Gayus dan Pajak

Minggu, 28 Maret 2010

Indonesia heboh, karena Gayus telah melarikan diri ke Singapura. Pihak Imigrasi tak mau disalahkan karena memang tak ada perintah pencekalan terhadap Gayus sejak dini. Kasus markus pajak telah membuat Gayus Tambunan menjadi buah bibir beberapa hari ini. Masyarakat tercengang dengan berita Gayus yang luar biasa. Sebagai PNS yang tergolong baru dengan Golongan/Ruang III/a dan gaji 12,1 juta rupiah, ternyata dia mampu memiliki aset rumah mewah di sejumlah tempat dan tabungan milyaran rupiah  Benar-benar fantastis..

Berbagai reaksi muncul. Sebagian besar masyarakat menjadi geram dan marah, karena selama ini berbagai hal kegiatan masyarakat telah dikenakan pajak, termasuk membeli makanan ! Masyarakat tidak akan mempermasalahkan pemberlakuan pajak, asalkan pajak itu benar-benar digunakan untuk pembangunan dan kepentingan masyakarat luas. Namun jika pajak itu ternyata dipergunakan memperkaya para pegawai pajak, dapat dimaklumi jika akhirnya muncul rasa kecewa dan sakit hati di hati masyarakat. Mereka merasa dibohongi dan diperalat.

Padahal selama ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menyuarakan manfaat pajak dalam pembangunan. Berbagai propaganda dan slogan-slogan disampaikan kepada masyarakat seperti :  "Orang bijak taat pajak", "Lunasi pajaknya, awasi penggunaannya" dan yang paling populer adalah "Apa kata dunia ?"

Belum lagi dengan gencarnya himbauan agar setiap pegawai, termasuk PNS , membuat NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Maksudnya tentu saja agar setiap wajib pajak membayar pajak dan melaporkan pajak secara rutin. Bahkan para pensiunan pun sekarang dituntut untuk mempunyai NPWP juga, yang tentu saja dalam pengurusannya merepotkan mengingat keterbatasan fisik mereka pada saat ini. Ironisnya, disaat jumlah pemilik NPWP meningkat drastis, ternyata blangko laporan pajak tahunan (SPT) harus diambil sendiri ke kantor pajak. Padahal tahun-tahun sebelumnya blangko SPT dikirimkan ke alamat masing-masing.

Sayangnya setelah semua propaganda dan program-program itu diikuti dan dilaksanakan oleh masyarakat,  masyarakat justru dihadapkan pada fakta yang mengecewakan. Mengapa sampai seorang staf biasa seperti Gayus dapat berbuat seperti itu ? Mengapa bisa uang pajak disalahgunakan seperti itu ? Mengapa bisa sampai sebanyak itu uang yang berhasil dimanfaatkan oleh Gayus ? Mengapa... dan mengapa...? Sejuta pertanyaan pun memenuhi benak masyarakat.

Akibatnya, masyarakat kini mulai mempertanyakan kinerja para petugas pajak. Rasanya kepercayaan masyarakat akan kegunaan membayar pajak sudah menurun drastis. Terbukti dengan munculnya gerakan di facebook ajakan untuk memboikot bayar pajak dengan tajuk : 'Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung BOIKOT BAYAR PAJAK untuk KEADILAN'. Kasus markus pajak Rp 25 miliar yang menyeret nama Gayus itu benar-benar membuat grup ini semakin banyak pendukungnya.

Kalau sudah begini..., pemerintah harus berusaha lebih keras untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat akan manfaat membayar pajak. Dan, kasus Gayus ini membuatku berpikir "Apa kata dunia ?" 

37 catatan dari sahabat:

Seiri Hanako mengatakan...

kalo sudah begini
tanya kenapa??
apa yang harus berubah dari pemerintah kita??
jawabnya : SANGAT BANYAK

selamat hari Minggu..

(^__^)

NURA mengatakan...

salam sobat
ya terlmbat ya,,Gayus keburu kabur ke Singapura, padahal kalau tahu sebelumnya bisa dicekal oleh pihak imigrasi.
masyarakat jelas marahlah mba,,karena selama ini selalu bayar pajak.

sou stalker mengatakan...

Met siang mbak,,saya ikut nimbrung ya,baru ni tau ada kasus kayak gini,jarang nonton tipi sih. .Hahaha. .
thanks ya mbak infonya.

Rosi Atmaja mengatakan...

punten... pagi mbak...

Munir Ardi mengatakan...

ha lagu lama kabur ke singapura yang nggak punya perjanjian ekstradisi dengan kita, eh iya ada award buat anda di blog saya diambil ya

ozym mengatakan...

yah.. orang2 seperti inilah yang terkadang membuat takut masyarakat untuk membayar pajak...

Sudino Dinoe mengatakan...

Benar mbak, kasus begini akan membuat masyarakat jd bimbang membayar pajak...dan benar2 harus ada pembenahan manajemen di kantor pajak, agar kasus begini tidak terulang lagi.,

kang tejo mengatakan...

Gayus dan Pajak makin tenar saja..
makasih buat pak susno yg mau ngungkap,,
sekalian tak folow mbk biar g ketinggalan blognya mbk reni..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

udah bukan berita lagi tuh kalo pegawai pajak suka memalak orang. mencari kesempatan dlm kesusahan orang lain.

