Rabu, 21 September 2011

Ceracau galau

gambar diculik dari sini


Aneh. Sangat aneh. Dunia ini memang benar-benar aneh. Manusia-manusianya juga aneh. Semuanya tiba-tiba berubah menjadi aneh.

Aku tak tahu lagi apa yang dianggap penting sekarang ini. Kejujurankah? Rasanya makin sedikit saja jumlah orang yang mampu bersikap, berbuat dan berkata jujur di segala situasi dan kondisi.


Ketulusan? Melakukan sesuatu dari hati tanpa mengharapkan imbalan, rupanya terlalu sulit untuk dilakukan. Rasanya makin jarang orang yang mau mengorbankan diri demi orang lain saat ini.

Keadilan? Dapatkah sekarang seseorang mendefinisikan keadilan dengan tepat? Hemmm.., aku tak akan heran jika kebanyakan orang akan gelagapan jika ditanya apakah sudah bertindak adil dalam segala hal.

Kesetiakawanan? Rasanya hampir tak pernah lagi kudengar seseorang yang berkorban dengan mengatasnamakan kesetiakawanan. Aku bahkan nyaris lupa... apa itu kesetiakawanan karena rasanya lebih banyak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri saja.

Pertemanan? Aku khawatir hal itu makin luntur saat ini, karena yang terlihat teman datang dan pergi begitu saja. Mereka datang karena kepentingan dan pergi pun saat sudah tak berkepentingan.

Persaudaraan? Apakah hubungan darah masih sangat berarti sekarang ini? Jika 'ya' mengapa pertikaian dan pertumpahan makin sering terjadi dalam ikatan persaudaraan? Rasanya pertalian darah sudah tak lagi sakral saat ini.

Mengapa justru kekuasaan dan kekayaan yang didewakan dan diagung-agungkan? Bukankah keduanya tak kekal sifatnya? Bukankah kekuasaan dan kekayaan ibarat gula yang akan mengundang banyak semut? Jika manisnya sudah habis... maka pergi jugalah semut-semut itu.

Bukankah kekuasaan dan kekayaan ibarat bunga yang mengundang lebah dan kupu-kupu berlomba untuk mengisap madunya? Jika madu sudah habis tak ada lagi yang mendatangi bunga itu.

Bukankah kekuasaan dan kekayaan itu ibarat lampu yang nyalanya mengundang serangga-serangga kecil mengerumuninya? Padahal saat lampu itu sudah tak lagi menyala, serangga-serangga kecil itu pun pergi meninggalkannya.

Saat semua berjalan tanpa disertai hati, namun hanya berdasarkan pertimbangan untung rugi, maka akan semakin sulit untuk menemukan keadilan, ketulusan, kejujuran dan pertemanan disini.

Aneh. Sungguh aneh. Semua aneh... dan aku pun terseret arus dan menceracau galau seperti ini. Arrgghhhh........

17 komentar:

  1. pertamax..:)
    dunia emang aneh mbk,..kalo ingat itu semua, aku pun ikut galau dan berceracau tak menentu ..met mlm mbk Reni..semoga tidur nyenyak dan bersemangat tanpa galau :)

    BalasHapus
  2. Jaman skrg yg ga abadi malah dikejar2. Yg abadi malah dilupakan. Termasuk saya ini, tp yg jelas ga pernah merugikan org lain hikz

    BalasHapus
  3. yah itulah salah satu edannya dunia sekarang... :(

    BalasHapus
  4. menceracau dan menggalau menjadikan bukti mba masih sehat dan mau berpikir
    selamat...
    anda layak dapat bintang
    #kayakiklanapagitcuuu

    BalasHapus
  5. Tapi kalau dilihat dengan baik,, masih banyak kok mbak orang2 baik yang tulus dengan kita.. ya dinikmati aja deh :)

    BalasHapus
  6. dan repotnya Mbak, ketika kita sudah mulai berpikir benar, ternyata kita sudah berada di jalan yang salah. apa yang harus dilakuukan coba?

    BalasHapus
  7. @Ketty >> hehehe... selamat ya mbak sudah jadi yg pertama komen disini :)
    Alhamdulillah, semalam masih bisa tidur nyenyak, setelah puas menceracau mbak... hehehe

    @Tarry >> mungkin saja karena manusia saat ini sedang galau juga, sehingga mereka pun kehilangan arah.

    @Nuel >> kalau aku istilahkan sih... 'aneh' aja deh :)

    @Attayaya >> Wkwkwk... yg ngomong gak jelas kayak gini masak disebut berpikir sehat sih Bang... :p

    @Niee >> emang masih ada orang2 yg baik itu, tapi masalahnya sekarang yang sedang aku lihat justru yg membuatku jadi menceracau spt ini :(

    @MAV >> walah..., aku jadi malah makin bingung mas hehehe

    BalasHapus
  8. dunia memang aneh mbak. tp bukan saatnya utk dipikirkan keanehan. tinggal menjalani dan berharap ke depan lebih baik :)

    BalasHapus
  9. meski makin sedikit jumlah orang yang mampu bersikap, berbuat, dan berkata jujur dalam segala situasi dan kondisi, semoga kita termasuk di dalamnya. Amin, insha Allah.

    BalasHapus
  10. hikz, jd ikutan galau bacanya mbak... :'(

    BalasHapus
  11. semoga kita tidak termasuk ke dalam sifat2 yg di atas itu ya mbak :)

    BalasHapus
  12. Ck...Ck...Ck... Kalo itu Memang Aneh siy Mbak!!
    Yach itulah Hidup yg bermacam2 adanya,, untuk itulah Hidup jd Indah Berwarna!!
    Tanpa itu semua Hidup terasa Hambar loe...
    Yg penting jalani aja Hidup ini apa adanya & mensyukurinya..
    Semoga aja Kita gak termasuk kayak gitu yach..
    Kalo dipikirin emang bikin GALAU deh!!
    Hweheheee...

    BalasHapus
  13. dunia memang penuh keanehan kadang semakin dibayangkan dipikirkan makin aneh hehe :P

    BalasHapus
  14. iki pie iki pie....
    jamane kok koyo ngene...
    :P

    BalasHapus
  15. susah bu kalo mikirin penguasa di indonesia raya
    bawaannya malah penge misuh mulu..

    BalasHapus
  16. @Meutia >> bener sih, cuma masalahnya kemarin itu emang pikiran sedang tiba-2 galau aja... emang sedang aneh kok :)

    @Abi >> Amin.. terima kasih doanya Abi.

    @Rin >> semoga sekarang sudah tak galau lagi :)

    @Murlailazahra >> Amin. Semoga.

    @Bagi2BLog >> yups.. emang sih makin dipikirin, makin galau akunya... hehehe

    @RIa >> makin dipikirin akan makin aneh, dan aku pun tambah aneh ya? :p

    @Zone >> walah, kok malah sambat ?!

    @Rawins >> Ups.. kalau mau misuh2 jangan disini ya Kang :)

    BalasHapus
  17. dunia sekarang emang semakin aneh ya Mbak, orangny2 jg udah ada yg mulai aneh, ahh semoga kita tidak menjadi orang aneh :D

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)