Tabung elpiji 3kg

Minggu, 07 Februari 2010

Entah sudah berapa kali aku mendengar berita tentang tabung elpiji 3 kg yang meledak dan memakan korban. Yang terakhir aku dengar adalah pemilik kantin kantorku juga menjadi korban ledakan tabung elpiji 3 kg itu. Untung saja, luka yang dialaminya tidak serius. Namun begitu, rasa was-was itu tetap ada. Apalagi sekarang setiap rumah (di lingkunganku) telah mempunyai tabung itu. Takutnya kalau meledak, bukan hanya satu rumah yang menjadi korbannya... tapi beberapa rumah. Namanya tinggal di komplek perumahan, rumahnya sudah gandeng semuanya. Kalau satu terbakar... maka akan dengan mudah merembet ke tetangga-tetangganya. Iih... ngeri.

Aku heran, mengapa tabung elpiji 3 kg mudah sekali meledak. Sementara tabung elpiji yang besar kok tidak ya ? Mengapa gas bisa bocor ya ? Apakah tabungnya yang tidak memenuhi standar ? Kalau hal itu ditanyakan ke pihak Pertamina, pasti jawabannya adalah Tabung Elpiji 3 kg sudah memenuhi standard Safety SNI 19-1452-2001, sehingga tidak mudah meledak. 

Pertamina meyakinkan bahwa setiap tabung Elpiji mempunyai masa edar 5 tahun sejak diproduksi dan kemudian setelah 5 tahun akan diuji ulang secara menyeluruh. Apabila kondisi tabung masih layak edar maka tabung tersebut akan diedarkan dan diisi Elpiji hingga 5 tahun mendatang. Kalau begitu.., mengapa banyak tabung elpiji 3 kg yang meledak ?

Kalau 'kesalahan' tidak terletak pada tabungnya, maka apakah regulator-nya yang bermasalah ? Padahal, regulator itu sama dengan yang dipakai untuk tabung elpiji yang lebih besar (12 kg) kok tidak mudah meledak ?.  Ada yang menyarankan agar tabung elpiji itu diberi pengaman. Walaupun tidak mahal, tapi bagi masyrakat miskin tetap sayang juga kalau harus mengeluarkan uang sendiri untuk beli pengamannya.

Aku yang sering berurusan dengan elpiji dan kompor di dapur tentu saja sering merasa was-was. Takut ada kebocoran gas, takut tabungnya meledak. Aduh.., masak di rumah sendiri kok tak merasa nyaman dan aman ya ?

Kemarin ada kejadian yang membuatku bingung. Ceritanya aku sedang memasak nasi dengan menggunakan gas dari tabung elpiji 3 kg. Kebetulan tabung elpiji yang 12 kg sedang kosong, dan aku belum sempat membeli lagi. Saat aku ke dapur untuk mengambil sesuatu, tanpa sengaja kakiku mengenai tabung elpiji yang 3 kg itu. Aku kaget.., kok tabungnya dingin banget ? Aku periksa apakah kira-kira tabungnya tadi ketumpahan air. Tapi ternyata tidak, karena sekelilingnya kering. Aku penasaran... maka dengan kakiku, aku menyenggol beberapa bagian luar tabung itu. Lho... kok semuanya dingin ?

Setelah aku cermati lagi.., tabung itu ternyata berembun di bagian luarnya. Seperti sebuah gelas yang di dalamnya diisi dengan es, maka bagian luar gelas berembun bukan ? Nah... seperti itulah keadaan tabung gas-ku kemarin. Tabung itu berembun di bagian luarnya, seakan-akan yang di dalam tabung itu adalah es. Antara bingung dan takut.., maka aku segera mematikan kompor. Selanjutnya aku minta suamiku untuk mencabut selang regulatornya.

Aku dan suami tak tahu, mengapa tiba-tiba tabung gas itu berembun. Kami juga tak tahu apakah tindakan yang kami ambil sudah benar. Kami hanya berjaga-jaga saja, karena kami takut tabung itu akan meledak. Untuk sahabat semua.., adakah yang bisa memberiku jawaban mengapa tabung elpiji itu bisa berembun di luarnya ? Apa yang menyebabkan tabung elpiji mudah sekali meledak ?

