Rabu, 30 Maret 2011

Maaf, aku salah

Maaf, aku salah. Itu hanyalah sepotong kalimat yang sangat singkat dan sederhana. Tak butuh waktu lama untuk mengucapkannya. Tapi mengapa seringkali kita berat sekali melakukannya? Rasanya kalimat sederhana itu tiba-tiba berubah menjadi kalimat yang sangat sulit diucapkan.

Tak jarang, untuk membebaskan diri dari kalimat itu kita akan mencari beribu alasan untuk membela diri. Atau kita tak segan mencari kambing hitam untuk menghindarkan kita dari kalimat itu. Seolah-olah dengan mengucapkan kalimat sederhana itu, hancurlah harga diri kita.

Mungkin dulu aku pun pernah begitu, ketakutan dengan kalimat sederhana itu. Itu dulu, saat aku takut menerima konsekuensi dari tindakanku sendiri. Saat aku belum cukup dewasa mengakui kekurangan dan kesalahan diri. Saat aku egois karena mencari keselamatan diri dengan mengorbankan orang lain. Tapi, itu dulu.

Sekarang aku mampu mengatakannya. Maaf, aku salah. Aku tak hendak melarikan diri dari kesalahan itu. Karna kutahu, kemanapun aku berlari atau bersembunyi kesalahan itu kan tetap jadi milikku. Bukan milikmu, miliknya atau milik mereka. Dan aku harus mengakui itu, jika memang aku ingin memperbaiki diri.

Aku pun tak hendak mencari alasan untuk membela diri. Meskipun aku akan berhasil mendapatkan beribu alasan, tapi aku tak kan bisa membohongi hatiku sendiri. Dan meskipun aku berhasil mencari beribu alasan tak akan dapat menghapus kesalahan yang pernah aku lakukan.

Aku pun tak hendak mencari kambing hitam dalam hal ini. Aku pasti juga tak mau jadi orang yang 'dikorbankan' atas kesalahan orang lain. Sudah saatnya aku mempertanggungjawabkan sendiri segala perbuatanku, tanpa perlu berkelit lagi. Semoga dengan begini aku bisa semakin dewasa lagi.

Maaf, aku salah dan kini ijinkan aku untuk memperbaikinya. Dan.., hem aku lega telah bisa mengatakannya. (^_^)

33 komentar:

  1. sabar ya bu. saya percaya sama kesempatan ke dua. :)

    BalasHapus
  2. wah memang untuk mengucapkan segelintir kata itu kadang susah banget, takut gengsi lah, jaga image lah...hehehhe tapi kalau kita udah mampu ucapin rasanya seperti ada kepuasan berarti dalam diri... selamat pagi mbak

    BalasHapus
  3. Maaf, aku salah dan kini ijinkan aku untuk memperbaikinya.
    Kalimat bijak yang tak semua orang mampu mengucapkannya, terlebih dengan hati yang tulus ...

    BalasHapus
  4. Memohon maaf dan mengucapkan kata maaf itu memang berat sekali, meskipun kita sadar bahwa perbuatan itu salah. Apalagi kalo udah terlanjur termakan dengan kebencian dan keegoisan..

    BalasHapus
  5. maaf, aku salah ....
    jika kita bisa berdamai dgn diri kita kalimat itu akan terasa mudah diucapkan dgn setulus2nya

    BalasHapus
  6. Yup Mbak terkadang ngomong 'maaf aku salah' memang berat mbak..
    Mungkin ada faktor lain bilakah itu sebuah kesalahan namun disisi lain orang menganggap sebagai kebenaran, misal Ahmadiyah misalnya. WALAH. Malah ngelantur. Mav ya jika salah. He

    BalasHapus
  7. dibutuhkan kesiapan mental dan nurani yang bersih untuk mampu mengucapkan sepenggal kalimat itu. Keberanian yang luar biasa tentu akan mendapatkan hadiah yang rasa plong, rasa yang lega tanpa beban. Karena saya juga pernah mengalaminya.
    bahkan terkadang kita juga perlu mengatakan biarlah mengalah bukan untuk mencari siapa yang menang dan yang kalah tetapi untuk kebaikan bersama

    BalasHapus
  8. hehee mba sama kayak chika dulu
    susah banget mengakui kesalahan
    rasa-rasanya kita masih punya alasan untuk tidak mengatakan itu
    tapi sekarang dah belajar untuk mengakui, dan ternyata efeknya luar biasa, hanya dengan kata itu, masalah perlhan bisa diselesaikan^^

    BalasHapus
  9. saya juga masih payah dalam hal ini. makasih sudah memotifasi saya mbak.

    BalasHapus
  10. Akan lebih berat mengataknnya jika kita tahu, bahwa kata maaf kita tak akan pernah dimaafkan. Karena memaafkan mungkin mudah, tapi tidak mudah melupakan kesalahan orang thd kita.

    BalasHapus
  11. setuju...sama bu reni ah....

