Senin, 07 Juni 2010

Berdialog dengan Tuhan (2)

Kembali aku menerima email dari seorang teman yang kupikir sangat berguna jika aku bagikan disini. Semoga kita dapat mengambil pelajaran darinya.

Mungkin seperti inilah dialog yang telah kita lakukan dengan Tuhan :


Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Bukankah seharusnya kau yang menyerahkannya kepada-Ku dan bukan Aku yang harus mengambilnya darimu ?"

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya jiwanya telah sempurna, sementara tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan berilah aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidakkah kau pahami bahwa kesabaran itu hasil dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak serta merta kau dapatkan. Jadi kau harus meraihnya sendiri ."

Ya Tuhan berilah aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Sebenarnya Aku telah memberimu berkah yang berlimpah. Jika kau mensyukurinya, maka kebahagiaan itu akan kau dapatkan."

Ya Tuhan jauhkanlah aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tahukah kau, penderitaan akan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan akan membawamu untuk lebih mendekati Aku...?"

Ya Tuhan berilah aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidakkah kau sadari bahwa sebenarnya Aku telah memberimu kehidupan supaya kau bisa menikmati segala hal...?"

Ya Tuhan bantulah aku untuk mencintai orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata, "Syukurlah...., akhirnya kau mengerti juga!"

** Begitulah manusia.., selalu saja menuntut segala kemudahan dan kenikmatan dari-Nya. Padahal apa yang telah diberikan Tuhan untuk kita sejatinya adalah yang terbaik untuk kita, karena memang hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi kita. **

25 komentar:

  1. sebuah pencerahan, semoga kita semua selalu mensyukuri yg kita dapat,

    thxs 4 share..

    BalasHapus
  2. aq suka bgt mba curhat sm Allah,bikin hati tenang ~_~

    BalasHapus
  3. yap!
    Aq juga senang
    byk sahabat blogger
    disini yg gemar menulis
    aneka surat cinta untukNya

    manusia itu
    ladang khilaf
    juga ladang amal
    dan manusia
    bisa membuat pilihannya
    itu yg menjadikannya
    istimewa.. Unggul...

    Aq pernah nonton
    sebuah film korea
    1 kalimat terngiang,
    namun sukar kulupakan

    manusia itu sukar menerima kematian yg menghantui, krn ada keserakahan yg menguasainya

    sementara qta tahu
    semua org terlihat begitu takut mati
    tp benarkah mereka serakah?
    Renungkan,
    apa yg lebih mereka takutkan?
    Hukuman yg menanti mereka di nanti?
    Atau, hal2 yg harus mereka lepaskan dari kehidupan lalu?
    Yah, manusia punya tgkat keserakahan.
    Tp sahabat, dunia ini ajang kita
    mengontrol keserakahan kita
    dari kenikmatan,
    dan kemudahan.

    BalasHapus
  4. subhanallah...


    maaf mbak, baru berkunjung setelah hibernasi beberapa saat, hehe...udah sehat kan matanya mbak???

    BalasHapus
  5. Dialog yang bisa ditangkap dengan hati

    aku berkunjung kembali mbak

    BalasHapus
  6. Allohu Akbar!

    BalasHapus
  7. thx ya mbak uda share..jadi masukan untuk instropeksi diri..salam kenal ya..
    btw aq follow blog mbak ya..jika berkenan visit my blog n follow ya..thx

    BalasHapus
  8. Keren, makasih ya bunda :)

    BalasHapus
  9. aku juga deh, semoga diberi kebahagiaan. Amiin...

    BalasHapus
  10. thx 4 share...

    maap baru berkunjung lg kesini... ^^

    BalasHapus
  11. halo met siang
    berkunjung nich
    ikutan baca-baca
    terima kasih

    BalasHapus
  12. wah,ini lanjutan kemarin....
    siap baca lagi mbak.makasih sudah berbagi informasi yang menarik ini :)

    BalasHapus
  13. mari bersyukur pada apa saja yang telah diberikan Tuhan kepada Kita. thanks sharingnya Mbak.

    By :
    Anak Rantau

    BalasHapus
  14. poinnya sih suruh kita berusaha dan tawakal...pencerahan ini!! tengkyu...

    BalasHapus
  15. setuju dengan kata-kata teakhir itu mbak, Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk umatnya, btw maaf saya baru mampir, koneksi saya lagi lelet beberapa hari ini.....

    BalasHapus
  16. Betul Mba, kadang manusia selalu berpikir bahwa hal A adalah yang terbaik untuknya. Tapi belum tentu Sang Maha Pengatur sependapat, sehingga diberikan hal B. Eh, manusia malah protes "Gw minta A malah dikasih B". Padahal Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi umat-Nya

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)