Sebelumnya terima kasih banyak bagi yang bersedia memberiku informasi yang aku butuhkan itu.

28 catatan dari sahabat:

a-chen mengatakan...

waduh! sayang aku nggak berpengalaman tentang ini Mbak... maap... :-(

buwel mengatakan...

Nunggu yang paham tentang ini deh... :-)

ocy mengatakan...

iya,,tetangganya temenq juga ada yg jadi korban,,
jadikan pelajaran aja
salam kena juga,,

anazkia mengatakan...

Mbaaakkkk *ops, malam2 tereak2* hehehe.. Maksudnya, ko ganti rumah dua2nya gak ngundang2 saya mbak...??? khan mau bantuain angkat genteng :) Tapi, lebih berat lho mbak, loadingnya :(

Tentang tabung berembun, tiu saya biasa mengalaminya mbak. Biasanya, kalau gas udah mau habis. Saya baru nyadar sewaktu di Malaysia sini.

Khan majikan saya suka bikin kerupuk banyak2. terus, gorengnya di kuali yang besar sekali *Anaz boleh masuk kedalamnya lho mbak* hehe. Makanya, majikan Ana gak kasih Ana goreng, *takut kecebur kuali katanya* wekekeke..

back to tabug gas berembun, selama ini, kalau ana masak, khan tabungnya diumpetin tuh, di bawah kompor :). jadi, ana gak tahu mau abis apa enggak. Tapi, kadang2 gas itu bau, kalau mau habis (bener gak mbak?)

Nah, sewaktu goreng kerupuk pake kuali besar, khan rabung gasnya di luar tuh, Ana bisa ngelihat. Kak Ani, yang selalu goreng kerupuk kalau gasnya mau abis, dia tidurin tuh gas (Biasanya khan berdiri tuh mbak? kalau ditidurin kayak githu, aliran gas masih kuat da nyala api pun besar) ana tadinya takut lho ngelihatnya.

Terus, pas Ana perhatiin, bagia bawah gas yang ditidurkan itu, berembun dan sejuk sekali memang. Nah, kemarin2nya, Ana juga ngelihat githu mbak. Bagian bawah tabung gas, berembun ketika mau habis. Wallahu'alam deh mbak. Mungkin selama ini kita gak merhatiin betul2 :)

Maaf, kalau komentarnya melebihi postingan hehehehe... Ngabur ah, dah malem mbak, ngantuk

Munir Ardi mengatakan...

baru lihat pertama kali template ibu wah bagus dulunya cuma lihat pake hp, mengenai tabung gasnya hati-hati ya bu makenya soalnya udah banyak kasus meledak

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

sama nih mbak... belum mudeng... tapi yang pasti ati-ati perlu selalu ditingkatkan...

JengSri mengatakan...

Waduh blognya tambah ciamikkk nih mbak Reni...

cantik nian, jadi tambah kinclong bacanya, hehehhe

Yusnita mengatakan...

maap mba, saya gak tau soal tabung gas. Memang di rumah juga pakai 2 jenis tabung, tapi saya gak begitu memperhatikan

Clara mengatakan...

maaf mbak saya ga tau apa-apa soal tabung gas...ga ngerti, bahkan tabung gas 12 kg sekali pun >_<

Lilah mengatakan...

Wah..templatnya diliat dikantor mkn jelas, kl drmh kmr agak berat jd ga jls, sy blm pnh liat tabung gas berembun bu, tp spt kt mb ana, kl gas mo hbs emang baunya nyekat banget, itu aja yg kutau, dl jg kaget kok bau nyengat gini...tyt mo hbs.

