati raja. Mereka menengadahkan tangan layaknya pengemis menantikan raja menyentuhkan benda-benda untuk mereka santap. Akibatnya, rakyat di kerajaan itu menjadi malas dan tidak mau bekerja lagi. Mereka mengandalkan tangan sakti Rajanya untuk memberi mereka makan setiap hari.

Perubahan sikap rakyatnya itu membuat Raja menjadi sedih dan tertekan. Celakanya lagi, Raja kini tak berani menyentuh istri dan anak-anaknya. Sebab apa pun yang disentuhnya akan segera berubah menjadi makanan. Bahkan, senjata-senjata yang seharusnya dipakai untuk berperang juga berubah menjadi makanan.

Raja akhirnya sadar bahwa tidak ada hasil baik yang datang secara instan. Semua harus diupayakan melalui kerja keras disertai doa. Maka, Raja berjanji pada diri sendiri untuk memerintah dengan lebih baik lagi dan mengajak rakyatnya untuk giat bekerja lebih keras lagi agar dapat hidup dengan baik, bukan bermental sebagai pengemis.

Didorong kesadarannya, Raja pun kembali berdoa memohon agar dijadikan manusia normal lagi. Dewa kembali mengabulkan permohonannya sehingga serta merta kesaktian tangan raja pun hilang. Raja kembali memacu rakyatnya agar tak takut bekerja keras demi kehidupan yang lebih baik.

Pelajaran yang dapat kita petik : Segala sesuatu yang didapatkan secara instan membuat seseorang tidak memiliki semangat juang dan mudah patah semangat jika menghadapi masalah kecil sekalipun.
Mari kita tanamkan kekayaan mental pada diri, agar kita mampu menjadi pemenang kehidupan sejati.

Sumber : Tabloid Nyata Edisi 2050 III Oktober 2010. (setelah melalui sedikit perubahan disana-sini)

44 catatan dari sahabat:

Sudinotakim mengatakan...

Cerita yang mantap mbak..bisa memberi kita sebuah makna dan arti dalam kehidupan

Rizky2009 mengatakan...

usaha tanpa disertai doa rasanya sia2, cerita ini inspiratif bgt mb'

pandi mengatakan...

Terus bekerja, dan tidak melihat satu kejadian secara sempit, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. itu kali yah yang aku bisa simpulkan, terimakasih mbak atas sharenya..

Piacerre Sinyorin ☺ mengatakan...

setujuuu! kalo terlalu instan ngebuat kita jadi ga ngerti apa itu perjuangan, pengorbanan, rasa syukur atas pencapaian dan cepat berpuas diri :D

reni mengatakan...

@Bang Dino > aku sendiri terkesan waktu membacanya Bang, maka kuputuskan utk aku share disini supaya dapat dinikmati oleh teman2 yg lain

@Rizky > Betul... usaha tanpa doa pun sia2 saja.

@Pandi > Segala sesuatu memang ada hikmahnya, jika kita mau mencari hikmah itu. Seperti cerita di atas, akhirnya Raja mampu menemukan hikmah atas apa yg sedang terjadi.

@Atanotoo > seperti sekarang banyak sekali yg pengen berhasil dg cara2 instan. Meskipun akhirnya berhasil tapi ternyata mereka tak mampu mempertahankan keberhasilan itu.

berpikir positif mengatakan...

ya yang instant cuma sinta dan jojo, he he selamat malam bu

Zulfadhli's Family mengatakan...

bener Mba, segala sesuatu yang sifatnya instant memang kurang baik. Contohnya mie instant (lho?!?!)

Met wiken yah Mba :-)

reni mengatakan...

@B.Munir > Ternyata Bang Munir perhatian juga ya sama Sinta dan Jojo... Pasti hafal Keong Racun nih... hehehe

@M.Soesan > Makanya jangan makan mie instan aja, gak baik buat Zahia mbak... :p

rae_zen mengatakan...

memang suatu yang instan jika dikonsumsi keseringan akan tidak baik.. seperti teknologi juga, jika dari kecil hanya diajari ngetik dikomputer takutnya g bisa nulis make pena..

hehehe.. bukan cerita nyata mbak,, saya blm nikah,, cuma salah satu impian n harapan saya gambarkan seperti itu.. dan semoga juga bisa memberi inspirasi bagi yang lainnya... :D

Wong sikampuh ngoceh mengatakan...

Wah berarti gak perlu masak dong he...he....Bener bgt segala sesuatu di dunia ini tdk ada yg instan.Mesti berusaha untk mendptkan sesuatu

Piacerre Sinyorin ☺ mengatakan...

iya ibu. banyak banget cara instan yang bikin kita terlalu cepat puas. makanya jadi cepat hilang juga. better step by step ya bu, dari bawah :D biar lebih kerasa nikmatnya hihi.

Catatan Bumi mengatakan...

Assalamualaikum…

Halo Ibunda Reni yang menyejukan hati
Masih ingat saya? Kyknya nggak ya? Yayalah, emg saya ini siapa?

Hohoho
Hehehe… Blogger baru yang mati ditelan bumi.

----------------------------------

Yg instan-instant emg gak bagus untuk semua..
Hohoho...

Tp membaca akhir saya masih penasaran..sejatinya akhir cerita itu gmn ya?

