Plastik ramah lingkungan

Kamis, 31 Maret 2011

Beberapa hari yang lalu aku baru tahu (telat banget, sih) tentang adanya kantong plastik yang ramah lingkungan. Pelopornya adalah Sugianto Tandio. Pabriknya (PT Tirta Marta) yang berada di Cikupa, Tangerang - Banten telah memproduksi kantong plastik ramah lingkungan.

Apa yang dilakukan Sugianto itu tentu saja merupakan solusi bagi kelestarian lingkungan kita. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kantong plastik merupakan musuh lingkungan. Plastik memiliki sifat tidak mudah terurai. Tingginya massa molekul yang terkandung dalam plastik membuat plastik tidak bisa langsung dihancurkan oleh mikroba.

Untuk bisa menghancurkan plastik, mikroba butuh proses oksidasi. Padahal proses oksidasi ideal untuk kantong plastik biasa (yang sering kita pakai selama ini) memakan waktu sekitar seribu tahun atau seabad. Lama sekali bukan? Itu sebabnya sampah plastik diprediksi mengancam kelestarian lingkungan.

Karena merasa terpanggil untuk menyelamatkan lingkungan, Sugianto pun melakukan riset selama 8 tahun. Dalam risetnya dia menggabungkan teknologi pembuatan kantong plastik yang ramah lingkungan, berdampak sosial, dan harganya terjangkau. Akhirnya, dia menemukan teknologi Oxium dan Ecoplas untuk mengatasi dampak buruk kantong plastik. Dua teknologi tersebut sudah dipatenkan. Teknologi Oxium dan Ecoplas tersebut diterapkan pada tahap produksi bijih plastik (polyethylene).

Teknologi Oxium adalah memberikan campuran bahan aditif pembuat bijih plastik. Dengan penambahan bahan tersebut, proses oksidasi pada kantong plastik bisa dipercepat. Mikroba bisa semakin cepat menghancurkan sampah kantong plastik. Jika sebelumnya kantong plastik terurai setelah seribu tahunan bisa dipercepat hanya dalam kurun dua tahun.

Pengembangan selanjutnya adalah teknologi Ecoplas. Dalam teknologi itu, Sugianto mencampur bahan pembuat bijih plastik dengan tepung ketela pohon. Dalam persentase tertentu, kantong plastik yang berbahan ketela pohon itu bisa hancur hanya dalam waktu sekitar dua bulan. Tidak hanya ramah lingkungan, pembuatan tas plastik yang diberi nama ecoplas ini ternyata juga mampu memberdayakan ekonomi masyarakat dan petani singkong.

Saat ini kantong plastik dengan teknologi Oxium lebih laku di pasar lokal oleh sebagian perusahaan waralaba besar. Di antaranya, Indomaret, Alfamart, dan Hero. Tanda yang bisa dilihat, di kantong plastik dari toko-toko tersebut terdapat logo Oxium yang dilengkapi gambar kantong plastik hancur dalam empat tahap.

Sementara itu, kantong plastik dengan teknologi Ecoplas yang memakan biaya produksi lebih mahal sebagian besar diekspor. Brand-brand asing yang menggunakan kantong plastik Ecoplas, antara lain Polo, RalphLaurens, Raoul, Nickelodeon Universe, dan Lake Winds. Produk lokal yang menggunakan kantong plastik Ecoplas adalah Grup Ciputra dan Miracle.

Dengan upaya itu, diharapkan ancaman bencana karena kantong plastik di negeri ini bisa dicegah. Selain itu, penggunaan kantong plastik tetap harus mulai dikurangi mulai sekarang agar tidak menjadi musuh lingkungan.

35 catatan dari sahabat:

IbuDini mengatakan...

Bener Mb...jadi mulai dari sekarang biasakan saja untuk membawa wadah dari rumah mb jadi mengurangi kantong plastik yg terpakai juga terjamin buat kita.
Saya salut sama Sugianto yang benar2 pemerhati lingkungan hingga ada ide yang sangat cemerlang untuk menyelamatkan kita semua.

Gaphe mengatakan...

plastik emang jadi musuh banget buat lingkungan, tapi untung yah ada yang kreatif nemuin solusi biar plastik gampang didegradasi begitu.

kalo nggak salah, selain yang pake logo Oxium ini ada juga plastik berbahan baku serat singkong.. ini plastik juga gampang ancur.

asuransioke mengatakan...

posting bagus mba.... lam kenal.... baru saya tahu rupanya ada plstik ramah lingkungan.... ia ia theme mba bagus "cool"

Rubiyanto Sutrisno mengatakan...

menarik mba', aku malah baru tahu nih .....

lidya mengatakan...

tempat2 belanja saat ini menggunakn plastik yang dapat hancur sendiri walaupun dlam wktu 2 thn

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Iya mbak aku beli di indo*** kreseknya ada tulisannya, plastik ramah lingkungan, bisa hancur sendiri

Hariyanti Sukma mengatakan...

mudah2 plastik ini bisa juga kita temukan di pasar tradisional ya, mbak... supaya tidak ada lagi pencemaran lingkungan oleh plastik.

