Sabtu, 24 April 2010

Perhatian versus Provokasi

Perhatian dan provokasi adalah dua hal yang jelas-jelas berbeda, namun terkadang aku bingung membedakannya. Mungkin pernyataan itu mengherankan, tapi sejujurnya kukatakan bahwa itulah yang beberapa kali aku alami. Mungkin terasa lucu dan janggal ya..? Tapi yakinlah... bahwa aku tak mengada-ada.

Semua berawal dan berasal dari seorang temanku yang sudah cukup lama kukenal. Meski begitu aku tak terlalu dekat dengannya, dalam arti aku tak suka bercerita tentang kehidupan pribadiku padanya. Namun sebaliknya, dia pernah beberapa kali menceritakan tentang kondisi rumah tangganya. Meskipun tidak detil, namun aku aku tahu bahwa karena rumah tangganya sedang bermasalah maka dia punya 'teman dekat' yang lain. Untungnya dari awal dia sudah berkomitmen tak akan meninggalkan suami dan anak-anaknya meskipun saat ini sedang ada masalah dalam rumah tangga mereka.

Nah..., perhatian dan provokasi yang aku ceritakan kali ini bersumber darinya. Terus terang aku sering berpikir tentang perkataan-perkataan yang disampaikan kepadaku itu adalah wujud perhatiannya atau provokasi darinya. Contohnya seperti ini :

"Harusnya kamu ikuti semua kegiatan yang dilakukan suamimu, Ren. Kalau perlu ikut juga badminton bareng suamimu. Jangan sampai nanti suamimu direbut cewek lain. Ingat lho.., cewek sekarang gesit dan berani."  ~~ katanya padaku waktu kujawab pertanyaannya bahwa suamiku sedang senang olahraga badminton dengan teman-teman kantornya (pria dan wanita).

"Hati-hati Ren..., jangan-jangan suamimu punya pacar di luar sana." ~~  katanya padaku waktu kujawab pertanyaannya bahwa suamiku punya banyak kesibukan di luar rumah.

"Kau sebenarnya cantik hanya sayang kau tak mau dandan. Coba mulai sekarang kau berdandan biar suamimu tak melirik cewek lain."  ~~ katanya padaku karena melihat penampilanku yang bersahaja.

Masih banyak lagi kata-katanya yang membuatku berpikir apakah kata-katanya itu bentuk perhatian darinya atau justru provokasi-nya ? Di satu sisi aku tahu bahwa sebagai istri memang harus selalu waspada sehingga dapat membaca tanda-tanda jika suami sedang tergoda/digoda wanita lain. Aku juga tahu bahwa wanita harus pintar berdandan, agar suami betah di rumah. Namun.., aku mengenal suamiku dan  aku tak mau menaruh curiga yang tak beralasan padanya. Aku tak mau rumah tanggaku jadi 'panas' karena kecurigaan yang tak beralasan. Aku juga tahu bahwa suamiku tak terlalu suka dengan wanita yang berdandan berlebihan. Dan... semua itu tak diketahui temanku.

Di sisi lain aku berpikir, mengapa temanku yang satu ini seringkali berkata seperti itu padaku. Padahal teman-temanku yang lain tak ada yang begitu. Apa karena rumah tangganya sedang bermasalah ? Apa karena dia sendiri mempunyai 'teman dekat' yang tak diketahui suaminya ? Apa dia menganggap bahwa orang lain mungkin juga melakukan hal yang sama dengannya ? Apa dia sedang kecewa dengan suaminya dan rumah tangganya ? Apa dia tak ingin aku mengalami hal yang sama dengannya ?

Entahlah..., tapi bagaimanapun sarannya ada benarnya walau tak semuanya aku setujui. Dari dulu aku sadar bahwa aku dan suamiku masih sama-sama muda dan masih memiliki 'daya tarik' bagi orang lain. Aku tak mau takabur dengan mengatakan bahwa suamiku tak mungkin tergoda wanita lain. So, kami harus menguatkan komitmen yang ada dan meningkatkan komunikasi di antara kami. Kami harus pandai-pandai merawat cinta yang kami miliki agar tak layu termakan waktu.