TRIMATRA mengatakan...

jangan lupakan,,,dibalik scene gayus terindikasi gelapin uang pajak. ada aktor yang bisa jadi akan bernasib "tak seindah yang semestinya" yaitu si mr. susno.

bintang mengatakan...

makasih infonya mbak. jadi tau lebih jelas kasus gayus.
pajak tuh tempatnya duit mbak. dan orang yang silau akan duit mudah sekali tergiur untuk melakukan hal2 jahat. meskipun itu bukan hakny. kalau begini kepercayaan masyarakat akan semakin pudar pada kinerja pemerintah di berbagai instansi bukan hanya di perpajakan saja

Agung Aritanto mengatakan...

masyarakat berhak mempertanyakan kemana akan digunakan pajak yang tlah mereka bayarkan

baru tau neh ternyata gayus itu cuma pegawai biasa yaaa

aneh ya bunda koq sampai pegawai pajak biasa aja bisa korupsi sebanyak itu

jhoni mengatakan...

jiaaahhhhhhh!!!! saya tetap 101% bangga jadi orang indonesia!!!!

tapi kalau ketemu si gayus......ijinkan saya menjewer kupingnya untuk pertama kali!!!!! sebelum dihukum mengembalikan uang pajak yg "ditilep"!!!!

a-chen mengatakan...

duh....

attayaya mengatakan...

wooooow gaji 3a gedhe banget mba
gileeeee....

ada slogan baru
APA KATA GAYUS?
bukan apa kata dunia?

lalu gayus cuma cengar-cengir aja di singapura, negeri tanpa perjanjian ekstradisi (apalah istilahnya tuh)

Clara mengatakan...

kalo jawab bang rhoma : "therlalu" hihihi...lagian Gayus pake main pergi aja sih...ga bertanggung jawab

aura keyboard mengatakan...

Itu yang ketahuan, saya yakin kejadiannya merata diseluruh wilayah Indaonesia!

nuansa pena mengatakan...

Ayo bongkar yang lain lagi!

Trims doanya untuk anak kami!

fai_cong mengatakan...

waduh...
kok tinggal lari gitu aja gayus tuh.
gak tanggung jawab.

Rizky2009 mengatakan...

facebooker dah pada demo nih semoga aja g akan demo di dunia nyata, td sempat lihat beritanya sebentar gayus ada d facebook, itu benar2 FBnya gayus atw bukan I don't know

Yolizz mengatakan...

kalo udah gini siapapun ga ada yang mo disalahin yaahh?! yang ada malah saling menyalahkan, bukannya nyari solusi, ahhh... Indonesiaku.... *sigh*

Cerita Tugu mengatakan...

setiap inyong dapat honor pasti dipotong pajak, e...ala...malah dibawa kabur

Kristanto-wds mengatakan...

Ayo pada bayar pajak yang bener..... okelah bayar pajak yang bener tapi kalo dibawa kabur jadi ngak bener.... perlu dibasmi itu orang kayak gitu....

HAPIA Mesir mengatakan...

Allah musta'an...sungguh orang yang biadap...makan uang rakyat

Artikel Islami mengatakan...

semoga Allah memberinya hidayat dan juga orang2 yang sepertinya

HAPIA Mesir mengatakan...

wah komeng g muncul sob...maaf ya...

mila mengatakan...

Sebenernya siy pengen juga ikut gerakan ga bayar pajak.. tapi ga bisa euy.. kan pajak penghasilan otomatis udah dipotong tiap bulan dari gaji sama perusahaan. Trus PPn juga otomatis udah ditambahkan setiap pembelian.

Jadi saya mah udah ga bisa ngeles dari bayar pajak, mau ga mau lah *terpaksa* heheheee

yanuar catur rastafara mengatakan...

met pagi mbak,, maap, baru bisa muncul nih
apa kabar??hehehe

Fais cWaKep mengatakan...

Met pagi mbak....
sowry ya baru biSa muncuLlagi setelah lama vakum di dunia blog...

anazkia mengatakan...

Masya Allah.. serem amat mbak Reni. Makasih yah atas sharenya. Tapi, saya jadi bingung mneghadapi wajah negeri sendiri :(

Fanda mengatakan...

Memang memprihatinkan mental korupsi di negara ini. Tapi aku tak setuju dgn gerakan facebookers untuk boikot bayar pajak. Karena menurutku membayar pajak adalah kewajiban kita sebagai warga negara. Memang kita berharap agar pajak itu untuk memperbaiki kehidupan kita, tapi meski diselewengkan pun, toh bukan berarti kita tiba-tiba bebas dari kewajiban.

Bila seandainya makin banyak warga yg tidak bayar pajak, apakah negara ini akan semakin baik? Nampaknya itu yang harus dipikirkan, jangan hanya boikot dan demo tanpa turut memikirkan solusinya.

cicik mengatakan...

gemez...gemezzz... padahal gajinya sudah gede banget gitu. coba bandingkan sama gaji pegawai pabrik, atau guru honorer. eh, kok masih aja nggak puas dan nyolong... gemezzz...

ola mengatakan...

ahh~
sambel tuh sih Gayus
X(

Yusnita Febri mengatakan...

gayus.. nan Jayuss..
ternyata hatinya tak selugu tampangnya di foto2 yg tersebar di media..

Lia_Lovaa mengatakan...

Sungguh bobrok moral anak bangsa sekarang ini, uang rakyat pun diambilnya untuk memperkaya diri sendiri. Rakyat terus menderita, dia makin kaya..Semoga Allah membalas perbuatannya dengan setimpal

Belle mengatakan...

Mencari rezeki dengan jalan singkat, nggak halal lagi...Ya Alloh.....

ngancik mengatakan...

nice