Jumat, 09 Juli 2010

Bohong

Pagi ini, saat kulihat infotainment... ada seorang publik figur yang memberikan pengakuan (secara implisit) tentang kesalahannya dan dia meminta maaf atas kesalahannya itu. Setelah sekian lama berbohong dan menutupi kebohongannya itu, rupanya dia (mungkin) merasa lelah dan telah kehabisan daya untuk terus menerus berbohong dan menutupi kebohongannya itu. Akhirnya... dia pun menyerah dan mengakuinya.

Kejadian serupa seringkali kuhadapi dan kutemui dalam dunia nyata. Kita... (aku termasuk di dalamnya), mungkin pernah melakukan suatu kebohongan, sekecil apapun. Setelah berbohong, kita pasti tak ingin kebohongan itu ketahuan bukan ? So, kita akan selalu berupaya untuk menutupi kebohongan itu. Jadilah, satu kebohongan akan menyeret kita untuk melakukan kebohongan demi kebohongan lainnya. Melelahkan...

Dan 'sayangnya'... cepat atau lambat kebohongan itu suatu saat akan terbongkar juga. Seperti kata pepatah : Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Ada juga pepatah : Sepandai-pandai menyimpan bangkai akhirnya tercium juga baunya. Nah, Kalau sudah begitu, rasanya sia-sia saja kita berbohong dan berusaha menutup-nutupinya selama itu. Kita hanya dapat capek, dosa dan malu...., selain itu... tak ada..!

Kalau sudah begitu, rasanya tak ada gunanya kita berbohong. Buat apa capek-capek berbohong jika akhirnya akan ketahuan juga. Bukankah Allah tak pernah tidur...?

*gambar diculik dari sini*

45 komentar:

  1. so
    jangan suka bohong hehee
    karna hidup bakal gx nyaman^^

    BalasHapus
  2. katakanlah sejujurnya .... walau kadang jujur itu pahit...

    BalasHapus
  3. Nggak ada untungnya berbohong, namun terkadang kita berbohong secara tidak sengaja.

    BalasHapus
  4. Biasanya kalo aku bohong langsung ketahuan...he...he...

    BalasHapus
  5. Sepandai2nya menyembunyikan sesuatu..

    cepat atau lambat pasti akan ketahuan juga....

    BalasHapus
  6. hahaha,,,,,,,,, kalo masih bohong, padahal udah ketahuan pasti mukanya lebih tebel dari muka badak.. hehehe.. ^^

    BalasHapus
  7. bagaikan menyimpan tulang patah di daun keladi.
    daun keladi akan robek juga dan memperlihatkan isi dalamnya.

    BalasHapus
  8. Kadang-kadang kita perlu juga 'berbohong' untuk menutupi aib atau kejelekan orang lain. Sedang kalau untuk diri sendiri, memang berbohong itu perbuatan yang tercela. Kalau begitu yang bagus itu 'apa adanya' atau jujur. Memang rasanya berbuat jujur itu berat sekali. Trims sharingnya. Bahan renungan dan refleksi diri yang bagus sekali.

    BalasHapus
  9. ya bner mbak.... lebih baik jujur meski menyakitkan!!!

    BalasHapus
  10. ♫Salam Hangat♫
    Bohong Yang Diperbolehkan
    1. Dokter ke Pasien soal penyakit kronis, biasanya bohong ini dilakukan untuk mengantisipasi agar kondisi pasien tidak menjadi lebih buruk, tapi tetep terus terang ke keluarga pasien biasanya.
    2. Bohongnya suami atas masakan istri yang kuarang berselera.
    3. Bohongnya Istri ketika diajak "tidur" suami,"mama capek ga?" dan karena itu kwajiban maka istri jawab gini "tidak pa" walaupun terasa agak capek ( kecuali sakit ), ini dihitung pahala.
    4. Bohongnya penyidik kejahatan, karena penyamaran penting untuk mengatahui modus kejahatan.
    5. Bohongnya pengemban amanah demi menjaga amanahnya yang bersifat rahasia
    masih banyak bohong yang boleh lagi tapi saya lupa he he he

    ♫Salam Hangat♫
    I♥Blogger

    BalasHapus
  11. Setuju Mbak, Kalo kita bohong pasti ketahuan juga, Kalau tak didunia di Akhirat pastinya... ^_^

    BalasHapus
  12. Ingat, Bohong itu dosa...