Tapi..., aku tetap mempercayai suamiku sejauh ini. Meski begitu aku tetap tak boleh terlena sepenuhnya. Aku percaya, instingku sebagai wanita masih bisa diandalkan, sehingga jika sesuatu yang tak beres terjadi aku pasti akan menciumnya. Aku tetap berusaha untuk menjadi istri yang baik baginya dan ibu yang baik bagi anak kami. Dan.., aku tak mau mencurigainya secara membabi buta dan mengekor kemanapun dia pergi untuk bisa selalu mengawasinya. Aku tak mau seperti dia mencurigai suami terus menerus begitu karena bisa-bisa malah suamiku tersinggung karena merasa tak aku percayai. Nah.., gawat kan kalau begitu ?

Terlepas dari temanku itu..., aku mendapatkan perhatian yang tulus (dan tanpa provokasi) dari seorang sahabat blogger, mas Hendriawanz. Mengetahui aku berulang tahun, mas Hendriawanz mengirimkan hadiah ulang tahun buatku. Terima kasih untuk mas Hendriawanz atas ucapan ulang tahunnya. Bahkan mengetahui bahwa aku dan suami sedang memperjuangkan sesuatu.. maka mas Hendriawanz mengirimkan doa agar apa yang sedang kami perjuangkan dapat tercapai.



Harus kuakui, mas Hendriawanz memiliki kepedulian kepada sahabat-sahabatnya di dunia maya. Hampir semua sahabat maya yang 'merayakan' sesuatu akan mendapatkan hadiah istimewa darinya. Terus terang  aku heran juga, kok bisa dia tak melewatkan saat-saat istimewa dari sahabat-sahabatnya itu...? hehehe.... Sekali lagi... terima kasih banyak mas.... meski persahabatan ini hanya lewat dunia maya namun terasa indah sekali.


38 komentar:

  1. Mau nyepam dulu mbak hehehe...

    BalasHapus
  2. Mungkin karena teman mbak, itu sedang ada masalah. Wallahu'alam. Makasih yah, mbak sharenya

    BalasHapus
  3. Mbak, saya dah berhasil link mbak Reni, alhamdulilah.. :)

    BalasHapus
  4. memang cukup provokatif banget tuh hehe, tapi klo demi kebaikan gpp juga mbak itung2 menambah kemesraan heheh.... wah selamat buat hadiahe mab

    BalasHapus
  5. dicurigai membabi - buta juga rasanya sangat tidak enak...jadi berasa kayak kriminal kalo dicurigai secara berlebihan..
    :)

    BalasHapus
  6. Pokoknya sepanjang mba Reni yakin, kata-kata orang lain gak usah hiraukan. PD aja mba. Wah lagi ultah ya, kok FB gak ngasih tau saya ya. Pokoknya selamat milad ya mba. Sukses terus dan barokah ya....

    BalasHapus
  7. tulisan tentang isi hati wanita, what women want??
    pandai-pandailah mensikapi perkataan teman.

    @bang iwan : saya juga salut dengannya,,

    BalasHapus
  8. Iya mbak..terkadang nasehat utk kita harus kita pilah-pilah utk dpt hasil terbaik...met ultah ya mbak

    BalasHapus
  9. Yah, emang sulitnya gituh kalo kebablasen ya gituh yak.. he...

    BalasHapus
  10. Selamat awardnya ea Mbak.. He...

    BalasHapus
  11. Yah,ngapain kita sudah istri takut ya sis?hehehe.saya malah geli ,kalau lihat suami istri sengaja bermesraan di publik.

    BalasHapus
  12. Wkwkwkwk. .itu namanya provokasi mbak !

    BalasHapus
  13. Yang penting tetep komunikasi...hehe
    sok tua kali diriku..

    BalasHapus
  14. mantap. saya jadi banyak belajar nih dari artikel ini. makasih mbak.

