Tentang dan untuk sahabat

Minggu, 13 Maret 2011

Akhir-akhir ini aku memang banyak memikirkan tentang kedua sahabatku. Salah seorang diantaranya adalah sahabatku waktu SMA yang kini masih berada di Jepang. Berita tsunami di Jepang kemarin membuatku sangat menkhawatirkan keadaannya. Apalagi emailku tak mendapat respon darinya.

Alhamdulillah..., setelah sempat menunggu berapa lama, akhirnya aku mendapatkan kabar juga darinya. Dia selamat dan akan pulang ke Indonesia (selamanya) pada tanggal 14 Maret 2011 nanti. Semoga saja rencananya itu dapat terwujud dan dia dapat pulang dengan selamat ke Indonesia. Bagi yang penasaran bagaimana emailnya selengkapnya, bisa intip di bawah ini. OK?

Wa alaikum salam warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillah saya baik-baik saja.
Kemarin memang sempat shock dg guncangan keras saat di kampus,
gempa pusatnya di utara, saya tinggal di Jepang tengah.
Tapi masih terus waspada, karena gempa merembet ke daerah lain dan juga tsunaminya.
Kota Sendai hancur total, tapi teman2 Indonesia di sana alhamdulillah aman di tempat pengungsian.
Hanya saja listrik dan telepon mati di sana, jadi mereka memanfaatkan sisa batere untuk bisa kirim berita.

Insya Allah tgl 14 Maret, senin besok saya pulang ke Indonesia seterusnya.
Mudah2an tdk ada masalah dg penerbangan.
Sebab beberapa bandara ditutup.

Mohon doanya ya.
sampai ketemu di Indonesia.
wassalamu alaikum warahmatullah

Yang kedua adalah sahabat lamaku waktu aku kuliah di Yogyakarta dulu. Dia adalah teman kost-ku. Walau kami tak kuliah di perguruan tinggi yang sama dan kami tak mengambil jurusan yang sama, tapi kami sangat dekat. Dia baik banget. Aku banyak belajar tentang arti sabar dan ikhlas darinya. Soal agama, aku juga banyak belajar darinya.

Dia adalah sosok yang istimewa bagiku. Selama aku mengenalnya, aku tak pernah melihatnya pesimis meski seberat apapun masalah yang dihadapi. Dia juga sangat peduli dan perhatian pada teman-temannya. Pokoknya... dia baik banget. Namun... akhir-akhir ini aku lebih banyak memikirkan dia daripada sebelumnya.

Penyebabnya adalah... sampai sekarang dia masih belum menemukan jodohnya. Hidup sendiri di kerasnya ibu kota membuatku seringkali mengkhawatirkannya. Kedua orang tuanya sudah meninggal, sementara satu-satunya kakak kandungnya menetap di Yogyakarta bersama suami dan anak-anaknya. Untung saja, dia punya banyak teman yang sangat baik dan menyayanginya.

Aku sering kepikiran saat dia sakit dan harus mengurus dirinya sendiri di rumahnya. Suatu hari dia mengabari aku bahwa dia sakit dan aku segera menelponnya. Aku memintanya meminta tolong pada salah seorang temannya untuk sekedar mengantarnya ke dokter atau membelikannya obat. Namun dia menolak, alasannya dia tak mau merepotkan orang lain. Aku hanya bisa geleng kepala.

Itu sebabnya, aku berniat membantu mencarikan jodoh untuknya. Aku sudah mulai melakukan beberapa usaha dengan menghubungi beberapa orang yang kukenal. Semoga saja usahaku berhasil dan sahabatku ini dapat bertemu dengan jodohnya. Semoga niat baik ini membuahkan hasil. Amin.

29 catatan dari sahabat:

Rawins mengatakan...

ikutan take him out saja bu...

rezkaocta mengatakan...

smoga temen mb bisa pulang k indonesia dgn slamat y mb...,moga juga temen mb scptny dapet jodoh, yg baik di mata manusia dan allah
amin.
:D

niee mengatakan...

Aku juga ada tetangga yang sekarang kuliah di Jepang mbak, mudah2an aja dia selamat :(

Kalau yang masalah jodoh itu aku juga khawatir, emang berdua lebih baik dari pada sendiri yak, hiks..

AA mengatakan...

Assalamualiakum Ibu reni,

Saya sedikit terharu membaca tulisan Ibu,,,baik sekali hati Ibu reni...

Saya dari kejauhan hanya bisa berucap "Amin semoga ALLAh mengamini..dan memberikan jodoh yang tepat, membukakan jalan jodoh yan tepat untuk kawan ibu itu...dan smeoga uaha mba Reni berhasil"

Chayooooo

^^

Anak Biasa Yang Memang Biasa mengatakan...

Dua hari lagi berarti Ibu dan teman ibu bakal ketemuan? Semoga terwujud ya bu...