    BalasHapus
  12. bener mbak, kadang ego terlalu tinggi jd untuk meminta maaf aja susah. mudah2an kita selalu jd pribadi yg lebih baik ya mbak:)

    BalasHapus
  13. kata orang meminta maaf lebih mudah daripada memaafkan, tapi klo sudah menyangkut harga diri yang ditafsirkan salah yang menganggap kalau dirinya tidak pernah salah maka keduanya akan terasa berat dan sulitnya. Untuk meminta maaf, memang butuh kelapangan hati, saya pun masih dalam proses belajar mba, untuk bisa berkata maaf atas segala kesalahan yang selama ini saya perbuat.

    BalasHapus
  14. butuh banyak keberanian untuk meminta maaf, butuh banyak kebesaran hati untuk memaafkan...

    BalasHapus
  15. sama halnya dengan terima kasih kali ya konteksnya..:)

    butuh jiwa besar biar mampu mengakui kesalahan. apalagi menanggung resiko atas kesalahan.

    BalasHapus
  16. Mbak Reni, menurutku maaf tetap ada tempatnya. Kalo kita digebugin orang tapi kita tetap merasa bersalah terus minta maaf itu gak pas. Saling memaafkan itu perlu, tapi hindari orang yang jahatin kita. Kalo berteman dengan penjual minyak wangi, akan ketularan wangi, berteman dengan pandai besi baju kita bisa tebakar...

    BalasHapus
  17. kadang emang sulit banget bilang maaf, lebih sulit lagi memaafkan kesalahan orang yang menyakiti kita... semoga kita termasuk orang2 berjiwa besar ya...

    BalasHapus
  18. Benar mb...meskipun kata singkat tapi tak semua orang dewasa dapat melakukannya.

    BalasHapus
  19. Memohon maaf itu sesuatu yang seharusnya mudah. Tapi seringkali menjadi begitu sulit, hehe..

    BalasHapus
  20. Untung aja mbak, ada hari lebaran, nyoba kalau nggak ada lebaran, numpuk permintaan maaf yang kita pendam,hehehehe

    BalasHapus
  21. Kata maaf yang diucapkan dengan lisan mantab banget mbak.
    salam hangat :)

    BalasHapus
  22. padahal meminta dan memberi maaf itu tidak sesulit memindahkan samudra..

    adalah hati, dimana pada dasarnya hati itu bersih, mulai kotor seiring waktu karena nafsu, egois, dan kesombongan..

    BalasHapus
  23. iya,walaupun sering mengungkapkan kata maaf,pasti ada seribu pembelaan dibelakangnya.makasih ya atas postingannya...

    BalasHapus
  24. saya juga, tipe orang yang selalu kesulitan mengucapkan maaf dan memaafkan.
    yah, semoga kita semua bisa belajar untuk jadi lebih baik.

    BalasHapus
  25. Berat tapi harus dilakukan. saya pernah mengakui kesalahan

    BalasHapus
  26. Jadi ingat tulisan seorang teman yang mengatakan bahwa Maaf itu Gratis, tapi kenapa kok masih begitu sulit ya

    BalasHapus
  27. ngomong maafnya sih gampang. yang susah tuh ngomong dengan hatinya bu..

    BalasHapus
  28. buat cowok, bilang maaf tuh kadang susah mbak..soalnya berkaitan sama gengsi. KAdang harus sampe disuruh-suruh dulu cuman buat bilang maaf.

    yaa kalo menurut saya sih, kalo emang dasarnya salah..sudah seharusnya meminta maaf kan..

    #belajar satu dari tiga magic words : maaf, terima kasih, dan tolong

    BalasHapus
  29. Lebi sulit lagi kalo maaf disertai kelapangan hati untuk menerima semua

    BalasHapus
  30. kunjungan pagi minta di follow

    BalasHapus
  31. Alhamdulillah, sebaiknya memang diakui kalau memang salah :)

    BalasHapus
  32. setuju mba...meskipun berhasil mencari beribu alasan tak akan dapat menghapus kesalahan yang pernah dilakukan...
    memang sulit untuk minta maaf dan mengorbankan keegoisan, tapi dgn itu qt bisa jadi lebih dewasa :)
    makasih tulisannya yang mengingatkanku :)

    BalasHapus
  33. nice post mb ren..=)

    'maaf' kata yang sangaaattt suliiiit skali keluarnya kalo udah ketauan belangnya...
    karna yang namanya gengsi lah, ego lah, empet lah, iri lah ato apapun itu makanya jadi makin susah keluar dari mulut ini...

    padahal, sering kali...tanpa kita sadari dan kita mau pahami...di luar sana...ada orang yang telah tersakiti...ada hati yang sudah dilukai...
    yang mungkin ga akan minta harta kita, jiwa kita atau pun dunia kita...tapi mereka terkadang cuma butuh sebuah permintaan maaf yang tulus dari kita...agar bisa sama2 tenang hatinya..bisa sama2 lega...dan plong.

    yah kan?

    best regards =)

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)