Kamis, 19 Agustus 2010

Waktuku

Tuan....
Bukankah telah berulang kali aku tanyakan
tentang kebohongan-kebohongan yang Tuan katakan
Bukankah juga telah berulang kali kusampaikan
kekecewaan dan kesedihan atas segala kepalsuan
yang meski telah Tuan poles dengan madu
tapi rasa pahit empedu tak mampu ditipu

Tuan....
Meski berulang kali dengan terpaksa kuterima
keegoisan dan ketidakpedulian itu darimu
namun aku masih mencoba menunggu sang waktu
yang kuharap mampu melunakkan hatimu
yang mungkin telah terlanjur beku

Tuan....
Maklumi aku jika kini kelehanan yang sangat menguasaiku
dan rasa muak kian mengental akibat segala keegosianmu
yang telah mengikis habis segala kesabaran yang tersisa
hingga akhirnya aku tiba pada satu keputusan
yang tak lagi bisa ditawar-tawar

Kini waktuku untuk menyatakan sikap
bahwa akupun berhak bahagia sepertimu
dan kini adalah waktumu untuk mengerti aku
karena ini adalah waktuku....

Madiun, medio Agustus 2010

gambar diculik dari sini

23 komentar:

  1. Siang Mb...untuk menjadi yang pertama..
    Sang waktu yang selalu membuat Mb dalam kekesalan...
    Semoga tuan sang waktu dapat mengerti dengan apa yng kita rasakan ya Mb...

    BalasHapus
  2. kehabisan kata nie Mbak.... pokoknya Maknyuzz kaat2'y........ aku mau meresapi aja....

    BalasHapus
  3. Tuan tolong mengerti aku...
    Karena waktuku telah habis untuk mengerti kehendakmu tuan..
    Jadi sekarang tuan tolong mengerti akan kehendakku..

    BalasHapus
  4. Ada sesuatu buat mbak dari manajemen emosi.....

    BalasHapus
  5. kejam nian kau tuan....... tapi waktu yang akan menjelaskan... :D

    BalasHapus
  6. Manusia memang punya batas toleransi. Suatu saat kita bisa kehabisan kesabaran. Apapun itu, tetap semangat ya mbak...

    BalasHapus
  7. menunggu waktu berbuka :p

    BalasHapus
  8. saya kok gak paham ya buk?? (doh)

    BalasHapus
  9. Kata-kata yang indah mbak, maknanya dalam benar

    BalasHapus
  10. wah, tua itu sapa mbak, blm ngerti arti kemerdekaan ya dia???? ckckckk...

    met mlm bak...

    BalasHapus
  11. unten kata yang penuh makna dan indah

    BalasHapus
  12. puisi dengan diksi yang luar biasa seakan memawa khayalku menari mengikuti alurnya, maaf mbak telat berkunjung

    BalasHapus
  13. dan demi waktu......(*hi hi fals ga ya mbak suaraku*)

    BalasHapus
  14. Dalem isinya.. kayaknya ditulis berdasarkan pengalaman pribadi nih..
    :D

    BalasHapus
  15. puisinya koq sedih mba :(
    yups semua berhak mendapat bahagia :D

    BalasHapus
  16. Siapa itu "tuan" yang dimaksud ??
    Siapapun atau apapun dia.. semoga Mb mendapatkan yang terbaik yah.. :)

    BalasHapus
  17. yg dimaksud dgn "Tuan" disini siapa y mba???
    penasaran nih aku...
    hmmm...

    BalasHapus
  18. Wah Tuan benar-benar sudah mengecewakan nih mbak...:)

    BalasHapus
  19. sudah tiba waktunya mbak, raih kebahagiaan itu.... :)
    salam

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)