Selasa, 07 Desember 2010

Terpesona pada sang Maharani

Maharani yang membuatku terpesona adalah tokoh dalam sebuah buku karya Pearl S. Buck. Meskipun buku itu sudah lama menumpuk di rak buku milikku, namun baru sempat tersentuh olehku beberapa hari yang lalu. Kalau saja aku tak membutuhkan hiburan setelah menjalani kerja lembur di kantor, mungkin buku itupun masih belum tersentuh olehku.

Ternyata aku tak salah memilih buku untuk menghiburku. Kisah sang Maharani dalam buku tersebut benar-benar membuatku terpesona. Dan, sejujurnya aku sedikit menyesal membiarkannya menunggu sekian lama di rak buku dan baru sekarang membacanya. Padahal buku itu sudah menjadi pembicaraan sejak lama. Tapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan..?

Perjalanan hidup Orchid, seorang gadis Manchu, dari seorang selir yang kemudian menjadi permaisuri bahkan menjadi ratu sungguh sangat luar biasa. Orchid digambarkan sebagai seorang gadis yang cantik, berkemauan keras, kuat dan sangat cerdas. Kelebihan yang dimilikinya itulah yang membuatnya mempunyai impian yang besar. Berbeda dengan gadis kebanyakan, Orchid berani untuk mewujudkan impiannya itu, bahkan dengan mengorbankan orang yang dicintainya dan mencintainya, Jung Lu : seorang pegawai rendahan di kekaisaran Manchu.

Dengan memegang teguh impiannya, Orchid melakukan segala sesuatunya dengan sangat cermat. Setelah berhasil menjadi selir favorit sang Kaisar dan bisa memberikan pewaris takhta kepada kerajaan, diapun diangkat menjadi sang Permaisuri. Sejak itu dia lebih dikenal sebagai Tzu Hsi : Ratu Istana Barat. Dan demi menyelamatkan takhta untuk anaknya, dia pun menjadi pengendali Takhta Naga, sebagai wali anaknya yang masih sangat muda, saat sang Kaisar wafat.

Hidup dalam lingkungan kekaisaran dan dekat dengan kekuasaan sangat tidak mudah, karena sarat dengan intrik. Pengkhianatan, persekongkolan, suap, kebencian sampai percobaan pembunuhan sudah sering dihadapi oleh Tzu Hsi, sang Maharani. Orang yang dulunya sangat dipercaya dan diandalkannya dapat berbalik menyerangnya dan membencinya. Terkadang Tzu Hsi bahkan tak tahu pihak-pihak mana yang harus dipercayanya sehingga keadaan menjadi sangat tak terkendali dan kacau.

Namun berulang kali Tzu Hsi berhasil mengatasi keadaan-keadaan yang gawat. Semua itu berkat keberanian dan kekuatan yang dimilikinya. Walaupun dia terkenal sebagai wanita yang lembut, tapi Tzu Hsi bisa bersikap sangat kejam dan tak segan untuk menyingkirkan siapa saja yang menghalangi jalannya dan menjadi musuhnya. Tak sedikit yang dihukum mati olehnya. Dia memang memanfaatkan ketakutan orang lain sebagai kekuatannya.

Satu-satunya orang yang tetap setia sampai akhir hayatnya dan ditakutinya adalah Jung Lu, kekasih yang tak mampu dimilikinya. Berulang kali Jung Lu menyelamatkannya dan memberikan nasehat yang sangat berarti baginya. Di saat orang lain tak dapat mempengaruhinya karena sifat keras kepalanya, maka pendapat dari Jung Lu dapat melunakkan hatinya.

Sekuat apapun dia mempertahankan kekaisarannya, namun pada akhirnya Sang Ratu harus menyerah terhadap gempuran dari negara-negara Barat. Sekuat apapun dia bertahan pada tradisi, namun arus modernisasi tak mampu ditolaknya. Hanya dengan berkompromi terhadap dunia luar, Sang Ratu tetap dapat mempertahankan takhtanya, walaupun tak sedikit rakyatnya yang mempertanyakan keputusannya itu.