JHONI mengatakan...

hm wah saya gak pernah merhatikan tuh mba!?!?! berembun ya!!!

tapi info dari mba anaz bisa juga tuh mba!!!!

mas ichang mengatakan...

apa mungkin tabungnya lebih tipis ketimbang yg 12 kg?

bisa jadi kan bu? jadi lebih rawan bahaya. hati-hati bu. atau sekalian mending ngga ush pakai tabung yg 3 kg..

elia|bintang mengatakan...

kl saya sih milih aman aja dgn ga make yg 3 kg. saya jg ga tau knp soalnya. tanya pertamina juga percuma sepertinya..

salam kenal yah! :D

elizer mengatakan...

coba tanya kepada pihak penjualnya bu, kalo tidak tanya langsung ke pertamina.. hihihiihii

Kabasaran Soultan mengatakan...

Tabung elpiji ya ?.
waduh sorry aku bukan ahlinya
katanya pak Fauzi Bowo harus ditanya pada ahlinya mbak.
wakakakaa

Sudino Dinoe mengatakan...

Wah tabung 3kg itu sering meledak...bhy juga ya mbak...harus hati2..btw mengenai pertanyaan mbak...saya sarankan mbak langsung bertanya ke ahli terdekat...krn bahaya juga lama2 hal tersebut dibiarkan

Aulawi Ahmad mengatakan...

Ada cara sederhana mbak untuk dapat menghindari tabung meledak pertama harus mewaspadai bila mencium atau tercium bau gas di sekitar tabung.
kedua dengan melumurkan air sabun di sepanjang alur slang regulator. Manakala ditemui gelembung, bisa dipastikan telah terjadi kebocoran. "Jika sudah demikian, jangan memaksakan untuk menyalakan api,"(sumber google)
moga bermanfaat :)

Fanda mengatakan...

Ga pernah nemuin tabungnya berembun, mbak. Soalnya ga pernah megang (agak jauh dari kompor). Setuju sama yg lain, mending ga usah dipake yg 3kg, mbak!

Quinie mengatakan...

hm... kalo ga salah, meledaknya tabung elpiji itu karena si penjualnya mengoplos deh.

attayaya mengatakan...

pertama :
timpletnya okeeeeeeeee banget

kedua :
hmmm.. aku juga bingung ma tabung yang kedinginan berembun
mungkin proses sublimasi (eehh kalo ga salah)

hmmmm terlalu banyak masalah ma tabung ijo.

Inuel^-^ mengatakan...

hmmmm kenapa yah mba, aku sendiri ngga ngerti, heheh, aku selalu berfikir positif saat memasak, malah kadang ngga mikirin tentang elpiji heheh, kebacut ya :D

nyunz mengatakan...

mungkin bawahnya panas mba, jadi menguap :P, kayak aku kalo bangun tidur, :D

Itik Bali mengatakan...

Aku kurang tahu mengenai pertabungan gas ini mba
tapi emang yang 3 kg banyak banget kasus meledak...

sebenernya sudah sesuai standar, cuma emang mungkin karena pemakaiannya yang kurang tepat aja..

bluethunderheart mengatakan...

y blue jadi berharap pada semuanya agar hati hati dan teliti saat menggunakan gas apapun merknya
salam hangat dari blue
post yg baik

AISHALIFE-LINE mengatakan...

wah,saya juga nggak tahu sis.Di Indonesia famili saya pakai,tapi saya nggak pernah lihat.Di sini saya pakai listrik.

becce_lawo mengatakan...

hi mbak ren..
baca tulisannya bikin aku merinding...soalnya sekarang lebih banyak di dapur urus makanan kafe...

kmarin beli tabung 3 kiloan juga mbak dan psanag selangnya bung becce tidak berani pasang sendiri jadi minta tlg sama tukang servis...

pesannya mbak, selalu periksa karet setiap isi ulang tabung, selalu awspada bau gas sebelum nyalakan api, atau periksa selang setiap ingin memasak...

semoga bisa membantu mbak.

Rizky2009 mengatakan...

meskipun d rumah ada gas elpiji 3 KG 2, tp pakai kayu bakar tetep jalan terus mb, y itung2 pengiritan, maklumlah mb' wong ndeso


Parse Code HTML Ala Mbah Google

sandy mengatakan...

asal kita hati2 dalam pemakaian,pasti aman