    BalasHapus
  13. Sekali berkata dusta, maka pasti akan mengulanginya lagi..
    Jujur , aku juga pernah berbohong..terkadang timbul rasa takut jika kebohongan itu di ketahui, karna itu berterus terang meskipun keputusan akhir kita tidak tahu.

    BalasHapus
  14. kejujuran hanyalah suatu etopia yang bergantungan di langit-langit malam

    BalasHapus
  15. karena bangkai itu busuk dan bau. sepandai apapun kita menutupi, toh kebusukan itu akan tercium, hanya urusan waktu. jangan pernah berfikir bagaimana menutupi bangkai, tapi berusahalah untuk tidak berususan dengan 'bangkai'

    BalasHapus
  16. moga permasalahannya bisa cepet kelar ya mbak....

    BalasHapus
  17. Nanti juga akan terbukti.... saya yang bohong saiapa yang tidak...
    tunggu aja kelanjutannya.
    semua akan jelas...
    hehehehehhehe

    BalasHapus
  18. Betul mbak, sering dianggap oirang bohong itu dosanya ringan. Padahal itu nista sekali ya mbak.

    BalasHapus
  19. klo gitu Bo'ongnya untuk kebaikan ajah deh mba.. :)

    BalasHapus
  20. terkadang kita harus bebohong untuk membuat perasaan seseorang tetap baik2 saja,atau kita berbohong agar org lain senang...tapi tetap saja hati kita tidak tenang.

    *dear mba reni,...mohon maaf mba ku karena lama tak berkunjung ke sini. mohon maaf karena badan saya sakitnya datang dan pergi.
    alhamdulilah tumor di liver saya kali ini tidak ganas,tapi tetap saja itu membuat saya harus ekstra hati2 menjaga tubuh saya bkn ?

    hubby melarang saya begadang skg ini,dgn tanpa kompromi dia akan mematikan speedy bila sdh malam saya masih asik di depan PC.alasannya tentu saja dokter mewanti2 saya untuk tidak begadang mba :(

    maaf ya mba ku.... ^^
    salam rindu selalu mba....

    BalasHapus
  21. Jadi seperti menjilat ludah sendiri ya mbak..
    Tapi ya patut diacungi jempol akhirnya mau mengaku mbak.. drpd udh salah tetep ngotot.

    Pelajaran aja buat kita, supaya jujur senantiasa drpd capek hati :)

    BalasHapus
  22. betul sekali, tp kita juga tidak bisa memungkiri bahwa berbohong lebih sering bisa menyelesaikan masalah, ini sering kita temui di kehidupan nyata :)

    BalasHapus
  23. yap
    untuk apalah berbohong...
    sepahit2nya kejujuran lebih baik ketimbang manisnya dusta..
    aihhh, mantap ah, mbak ;)

    selamat hari jumat, mbak reni [lagi?]
    semoga hari ini menyenangkan :D

    happy weekend!!

    BalasHapus
  24. kita harus bisa memaafkannya dengan lapang dada, masyaaa.. tuhan aja maha pemurah lagi maha penyayang, kenapa nggak dengan mahluk cipta-Nya... hehee

    BalasHapus
  25. Benar mbak, berbohong itu memang bikin resah..

    BalasHapus
  26. iya daripada akhirnya malu juga, mending jujur^^

    BalasHapus
  27. bohong identik dg khianat... lawan katanya adalah amanat...

