Kembali aku menerima email dari seorang teman yang kupikir sangat berguna jika aku bagikan disini. Semoga kita dapat mengambil pelajaran darinya.
Mungkin seperti inilah dialog yang telah kita lakukan dengan Tuhan :
Tuhan berkata, "Bukankah seharusnya kau yang menyerahkannya kepada-Ku dan bukan Aku yang harus mengambilnya darimu ?"
Mungkin seperti inilah dialog yang telah kita lakukan dengan Tuhan :
Tuhan berkata, "Bukankah seharusnya kau yang menyerahkannya kepada-Ku dan bukan Aku yang harus mengambilnya darimu ?"
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya jiwanya telah sempurna, sementara tubuhnya hanyalah sementara."Ya Tuhan berilah aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidakkah kau pahami bahwa kesabaran itu hasil dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak serta merta kau dapatkan. Jadi kau harus meraihnya sendiri ."Ya Tuhan berilah aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Sebenarnya Aku telah memberimu berkah yang berlimpah. Jika kau mensyukurinya, maka kebahagiaan itu akan kau dapatkan."Ya Tuhan jauhkanlah aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tahukah kau, penderitaan akan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan akan membawamu untuk lebih mendekati Aku...?"Ya Tuhan berilah aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidakkah kau sadari bahwa sebenarnya Aku telah memberimu kehidupan supaya kau bisa menikmati segala hal...?"Ya Tuhan bantulah aku untuk mencintai orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata, "Syukurlah...., akhirnya kau mengerti juga!"** Begitulah manusia.., selalu saja menuntut segala kemudahan dan kenikmatan dari-Nya. Padahal apa yang telah diberikan Tuhan untuk kita sejatinya adalah yang terbaik untuk kita, karena memang hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi kita. **

25 catatan dari sahabat:
sebuah pencerahan, semoga kita semua selalu mensyukuri yg kita dapat,
thxs 4 share..
aq suka bgt mba curhat sm Allah,bikin hati tenang ~_~
sangat indah....!
yap!
Aq juga senang
byk sahabat blogger
disini yg gemar menulis
aneka surat cinta untukNya
manusia itu
ladang khilaf
juga ladang amal
dan manusia
bisa membuat pilihannya
itu yg menjadikannya
istimewa.. Unggul...
Aq pernah nonton
sebuah film korea
1 kalimat terngiang,
namun sukar kulupakan
manusia itu sukar menerima kematian yg menghantui, krn ada keserakahan yg menguasainya
sementara qta tahu
semua org terlihat begitu takut mati
tp benarkah mereka serakah?
Renungkan,
apa yg lebih mereka takutkan?
Hukuman yg menanti mereka di nanti?
Atau, hal2 yg harus mereka lepaskan dari kehidupan lalu?
Yah, manusia punya tgkat keserakahan.
Tp sahabat, dunia ini ajang kita
mengontrol keserakahan kita
dari kenikmatan,
dan kemudahan.
subhanallah...
maaf mbak, baru berkunjung setelah hibernasi beberapa saat, hehe...udah sehat kan matanya mbak???
Dialog yang bisa ditangkap dengan hati
aku berkunjung kembali mbak
Subhanalloh...
Astaghfirulloh..
Allohu Akbar!
subhanallah____
lovely post
ohhhh... ^_^
thx ya mbak uda share..jadi masukan untuk instropeksi diri..salam kenal ya..
btw aq follow blog mbak ya..jika berkenan visit my blog n follow ya..thx
Keren, makasih ya bunda :)
aku juga deh, semoga diberi kebahagiaan. Amiin...
thx 4 share...
maap baru berkunjung lg kesini... ^^
halo met siang
berkunjung nich
ikutan baca-baca
terima kasih
Pencerahan yang oke!
wah,ini lanjutan kemarin....
siap baca lagi mbak.makasih sudah berbagi informasi yang menarik ini :)
Siang Embak... :-))
Sukses selalu Ya...
mari bersyukur pada apa saja yang telah diberikan Tuhan kepada Kita. thanks sharingnya Mbak.
By :
Anak Rantau
poinnya sih suruh kita berusaha dan tawakal...pencerahan ini!! tengkyu...
setuju dengan kata-kata teakhir itu mbak, Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk umatnya, btw maaf saya baru mampir, koneksi saya lagi lelet beberapa hari ini.....
Betul Mba, kadang manusia selalu berpikir bahwa hal A adalah yang terbaik untuknya. Tapi belum tentu Sang Maha Pengatur sependapat, sehingga diberikan hal B. Eh, manusia malah protes "Gw minta A malah dikasih B". Padahal Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi umat-Nya
Poskan Komentar