ReBorn mengatakan...

plastik memang serba guna, bisa disesuaikan dengan kebutuhan, cuma sekarang kadang banyak yang make plastik secara boros karena harganya yang memang cukup terjangkau. sukur deh ada plastik ini, tapi menurutu saya kantong kertas lebis bermanfaat. gampang pula dilipetnya. saya daritadi ngomong apa ya? ghehehe...

Nando mengatakan...

sayangnya bu, ga semua plastik berbahan ramaha lingkungan. padahal hampir kebanyakan masyarakat kita butuh plastik untuk segala keperluannya. :(

attayaya-open-web mengatakan...

waaaah ini dia postingannya
hehehe...

lebih baik mengurangi pemakaian plastik

Nyitnyit mengatakan...

bagus bu rens postingannya...tapi kita sudah bisa beli dimana ya...?

pencari jejak mengatakan...

aku sering banget lihat kantong plastik itu kalo belanja ke waralaba itu, tapi aku lebih bawa kantong sendiri yang dibuat dari karung terigu bekas. :D

Isti mengatakan...

sekarang saya juga bawa plasttik reborn kemana -mana mba..sudah ada yg keren yg bisa dilipat kecil jadi praktis bawanya

Muhammad A Vip mengatakan...

inovasi harus terus diupayakan oleh anak negri, ayo dukung demi bumi tercinta.

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

coba contoh plastiknya difoto bu, saya pingin tahu.

Naila mengatakan...

heehhh..
plastik mang salah satu musuh bumi,
sepakat ma ibudini, kemana2 bawa tas sendiri, jadi menghemat plastik, :)

bagus kalo sekarang teknologi ramah lingkungan sedikit2 bisa diaplikasikan, dulu juga sempat ngikutin penelitian skripsi temen tentang plastik biodegradable,^^

Henny Yarica mengatakan...

kayaknya masih lebih enak pake kantong kertas deh mbak ^^

Huda Tula mengatakan...

hmmm hebat ya beliaunya..

saya termasuk pemakai kantong pelastik yang boros g ya?? pernah saya merasa sayang membuang kantong pelastik, tapi jadinya kamar saya tambah berantakan macam tukang koleksi gitu mb*eh, malah buka aib di sini

joe mengatakan...

semoga nantinya tidak hanya pada kantong plastik saja yang ramah lingkungan tapi juga aneka bahan plastik lain seperti, ember, gayung dll

Rahman Raden mengatakan...

kantong plastik Hypermat juga ramah lingkungan

Ami mengatakan...

Paling tidak ada inovasi soal sampah plastik. Pencemaran lingkungan dari styrofoam udah ada gantinya belum ya?

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ya memang sudah ada kantong spt itu , mbak. hanya saja suka lupa bawa nih kalo pas belanja ke supermarket

waroeng coffee mengatakan...

semoga ciptaan beliau itu segera mendapatkan hak patennya biar gak diakui oleh negara lain :)

fizer0 mengatakan...

saya emang gak pernah bawa plastik sendiri, tapi selalu saya simpen saya setumpuk gak tahu buat apa..

mungkin ada baiknya saya mulai membawa tas/ plastik sendiri...

rita asmara mengatakan...

memang sudah saatnya kita peduli lingkungan..

yanuar catur rastafara mengatakan...

aq belum punya mbak yg kayak gini..

baburinix! mengatakan...

mantap....! semoga menjadi pengganti yang terbaik di kelasnya.

Akmal Fahrurizal mengatakan...

Wah semoga nanti bisa bener2 tergantikan sama yang ramah lingkungan ya.. Bukan cuma produk2 mahal aja.. hehe

Ali Mas'adi mengatakan...

hallo mbak reni apa kabar...??? saya lama nggak mampir... makin keren aja blognya

wiy mengatakan...

kunungan malam bu...

Masbro mengatakan...

Saya suka artikel yang ini.. Seeep Mbak Ren;

CORETAN HIDUP mengatakan...

Di Samarinda belum ada plastik semacam itu. Yang beredar masih plastik yang berbahaya tsb yang kayanya penuh dengan zat kimia shg takkala makanan disimpan disitu, jadi terkontaminasi. Seandainya plastik yang ramah lingkungan tsb bisa segera didistribusikan ke daerah-daerah maka keluarga di Indonesia akan lebih aman dan sehat. Dan yang utamanya adalah kita semakin memiliki kesadaran untuk bisa ramah dengan lingkungan sekitar kita

rusydi hikmawan mengatakan...

yang ramah lingkuangan selalu menguntungkan ya bu.

Quinie mengatakan...

huaaa info yang menarik mba ren. Aku langsung search google nyari info yang lebih jelas tentang ini. sebenernya udah lama aku penasaran, tapi ga sempet2 euy browsingnya...

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

boleh tuh plastik, yaa dikit dikit untuk menjaga bumi yang sudah tak karuan ini....