Semoga teman ibu sampai selamat di Indoensia.

dan semoga rencana mba Reni berhasil

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

Alhamdulillah ya mbak teman mba reni selamat dan semoga juga bisa sampai dengan selamat di Indonesia
Kasihan temen mba reni harus hidup sendiri, aku bantu doa ya mba semoga temen mba bisa segera menemukan jodoh agar tidak harus hidup sendiri lagi ^____^

Huda Tula mengatakan...

hmm...semoga temannya mb yang di Jepang tetap berada dalam lindunganNya,

dan semoga temannya mb dapat jodoh yang baik... amiiin

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

Syukurlah mbak... akhirnya bisa berkomunikasi lagi dengan teman mbak di Jepang... untuk sahabat mbak... semoga segera mendapatkan yang terbaik... salam kasih tuk mbak...

Gaphe mengatakan...

boleh lo mbak, saya juga dicarikan jodoh #glehdaak...

hemm.. kalo balik selamanya, berari udah nggak di Jepang lagi yah?. Untunglah temen mbak Reni nggak kenapa-kenapa..

Masbro mengatakan...

Alhamdulillah kalo begitu (ini komentarnya untuk cerita yg pertama).
Dan semoga didekatkan jodohnya, untuk teman yang satunya lagi..

Dan buat yang ada di kampung Tobati Papua yg juga dapat musibah tsunami dan kiriman gempa, semoga cepat mendapatkan penanganan, Amin..

Bunda Loving mengatakan...

Alhamdulillah ya mbak.....temanmu gak kena stunami....moga 2 hr mbak kembali bertemu dg temanmu dan akan berbagi cerita tentang pengalaman disana....

Rahman Raden mengatakan...

alhamdulillah selamat....alnya kmarin pas baca cerita temen SMAny yg ad dijepang kehilangan kontk akhirnya kondidiny baik2 sj

Rose mengatakan...

iya mba klo ud bersahabat pasti udah seperti saudara,,,hemmm, semoga jadi agen jodoh(hehehe) yang baik bg temannya mba..,dimudahkan deh,,

TUKANG CoLoNG mengatakan...

ga berencana daftarin dia ke biro jodoh aja buk..? :)

Brigadir Kopi mengatakan...

moga selamat samapi indonesia nanti hihi aminnnnn

Ladyonthemirror mengatakan...

Senang mendengar kabar temannya di Jepang selamat dan bisa pulang ke tanah air, moga misi mak comblangnya sukses yaa....

Itik Bali mengatakan...

Gitu yo mbak kalo orang sendirian
ngadepin apa2 sendiri..

Ge@KampungFiksi mengatakan...

Mbak Reni, apa kabar? Sudah lama sekali saya tidak blogwalking, sekarang memulai kembali :)

Semoga sahabat Mbak Reni segera menemukan jodoh ya.. Tetapi kalau nanti takdir bicara berbeda, yakinkan diri bahwa Tuhan lah yang akan menjaganya selalu. ^_^

Henny Yarica mengatakan...

untung aja temen mbak reni nggak jadi korban gempa. nggak kebayang deh sedihnya keluarga yang ada di Indonesia.

Hani mengatakan...

Amiin :)

Niat baik selalu mendapatkan jalan, Mbak :)

Ingat Tsunami Jepang, ingat berita Tsunami di bali...smeua jadi panik...

☺☺☺ mengatakan...

alhamdulillah temen bunda ga kenapa-napa ya. jadi kepikiran temen ata yang ada di sana juga :(

Rin mengatakan...

Alhamdulillah temennya selamat dan sehat, mba... :)

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

Alhamdulillah...apa yg Mba Reni khawatirkan tidak terjadi, sahabat2 Mba Reni selamat...

Mood mengatakan...

Ikut prihatin dan berduka buat bencana yang melanda di Jepang.
Untungnya teman bu Reny gag kenapa napa ya, semoga pula teman bu Reny yang belum mendapat jodoh cepat mendapatkannya.

Salam...

CORETAN HIDUP mengatakan...

Syukurlah teman ibu selamat dari bencana tsunami tersebut dan akan segera pulang ke Indonesia. Saya sudah berkunjung ke blognya dan banyak informasi yg bermanfaat lho, terutama mengenai jepang tentunya

IbuDini mengatakan...

Semoga selamat sampai ke tanah air ya mb....Saya punya teman juga disana mb, gak tau kabarnya apakah selamat atau tidak.
Tapi semoga saja dia tidak apa2.

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

Amin, semoga ya Bu Reni...saya turut mnedo'akan

Arif Chasan mengatakan...

wah.. alhamdulillahh... :D
semoga terus diberi kabar baik.. :)

Zulfadhli's Family mengatakan...

Mba Reni ini sangat care yah terhadap teman / sahabat. Luar biasa!

Alhamdulillah kalo temen Mba yng di Jepang selamat. Gw liat liputannya di TV ajah udah ngeri banget.

Mengenai temen Mba yang satu lagi, semo aBeliau segera menemukan tulang rusuknya. Insya Allah rencana Allah selalu indah ko Mba :-)