Di sana, ada satu hal yg bagi saya Rajanya gak berpikiran luas :nge-hina.com Hehehehehe ^___^

harusnya sejak awal itu si raja berdoa supaya wilayahnya jadi subur..wlaupun terdiri dari pasir,,,namun tanaman apapun bisa tumbuh...dan rakyat ga kemiskinan lagi...
Iy nggak, bunda? ^___^

Hohohoh




---I’m not a junker – Dislike to Spammers Bloger---
--------Wanna find a good bloger, best friends--------

Muhammad A Vip mengatakan...

maksih Mbak ceritanya. ada sesuatu di KOMACUMA buat Mbak, kiranya sudi disenyumi.

CORETAN HIDUP mengatakan...

Ceritanya sungguh menggugah bu dan menjadi pelajaran juga buat saya bahwa sesuatu yang instant belum tentu baik hasilnya

merry go round mengatakan...

Betul banget mba. Perlu usaha sungguh-sungguh (plus doa tentunya) untuk meraih semua yg kita inginkan. Kalau hasilnya instan sih kita juga ngga akan menghargainya kan, ngga ada perjuangannya sih.

fanny mengatakan...

yup, bagaimanapun manusia harus berusaha utk kehidupannya.

ReBorn mengatakan...

cerita yang keren. sebenernya doa juga udah termasuk usaha, tapi rasanya yang instan ga akan bagus buat kedepannya.

Yohan Wibisono mengatakan...

Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

Nadiaa mengatakan...

hmmm....
bagus sekali ceritanya ^^
harus kerja keras dan berdoa yahh...

edda mengatakan...

betul banget tante *Salut* :)
lam kenal ya tante

Reza Saputra mengatakan...

kerja keras akan menghasilkan hasil yang manis buk :D

anak nelayan mengatakan...

cerita yang menarik mbak..makasih

MATA HATI mengatakan...

mba ren ni mang joss urusan buka hati

makhluklemah mengatakan...

keren mba

makhluklemah mengatakan...

keren mba..

achmad taher mengatakan...

pelajarannya akan saya terapkan... salam

Fir'aun NgebLoG mengatakan...

mantab sekali tuch ceritanya...
andai aku yg jadi raja, setiap sentuhan tanganku tarifnya ceban, jadi rakyat tetap aja harus cari duit :D hahaha...

Nur'Amilah mengatakan...

menarik sekali pesan bijaknya.
memang benar Bu, kepuasan itu datang dari sebuah usaha dan pengorbanan. tanpa usaha dan pengorbanan, sesuatu tidak akan memiliki arti apa pun.
salam kenal :D

R. Indra Kusuma Sejati mengatakan...

Dengan Mengatasi Permasalahan Yang Kecil; Maka Kita Dapat Mengatasi Permasalahan Yang Besar.

Sukses selalu


Salam ~~~ "Ejawantah's Blog"

TRIMATRA mengatakan...

rakyat negeri ini memang masih miskin mental mbak,,butuh perubahan sikap agar lenbih kaya hati, kaya mental.

ario saja mengatakan...

adalah seoarng raja yang bijak!!! kapan Indonesia punya pemimpin seperti ini

Ferdinand mengatakan...

aku setuju Mbak.... gak mungkin ada hal instan yg bisa bertahan lama..... klo pun kelihatannya enak tapi kita gak tau jalan cerita akhirnya gimana hhe.. mending kita berusaha ya Mbak.. nice nie petuahnya hhe...

Met liburan Mbak reni.. maaf baru bisa kesini....

rezKY p-RA-tama mengatakan...

sip semua yang instan itu berkesan hanya untuk beberapa saat sajja...

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

betul sekali,, proseslah yang membuat perjuangan itu berarti :)

Fanda mengatakan...

Benar. kemudahan hanya membuat kita jadi manja, dan akhirnya tak punya kreatifitas dan ambisi untuk menjadi lebih baik

Resna Tazkiyatunnafs mengatakan...

Pelajaran yang lain: kita butuh raja yang dapat mengubah kerajaa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Mbak, mohon tukar link lagi donk, dengan blog baruku, ok?

Ajengdewie mengatakan...

cerita yang sangat inspiratif... kita harus berusaha mencapai yang kita inginkan.. itu lebih baik daripada hanya menunggu uluran tangan orang lain untuk membantu kita...
Happy blogging mbak.. :)

Catatan Kecil mengatakan...

cerita yg unik dan penuh makna,bahwa kadang2 kita tdk sadar selalu mendambankan yg instant tnp proses yg wajar.

(follow you sob)

Itik Bali Toon mengatakan...

Gak ada sesuatu yang instan itu baik mbak..
contohnya mie instan..
hanya bisa menghilangkan lapar sesaat

mbak Reni bisa minta tolong komenin post ku yang ini ya..
tengyu sebelumnya

http://itikbali.blogdetik.com/2010/10/24/untung-ada-internet/

chikarei mengatakan...

luar biasa mba^^
kalo mau instan tentu hasilnya gx baik
kerja keras dan terus menerus berusaha, berdoa
akan membuah kan kesuksesan
tetap semngat^^

Muhammad A Vip mengatakan...

rajanya nggak bisa posting, karena takut papan ketiknya jadi tempe ya mbak?

Hanya Seorang Sahabat mengatakan...

siiip.. aku hny bs komentar "se7" hehehe...

rita asmara mengatakan...

apa kabar Mbak? wah hebat Mbak tetap eksis.. selalu ada tulisan terbaru.. ohya Mbak, tlg alamat URL Blog The Others? sebab blogrollku terhapus.. sdh aku coba cari di google koq gak ketemu ya alamatnya? tlg ya Mbak..

joe mengatakan...

biasanya easy come easy go juga...