Cerita Shasa

Senin, 22 November 2010

Setiap hari yang aku nantikan setiap pulang dari kantor adalah cerita Shasa. Aku selalu memintanya untuk bercerita tentang apa saja yang telah dialaminya pada hari itu. Khususnya cerita tentang segala hal yang terjadi di sekolahnya.

Aku yang bekerja di luar rumah, sangat senang bisa mengetahui segala hal yang terjadi pada Shasa-ku. Karena aku tak bisa mendampinginya penuh, maka aku berusaha untuk mengikuti perkembangannya dari cerita Shasa. Terkadang cerita tentang Shasa aku dapatkan dari eyangnya, yang menemani Shasa sepulang sekolah. Terkadang guru-gurunya yang berbagi cerita denganku.

Namun, sejujurnya aku paling suka mendengarkan cerita itu dari Shasa secara langsung. Aku suka melihat ekspresinya saat bercerita. Jika dia menceritakan hal-hal yang membuatnya senang dan bangga, aku pun merasakan hal yang sama. Saat dia bercerita tentang hal-hal yang membuatnya sedih, sungguh hati ini pun ikut nelangsa melihat raut mukanya yang sedih.

Jika Shasa lupa tak berbagi cerita padaku apa yang telah dialaminya seharian itu, maka aku akan menagihnya. Hal itu pernah membuat Shasa mengajukan pertanyaan kepadaku, mengapa aku suka sekali mendengarkan ceritanya. Saat itu, aku tak dapat langsung memberinya jawaban. Setelah sempat terdiam barulah aku memberikan jawaban yang dimintanya.

Kukatakan padanya bahwa sangat penting bagiku untuk mengetahui segala hal yang dialaminya hari itu, karena aku tak bisa mendampinginya penuh. Selain itu, dari ceritanya aku dapat mengetahui jika ada hal-hal yang tak semestinya, karena aku sebagai ibunya telah punya pengalaman yang jauh lebih banyak darinya. Oleh karena itu, jika dia tak mau berbagi cerita padaku, aku takut jika aku terlambat mengetahui jika ada sesuatu yang buruk terjadi dan aku terlambat mengambil langkah untuk menyikapinya.

Untunglah Shasa bisa menerima penjelasanku, sehingga dia tak keberatan jika setiap hari tanpa bosan aku bertanya : "Ada cerita apa hari ini?". Kadang jika ada waktu luang di kantor, pertanyaan itu aku sampaikan via telpon, setelah dia pulang sekolah. Hal ini paling sering aku lakukan jika pada hari itu di sekolah ada jadwal tes / ulangan. Namun, karena aku lebih suka mendengarkan ceritanya sambil melihat ekspresinya, maka seringkali saat bertemu dengannya di rumah pertanyaan yang sama aku ulangi lagi... hehehe.

So.... akan ada cerita apa esok hari dari Shasaku...?

19 catatan dari sahabat:

riesta mengatakan...

waaaa,,,seru ya mbak denger cerita kaya gitu...
jadi pengen cepet2 punya anak...hehehe

Nuy mengatakan...

waaah cerita dari anak paling ditunggu yah.. nanti aku juga bakal ngerasain hal itu kayaknya.. kekeke.. =D

Gaphe mengatakan...

kasih sayang seorang bunda yang tuluss... kira-kira besok kalo punya anak, anakku mau cerita apa yaa ke sayaa.. :D

Justmeilani mengatakan...

iya mbak aku juga suka mendengarkan cerita anak-anaku sepulng sekolah,..

deadyrizky mengatakan...

aduh, ibu.
sooo sweet sekaleeeee
ntar kalo aku dah punya anak seperti itu kali ya?
hihihi

ReBorn mengatakan...

aduh, emak saya cuek banget berarti ya. ghahaha. senangnya shasha. :)

rahmat yudhistira mengatakan...

ceritanya asyik, pasti penuh dengan kesan dalam diri mbak nih!

ibnumuksin mengatakan...

boro-boro punya anak istri juga ga punya

chikarei mengatakan...

hihii
emang enak ya mba dengerin cerita anak kecil yang masih polos :)
jadi nggemesin^^

IbuDini mengatakan...

Pagi Mb, sepertinya sifat kita sama ya mb..atau mungkin semua ibu pasti sama seperti kita..ingin mendengar cerita apa yang dilakukan putri kita selama kita tingalkan utk bekerja..
Aku juga sering melakukannya dengan Dini, terkadang sampai berulang-ulang...dan sampai saat ini dia blm bosan untuk menjawabnya....

ibunyachusaeri mengatakan...

Klo saya, malah Chusaeri yang bertanya tentang cerita kereta stiap aku pulang kantor :)

Bali Property mengatakan...

wah seru ya, tiap hari selalu diceritain kegiatan-kegiatan si shasa seharian, jadi juga dapat mengetahui apa yang harus disarakan untk si shasa itu.
kebiasaan yang sangat bagus nih.
Bali Villas Bali Villa

Tip Trik Blogger mengatakan...

salam sahabat
berkunjung sekalian silaturrahim

inge / cyber dreamer mengatakan...

pasti seneng yah mba' melihat ekspresi buah hati saat bercerita ^^

waroeng coffee mengatakan...

yang seru kalau denger cerita shasa ditaksir temen sekelasnya mbak hehehe

Winny Widyawati mengatakan...

Iya mbak, sseneng ya kalau anak udah cerita macam2, seru aja rasanya. Kl cerita penglaman sedihnya, koq kayaknya, malah ibunya yg lebih sedih ya

Joko Sutarto mengatakan...

Begitulah, Mbak kekuatiran para orang tua yang bekerja karena tidak bisa mendampingi anaknya sehari-harinya. Rasa kuatir cenderung akan berlebihan. Tapi saya rasa itu wajar. Itu sebagai bukti bahwa cinta kita para orang tua kepada anak sungguh sangat besar.

.:diah:. mengatakan...

mbak Reni dekeett bangett yaa dengan Shasa, kek sahabatan aja niih, tiap hari denger curhatan :D

Masbro mengatakan...

Komunikasi yg terjalin seperti itu semakin jarang sekarang Mbak, salut..