Senin, 13 Juni 2011

Saatnya menuai

Aku mengenal seorang pria yang punya kisah hidup yang patut dijadikan pelajaran. Saat pertama kali bertemu dengannya, dia sudah berumur 50-an tahun. Namun dalam usianya yang sudah cukup banyak itu, dia terlihat jauh lebih muda dari usianya.

Mengenalnya membuatku kagum akan staminanya. Dibandingkan dengan orang lain yang seumuran dengannya, dia masih sangat aktif dan energik. Tubuhnya pun masih sangat tegap. Mungkin hal itu dikarenakan dia sangat mencintai olah raga.


Namun sayangnya, dia sadar betul dengan kelebihannya itu. Usianya sudah matang, kedudukan sudah cukup mapan dan penampilan masih gagah. Semua itu merupakan 'modal' baginya untuk tebar pesona. Alhasil, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa dia punya kekasih. Hanya saja berapa jumlah kekasihnhya tak ada yang tahu.

Beberapa tahun yang lalu dia sudah pensiun. Namun dia tak dapat mengisi masa pensiunnya dengan kebahagiaan. Pasalnya, beberapa saat sebelum pensiun dia tiba-tiba saja sakit. Entah sakit apa yang dideritanya, yang jelas dia tak bisa berjalan. Sehari-hari dia hanya bisa menghabiskan waktu di tempat tidur saja. Dia yang terbiasa beraktivitas dan berolahraga, otomatis merasa tertekan dan frustrasi dengan apa yang dialaminya.

Untung istrinya mau merawatnya dengan telaten. Padahal semasa dia sehat, istrinya seringkali harus mengalah menghadapi sepak terjangnya di luar rumah. Tentu bukan hal mudah bagi istrinya merawat sendiri suaminya yang hanya bisa terlentang di tempat tidur. Apalagi kondisi fisik sang suami yang sebenarnya masih sangat bugar seperti itu.

Apa yang dialami kenalanku itu memberiku pelajaran berharga. Dia telah menuai atas apa yang telah dilakukannya di masa lalu. Dia yang dulu sangat membanggakan diri kini ternyata harus menerima kenyataan menjadi orang yang tak berdaya dan harus bergantung sepenuhnya pada orang lain.

20 komentar:

  1. iya mba, banyak kisah kayak gitu...
    merasa selalu sehat, padahal suatu saat kita akan mengalami sakit dan tua...

    BalasHapus
  2. menuai atas kesalahan masa lalunya ya, untungnya punya istri yang setia. semoga istrinya termasuk ke bagian istri yang sholehah

    BalasHapus
  3. manusia memang tak ada yang sempurna,..kala Tuhan menurunkan azab pada mereka, barulah kita tersadar dan bersyukur..semoga bukan kata terlambat yang terucap oleh teman Mbak saat ini,..masih ada waktu koq..:)

    BalasHapus
  4. hmmm...
    semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

    BalasHapus
  5. kirain panen award atau menuai apa mba, tak tahunya....

    BalasHapus
  6. Tuhan mengganjar semua peselingkuh dengan hukuman yang setimpal.

    BalasHapus
  7. kayaknya dia belum siap buat pensiun :(

    BalasHapus
  8. siapa menanam maka dia yang akan menuai....maka tanamlah sesuatu yang bagus insya alloh akan menuai yang bagus pula...kalaupun harus menuai yang jelek...berarti itu adalah cobaan...

    BalasHapus
  9. hmmm, orang sombong pasti kena batunya jg. yg hebat itu isrinya :D

    BalasHapus
  10. Tragis ya... Itulah, 'penjahat' yang diberi kemenangan pada awalnya, hanyalah untuk menimbun dosa. Pada akhirnya akan dipermalukan dan lebih terhina lagi. Bila sakit seperti itu harusnya bertaubat sungguh-sunggun. Bila tidak, ujian sakit itu akan sia-sia belaka...

    BalasHapus
  11. Hal yang kita tidak ketahui kehidupan dimasa datang...
    apakah kit akan tetap bisa tenar seperti sekarang atau sebaliknya.
    Istri yang akan menepati surga ya Mb.

    BalasHapus
  12. Mba, ceritanya sama persis dengan kisah orang yg kukenal juga. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah itu ya.. selalu mawas diri, berlaku yg baik jika tak mau menuai petaka ya Mba..

    BalasHapus
  13. ya begtulah orang yg berciri sombong, padahal pada hakikatnya semua manusia pasti saling bergantung :D hebat istrinya masih mau merawatnya dengan sabar

    BalasHapus
  14. Yup! sbenarnya sgala apa yg dikerjain dlm idup ini pasti punya konsekuensi untuk dituai, yakan mba? klo baik, ya baiklah qt menuai. klo jelek, ya jelek ^^


    *sungguh crita yg amat sering qt dapati di banyak crita rumah tangga ya mba?

    BalasHapus
  15. untung aja pas dia punya kekasih itu istrinya ga minta cerai ya.. istrinya baik bangeet..

    BalasHapus
  16. Ternyata, yg di rumah, yg kemarin kerap dilupakan, yg setia mengurusnya ya?

    BalasHapus
  17. roda kan muter terus bu
    dari tak berdaya jadi kuat dan kembali tak berdaya lagi..

    BalasHapus
  18. semoga beliau dapat menyadari kesalahannya dan bertobat ya, mbak

    BalasHapus
  19. Mbak aku juga pernah menemui bpk seperti itu...dan sekarang sudah benar2 bertobat dan rajin Ibadah, ke mesjid..yg selalu ditemani dg istri tercintanya,yg dulu sempat disakiti..

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)