Hidup memang sebuah pilihan dan seorang Orchid, seorang gadis belia, telah menentukan pilihannya dan setia pada pilihannya itu. Dia memilih kekuasaan dan kemegahan walaupun harus melepaskan orang yang paling dicintainya. Demi kekuasaan dan kemegahan pula, dia harus berjuang mengatasi rasa kesepian yang berkepanjangan. Karena status dan kedudukannya, dia tak dapat secara terbuka menunjukkan perasaannya. Namun pilihan yang diambilnya tidak meleset, karena dia berhasil menjadi Ratu yang terbesar dalam masanya.

Buku tersebut memang lebih banyak bercerita tentang sosok sang Maharani.  Fokus terbesar dalam buku itu adalah lika-liku kehidupan sang Maharani. Meskipun intrik-intrik dan berbagai masalah muncul, tapi tak diceritakan dengan sangat detil, sebagaimana sosok sang tokoh utama.

Pengarang : Pearl S. Buck
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Spetember 2007
Tebal : 629 halaman

21 komentar:

  1. hmmm....setelah membaca reviewnya, ternyata hidup ini memang benar-benar sebuah pilihan.....dan harus rela melepas segala sesuatu yang kita cinta........mantabs ....

    saya jadi pengen beli bukunya....

    BalasHapus
  2. Buku yang sangat pantas dibaca

    BalasHapus
  3. kayaknnya pernah baca ni buku....

    BalasHapus
  4. boleh pinjem ga mbak? hehehehehe....

    BalasHapus
  5. waaaaah, aku belum baca buku ini... >.<
    jadi pengen punya... >.<

    BalasHapus
  6. Baru baca sinopsis yang Mbak tulis sudah terbayang serunya cerita.

    BalasHapus
  7. He..akhirnya dibaca juga ya, mbak? Memang Maharani buku yg mempesona ya? Meski tebal, cara Pearl S. Buck bercerita membuat kita tak pernah bosan dari awal sampe akhir.

    BalasHapus
  8. mantap ceritanya...
    salam kenal

    BalasHapus
  9. hebat banget nih maharani, gigih dalam memperjuangkan cita-cita

    BalasHapus
  10. wah, jadi penasaran baca novelnya. ceritanya keren nih... :D


    Salam BURUNG HANTU... Cuit... Cuit... Cuit...

    BalasHapus
  11. Buku yang menarik yah, jadi kepingin ngebaca nih.
    Salam saya.. .

    BalasHapus
  12. Baca reviewnya jadi pengen baca bukunya.. di gramed masih ada ngga ya? =3

    BalasHapus
  13. kok diriku jadi naksir ma buku ini ya mbak...
    gimana nih mbak... keknya kudu dikirim ke PKU deh heheheh

    jadi inget sama beberapa buku / novel yang belum terbaca sampe sekarang.

    BalasHapus
  14. akhirnya mba reni kembali
    yihaaaaaaaaaaaaaa

    BalasHapus
  15. menyapa dulu aja..mbak..lama ndak sowan kesini...he..he...eh..namanya kayak orang Indonesia Maharani...

    BalasHapus
  16. salam sahabat
    berkunjung pagi mo baca-baca

    BalasHapus
  17. membayangkan...
    seandainya buku ini difilmkan..
    pastinya indah sekali

    BalasHapus
  18. Buku yang bagus. Tapi kayanya gw udah pernah nonton pilem yang jalan ceritanya mirip kaya begituh *sambil inget2 lagi judulnya apa*

    BalasHapus
  19. saya beli buku maharani di toko buku loak seharga 15 ribu. kaget juga ternyata wkt itu di gramedia buku maharani msh dipajang dgn bandrol kalo gak salah 90 rbuan. hehe. dan yg bikin sy penasaran sampe skrg nyari lanjutannya maharani 2. gak dapet2. ada info?

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)