Senin, 20 Desember 2010

Tidakkah dikejar rasa bersalah ?

Halo sahabat semua...? Waaaahhh.., kangen banget rasanya aku setelah sekian lama tidak bertemu dengan sahabat blogger semua. Rumahku inipun ikut terlantar karena aku sedang sibuk dengan pekerjaan kantorku. Biasalah... akhir tahun selalu begini. Repot banget... sehingga jika aku mau mengajukan cuti pun sepertinya tak bakal disetujui...

Aku sebenarnya punya banyak cerita untuk dibagi, tapi aku tak punya banyak waktu untuk menuliskannya disini. Sebenarnya sekarang aku sedang ingin berbagi cerita oleh-oleh perjalananku ke Jakarta beberapa hari yang lalu. Tapi, setelah aku pikir-pikir cerita itu ku tunda untuk besok saja. Sekarang aku ingin berbagi tentang sebuah peristiwa yang terjadi di kotaku beberapa waktu yang lalu.

Yang pertama tentang kecelakaan lalu lintas. Beberapa hari yang lalu, ada seorang anak berusia 12 tahun yang sedang mengendarai sepeda ditabrak oleh sebuah mobil. Kecelakaan itu terjadi kurang lebih pada pukul 18.15. Anak yang baru pulang les itu berikut sepedanya langsung diangkut ke dalam mobil oleh si penabrak. Dan, saat orang-orang yang mengetahui adanya kecelakaan itu mulai berdatangan mobil itupun sudah melaju kencang. Sehingga warga sekitar tak dapat menemukan tubuh korban berikut sepedanya.

Namun, rupanya tubuh korban bukannya dibawa ke rumah sakit terdekat oleh si penabrak. Korban berikut sepedanya diturunkan di perlintasan kereta api. Berita yang aku dengar (dari tetangga korban) bahwa korban kecelakaan lalu lintas itu akhirnya meninggal di rumah sakit. Sedangkan berita di koran disebutkan bahwa saat ditemukan di perlintasan kereta api, anak tersebut sudah meninggal.

Yang aku herankan, mengapa si penabrak bisa sedemikian berhati dingin. Kok bisa-bisanya dia memikirkan cara untuk 'menghilangkan jejak' dan menyingkirkan bukti adanya kecelakaan itu ? Daripada diamuk massa karena telah menabrak seorang anak, dia memilih untuk menghindar dan membawa kabur sang korban. Jarak antara lokasi kecelakaan dan tempat ditemukannya anak itu lumayan jauh juga. Dan, berdasar pada informasi yang aku dapatkan, sepertinya anak itu (berikut sepedanya) dilemparkan dari mobil saat melintas rel kereta api. Benar-benar keterlaluan...! Bagaimana jika hal itu menimpa adiknya atau anaknya sendiri ?!

Aku ingin tahu, apakah pengemudi yang menabrak anak itu tidak dihantui perasaan bersalah ? Yang tak aku mengerti mengapa ada orang yang sedemikian tak punya hati nurani. Seandainya benar anak itu masih hidup setelah kecelakaan itu, mengapa dia tak segera dibawa ke rumah sakit oleh penabraknya ? Mengapa malah 'dibuang' di perlintasan kereta api ? Kubayangkan anak itu yang kesakitan sekian lama sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Masya Allah... mengapa rasa kemanusiaan itu kian tipis saja ? Mengapa nyawa manusia tak lagi berharga bagi orang lain ? Sungguh-sungguh menyedihkan...

17 komentar:

  1. Salam...keterlaluan juga penabrak ya Mb..bener2 udah gak punya hati Mb.
    Kangen juga nich sama mb Reni udah lama gak ada kabar-kabari..moga aja semua urusan lancar ya Mb

    BalasHapus
  2. astaghfirullah,,,,kok ada orang kaya gitu ya mbak...
    pasti nanti dia akan mendapat balasannya...

    BalasHapus
  3. wow, serem juga...
    sekarang harus ati-ati dimanapun kita berada.

    BalasHapus
  4. walah ngeri betul..mbak...ceritanya..yang pasti sang pelaku akan mendapatkan balasan yagn setimpal...entah..apa itu nanti..balasannya...

    BalasHapus
  5. atau mungkin cerita itu hanya hoax mbak? semoga saja orang itu tidak sedingin itu hingga bisa membuang jenazah yg dia tabrak.

    tapi jika bukan hoax, biarlah Tuhan yang membalas perbuatan org itu

    BalasHapus
  6. ih tega bener tuh orang... banyak yang mengutuk, dan saya jamin kalo dia punya hati maka sepanjang sisa hidupnya kejadian ini pasti akan menghantuinya

    BalasHapus
  7. sibuk ya mbak, menghilang lama hehehe

    BalasHapus
  8. ya ampuun.. tinggal dibawa ke rumah sakit aja ko ya dia tu.. g punya hati banget.. balasan Tuhan pasti ada!

    BalasHapus
  9. Saya miris membaca ini. Sungguh tega si penabrak itu. tapi saya juga yakin kok, si penabrak tersebut tak akan tenang selama hidupnya.
    Salam hangat Mbak, selamat bersibuk ria di akhir tahun, hee..

    BalasHapus
  10. masya alloh gak pny hati ya mba

    BalasHapus
  11. Astaghfirullah... semoga Allah mengapuni dosa yang menabrk itu dan smg Allah membuka mata hatinya... sehingga dia bisa menyadari kesalahannya yang akhirnya mempertanggung jawabkannya pada keluarga korban, dari pada diminta pertanggung jawaban di akhirat ... lebih serem lagi.... betul khan mbak...

    Selamat datang mbak ... aduh si Mbak Rani lama ndak muncul ... kangeennnnn....

    BalasHapus
  12. gile yah, orang2 kalo mau menghilangkan jejak kreatif banget. semoga Allah membalasnya di akhirat kelak.

    BalasHapus
  13. wah, setiap orang memiliki sifat yg berbeda bu :)
    mngkin wktu itu dy tkut akan dhakimi masaa jdi ya dy mlakukan itu
    namun pasti d lubuk hati yg pling dalam dy mrasa bersalah

    BalasHapus
  14. salam sobat
    mungkin tipis kekuatan imannya mba, hingga nyawa manusia tak lagi berharga bagi orang lain.
    semoga Allah swt yg memberikan balasan.

    BalasHapus
  15. orang macam itu bener-bener perlu dikasihani,untuk diperbaiki sifat buruknya

    BalasHapus
  16. bagi yang Menabrak percayalah bahwa Karma itu ada....

    untuk kita yg membaca, bahwa mmg masih ada orang2 yg macam gitu, tinggal kita memilh, untuk jadi seperti mereka / tidak disaat kita dipertemukan dg situasi yg sama...salam damai

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)