    BalasHapus
  28. teman pernah pesan...

    katanya : kalau kamu ada bakat bohong dan pandai menyusun cerita yang runut waktu, tempat dan kejadiaannya..ya silahkan berbohong aja dan ushakan untuk mencatat setiap kebohongan kamu itu karena akan menjadi dasar untuk menyusun kebohongan berikutnya...waktu, t4 dan kejadannya seperti apa...begitu seterusnya....intinya sangat melelahkan

    tapi klu ngga, y jangan berbohong


    jadi tetap juga sepandai2 berbohong pasti terbaca juga dari pandangan mata kita..,

    BalasHapus
  29. yah, setiap kebohongan ada konsekuensinya, asal berbohong dalam konteks yang tepat seperti berbohong dalam rangka menyimpan rahasia, kayak di film perang2 tu, yang disandra ama pihak musuh suruh ngaku2 sampe disiksa2.. hhe.. menjaga rahasia negara.... tapi berbohong untuk menutupi aib kyknya akan terbongkar juga, soalnya orang2 di dunia ini tak akan melupakan aib, akan selalu ingat akan yang namanya aib... seperti kata pepatah, when you doing right everyone forgot, but when you doing bad everyone will always remember........... yah seperti daging yang lama2 busuk juga, walopun disimpen didalam kotak yg digembok rapat... hhe...

    BalasHapus
  30. Yap, bohong itu melelahkan dan nggak ada manfaatnya lebih baik jujur. Tapi sepertinya sekarang kejujuran seseorang susah ditemui.. =D

    BalasHapus
  31. karena untuk urusan "ketahuan belang" malu menjadi hal yg utama, hingga berbagai cara dilakukan utk mengingkarinya :)

    BalasHapus
  32. kejujuran memang selalu menjadi jalan terbaik :)

    BalasHapus
  33. Kalo bohong untuk ke baikan boleh kan hehhe :) TApi kalo untuk kepentingan diri sendiri abru nggak boleh

    BalasHapus
  34. ketika seseorang berada pada puncak keteputusasaan dan jurang ketidakberdayaan, seringkali kebohongan menjadi ajang pelarian. Bukankah itu akan menambah deretan permasalahan. Untuk apa berbohong justru menikam kita sendiri

    BalasHapus
  35. setuju mbak... melakukan kebohongan pada akhirnya akan membuat batin menderita, raga menjadi lelah, dan akan menyeret seseorang kepada kebohongan yang lebih besar... maka marilah kita berusaha untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran...

    BalasHapus
  36. Kejujuran adalah hal yg sangat baik. Kadang2 perlu keberanian tinggi utk melakukannya. Dan ternyata masih banyak artis kita yg lebih mementingkan kepopulerannya daripada nilai kejujuran.

    BalasHapus
  37. sekali kita berbohong... pasti akan berlanjut kepada kebohongan2 berikutnya untuk menutupi kebohongan yang pertama tersebut.

    BalasHapus
  38. orang jujur g akan hancur....

    BalasHapus
  39. Kebohongan akan membuat nestapa, begitulah nasehat bijak orang tua kita dulu. Selamat sore mbak Reni.

    BalasHapus
  40. setujuuuuuu......
    lebih baik kita jalani hidup apa adanya. hehehee

    BalasHapus
  41. sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, sepandai-pandai menyimpan keburukan pasti akan ketahuan juga

    BalasHapus
  42. bagaimana menutupi kebohongan??? yang sudah lama.. walau tidak ada dibahas lagi tp aq takut skali kebohongan itu terbongkar, hanya satu itu, dlunya tidak sengaja dan akhirnya jd besar karna aq slalu berusaha menutupinya.tolonglah.. aq ga mengginkan sekali untuk berbohong.. dan untuk mengatakan yang sejujurnya tidak akan mungkin, karna dia pasti akan marah sekali :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pilih mana...:
      Kemarahan /
      Kebohongan yg serupa untukmu

      Hapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)