    BalasHapus
  15. provokasi kadang-kadang membuat urang kesal

    BalasHapus
  16. terlalu sayang sama mbak sampai perhatiannya berlebihan dan kata" itu meluncur...mungkin saja

    BalasHapus
  17. mungkin maksudnya baik kali, cuma solusi yang ditaarkan berlebihan hingga terkesan provokasi hee..he...

    walau agak terlambat, tapi dari pada tidak sama sekali " Met Ultah ya..moga sukses dan tercapai apa yang dicita-citakan"

    slam

    BalasHapus
  18. met ultah lagi mba reni
    jangan mpe terkomporisasi

    BalasHapus
  19. raba hati mbak bagaimana perasaan anda kepada suami dan bagaimana komitmen yang telah lama terbina itu saya kira suami istri pasti memiliki chemistry

    BalasHapus
  20. sabar aja ya mba...
    memang kadang kita jumpai mereka yg suka seperti itu.
    suami mba yang mengetahui bagaimana mba sesungguhnya.

    BalasHapus
  21. senengnya dapat kado cantik walau hanya di dunia maya mba.
    sukses ya!

    BalasHapus
  22. Harus pandai menyikapi ya mbak..

    BalasHapus
  23. betul juga bu :) kadang2 perhatian yg berlebih dari teman itu terdengar seperti provokasi. Tapi selama kita bisa berlaku bijak dan jernih dalam berfikir, semua jadi ngga ada artinya.
    Keep positive thinking saja ya bu :)
    ohya, Selamat atas kadonya :)

    BalasHapus
  24. Kita harus extra hati-hati mana yang perhatian dan provokasi!

    BalasHapus
  25. ga tau musti komen apa, takut dibilang nyepam lagi..

    BalasHapus
  26. lho, kapan ultahnya ? waduh, saya telat nih. met ultah ya, mbak...maaf gak tahu nih. sibuk urusin lomba sih. btw, selamat awardnya ya. bagus tuh.

    BalasHapus
  27. mampir dulu belum sempet baca

    BalasHapus
  28. maafbaru berkujung kembali

    BalasHapus
  29. hmmm
    saya kurang tahu apa maksdnya
    positif thinking ajah mungkin mksdnya baik kok heheh
    :D

    BalasHapus
  30. semoga aku bukan termasuk orang yang suka provokasi heheh
    :D

    BalasHapus
  31. yah dalam hidup ini ada banyak orang-orang seperti itu, entah itu bentuk perhatian atau hanya ingin mempengaruhi...kembali ke diri kita masing2 dalam menyikapinya..btw selamat ewodnya mbak :)

    BalasHapus
  32. punya teman provokator emanga nggak seru, mbak
    gw pernah ngelabrak teman yang kayak gitu
    toxic people gitu lho..

    selamat ulanga tahun ya

    biar dah telat..

    wish you all the best

    BalasHapus
  33. saya jg bingung.mungkin perhatian tp kalimatnya dlm bntuk provokasi *lha?*

    wah, gambar dr mas Hendriawanz bagus...

    rajin dandan ya mbak,hehe...

    BalasHapus
  34. Ketika dua hati-dua pribadi memproklamirkan jiwa untuk saling menopang, hanya kepercayaan yang dapat mempertahankannya....

    BalasHapus
  35. Wah hanya kebetulan aja kok mb.
    Kalau membaca ini jadi teringat betapa mahal dan tinggi nilai sebuah kepercayaan.

    BalasHapus
  36. Hasil karya Hendirawanz memang simple tapi selalu manis ya? Itu simbol perhatian pada sahabat deh...
    Mengenai teman itu, kelihatannya dia sedang mengalami kepahitan hidup mbak. Sehingga dia menganggap semua di sekitarnya juga beraura negatif. Anggap saja itu wujud perhatian dia agar mbak Reni lebih waspada. Mungkin dia berlebihan, tapi kupikir memang masuk akalnya peringatannya. Janganlah mbak Reni jadi ikutan berpikiran negatif seperti dia, positif thinking aja deh, dan ambil hikmahnya sesuai kebutuhan diri mbak Reni sendiri.

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)